
Cassandra nampak memerhatikan bayi Ameena yang baru saja lahir itu, di dalam dirinya nampak bergemuruh sekali saat melihat anak itu karena ia sudah mengetahui yang sebenarnya bahwa anak itu adalah anak kandung
Boy dan hal tersebut yang masih belum dapat ia terima saat ini. Sementara itu di sisi lain, Ameena nampak waspada saat Cassandra menunjukan gelagat aneh ketika melihat anaknya, tentu saja sebagai seorang ibu, Ameena tak akan membiarkan Cassandra melakukan hal yang buruk pada anaknya.
“Ameena.”
“Ada apa?”
“Andai kamu tahu yang sebenarnya mengenai anak ini, hatimu pasti akan sangat hancur.”
Selepas mengatakan hal tersebut Cassandra langsung pergi begitu saja dari rumah kontrakan Ameena dengan perasaan yang bergejolak, Ameena sendiri nampak tidak paham kenapa Cassandra mengatakan hal tersebut.
“Kenapa dia mengatakan hal yang aneh seperti barusan?”
Cassandra bergegas kembali masuk ke dalam mobilnya, di dalam mobilnya itu Cassandra menangisi nasibnya yang harus menerima kenyataan pahit seperti ini.
“Kenapa semuanya menjadi seperti ini, kenapa?!” seru Cassandra pilu.
Cassandra terus menangis di dalam mobilnya untuk mengeluarkan semua emosi yang selama ini dirinya pendam hingga tidak menyadari kalau seseorang mengetuk jendela kaca mobilnya, Cassandra yang baru saja menyadari itu tentu saja buru-buru menoleh ke arah kaca jendela mobilnya dan di sana ia menemukan sosok Richi, buru-buru Cassandra turun dari dalam mobilnya untuk menemui pria itu.
“Mau apa kamu datang ke sini?”
“Aku datang ke sini tentu saja untuk menjenguk anakmu.”
Richi memerhatikan kedua mata Cassandra yang sembab, Richi pun bertanya pada Cassandra apa yang terjadi pada wanita itu saat ini namun Cassandra mengatakan pada Richi bahwa pria itu tidak perlu tahu apa yang
terjadi padanya saat ini.
“Satu hal yang perlu kamu ketahui Richi, kelak kamu akan tahu kebenaran mengenai anak itu dan kamu pasti akan hancur ketika mengetahui kenyataannya.”
Selepas mengatakan itu, Cassandra kembali masuk ke dalam mobilnya dan melajukan kendaraan itu meninggalkan Richi yang merasa heran dengan ucapan wanita itu barusan.
****
Richi masuk ke dalam rumah dan disambut oleh Ameena, Richi sendiri kemudian bertanya pada Ameena apakah barusan memang Cassandra datang ke sini untuk menemui dirinya dan Ameena pun membenarkan apa yang suaminya barusan katakan.
__ADS_1
“Iya, barusan memang dia datang ke sini, katanya ingin menjenguk anak kita.”
“Benarkah? Lalu apakah dia melakukan hal yang buruk pada anak kita?”
Ameena menggelengkan kepalanya, Ameena mengatakan kalau Cassandra sama sekali tidak melakukan hal yang buruk akan tetapi Cassandra mengatakan sesuatu hal yang aneh menurutnya. Richi terkejut ketika Ameena mengatakan hal tersebut padanya karena Cassandra sendiri juga mengatakan hal yang serupa padanya sebelum wanita itu pergi dengan mobilnya.
“Kenapa ekspresmimu seperti itu?” tanya Ameena penasaran karena reaksi Richi seperti orang yang terkejut.
“Aku terkejut karena wanita itu juga mengatakan hal yang sama padaku barusan,” jawab Richi.
Kini giliran Ameena yang terkejut dengan apa yang menjadi jawaban suaminya, Ameena tentu saja jadi berpikiran yang aneh-aneh akibat ucapan Cassandra barusan akan tetapi Richi berusaha menenangkan Ameena dan mengatakan pada istrinya itu untuk tidak perlu memikirkan apa yang Cassandra katakan mengenai anak mereka.
“Iya, aku mengerti.”
“Aku mau mandi dulu.”
