
Sementara Freya saat ini sudah berada diruangan redaksi setelah diantarkan oleh resepsionis. Tiba-tiba kepala redaksi masuk.
“Maaf apa Nona sudah menunggu lama?” Tanya kepala redaksi yang bernama pak F itu.
“gak terlalu lama kok pak. Saya juga baru saja tiba!” jawab Freya
“Ah, iya baiklah kalau seperti itu kita mulai saja pembicaraanya” ucap kepala redaksi itu memulai pembicaraan.
Setelah beberapa menit akhirnya pembicaraan itu disetujui oleh Freya. Freya pun segera kembali setelah memastikan semuanya bahwa ini bukan penipuan dan bersedia menjadi pembicara untuk seminar bisnis itu.
Dan di ruangan lain, ada seorang pemuda yang sedang tersenyum memantau pembicaraan Freya dan juga kepala redaksi itu, siapa lagi kalau bukan Alvino si tuan muda bersama asistennya. Dia sangat kagum akan ketegasan gadis yang berusia 23 tahun itu. Sementara asistennya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tuan mudanya itu. Setelah itu mereka kembali ke ruangan melanjutkan pekerjaan mereka.
Flashback Off
“Oh,, seperti itu!” Tanya Hanna mengerti setelah mendengarkan penjelasan Freya.
“Iya, ya sudah ayo kita kembali aku harus mempersiapkan untuk besok.” Ajak Freya.
“Ayo. Ohiya apa besok kau akan ke kampus?”Tanya Hanna saat mereka sudah sampai parkiran motor.
“Aku sepertinya belum. Aku harus menyiapkan