Richi bergegas pergi menuju kamar mandi sementara Ameena masih berdiri di tempatnya dengan memikirkan apa yang Cassandra katakan padanya sebelum wanita itu pergi.
****
Waktu berlalu dengan cepat dan kini Ameena sudah dapat kembali bekerja di rumah Luluk dengan membawa putri kecilnya yang ia beri nama Alysa. Luluk sendiri yang meminta Ameena untuk membawa putri kecilnya itu untuk
sebelumnya Richi sempat khawatir kalau Ameena membawa Alysa bekerja bersamanya maka putri kecil mereka itu akan menjadi korban kejahatan Luluk dan Boy padahal nyatanya tidak seperti itu.
“Nyonya, pekerjaan saya sudah selesai,” ujar Ameena.
“Oh sudah selesai, sayang sekali, waktu berjalan dengan cepat padahal aku masih ingin bermain dengan Alysa,” ujar Luluk.
“Besok saya akan kembali lagi dengan Alysa, Nyonya.”
“Tentu saja, kamu harus membawa anakmu ini ke sini.”
“Kalau begitu, saya permisi dulu, Nyonya.”
“Hati-hati di jalan, Ameena.”
__ADS_1
Ameena menggendong putrinya yang nampak berat sekali harus berpisah dengan Luluk serta Boy, keduanya mengantarkan Ameena sampai ke depan teras sementara di depan pagar rumah nampak Richi sudah menunggu Ameena dan anaknya dengan sepeda motornya. Ameena kemudian segera naik ke boncengan motor Richi dan selepasnya Richi melajukan sepeda motornya menuju rumah mereka.
****
Sesampainya di rumah, Ameena langsung memandikan putrinya dan kemudian menyuapinya makan malam sebelum anaknya itu kemudian tertidur dengan pulas barulah Ameena makan malam bersama dengan suaminya.
“Bagaimana hari ini? Apakah pekerjaanmu berjalan dengan lancar?” tanya Richi.
“Iya, pekerjaanku berjalan dengan lancar hari ini,” jawab Ameena.
“Apakah nyonya Luluk dan Boy bersikap baik pada Alysa?”
“Iya, mereka memerlakukan Alysa dengan sangat baik seperti foto yang aku kirimkan padamu waktu itu. Merkea tidak memerlakukannya dengan buruk seperti apa yang kamu khawatirkan.”
Tentu saja Richi penasaran kenapa Luluk dan Boy sepertinya begitu tertarik dengan putrinya padahal Luluk dan Boy sangat membencinya serta Ameena, tiba-tiba saja Richi jadi kepikiran mengenai ucapan Cassandra beberapa waktu yang lalu.
“Kamu sedang memikirkan apa?”
“Tidak, bukan apa-apa,” jawab Richi yang berdusta pada Ameena karena tidak ingin membuat Ameena jadi ikut kepikiran mengenai ucapan Cassandra tempo hari pada mereka.
Richi tidak dapat tidur dengan nyenyak malam ini karena memikirkan sikap tidak biasa yang ditunjukan oleh Luluk serta Boy pada putrinya, bukannya Richi tidak bersyukur kalau putrinya diperlakukan dengan baik oleh kedua orang itu, hanya saja menurutnya ada sesuatu hal yang janggal di sana.
****
Richi berusaha menghubungi Cassandra berulang kali hari ini namun Cassandra tidak menjawab telepon darinya hingga membuatnya kesal bukan main, Richi takut kalau apa yang Cassandra katakan itu adalah sesuatu hal
yang sedang ia pikirkan walaupun sebenarnya hal itu sangat tidak mungkin sekali.
“Tidak, aku saja yang terlalu berpikiran buruk pada mereka, tidak mungkin hal tersebut benar-benar terjadi kan? Cassandra sepertinya memang sengaja ingin mencuci otakku supaya aku menaruh curiga pada istriku sendiri.”
Richi menghela napasnya panjang dan ia dikejutkan oleh Ameena yang sudah bersiap pergi ke rumah Luluk dengan membawa Alysa ikut bersamanya.
“Kamu mau pergi bekerja?”
“Iya, aku ingin pergi bekerja.”
__ADS_1
“Kalau begitu biar Alysa tinggal di rumah karena aku hari ini kan libur.”
“Tapi ….”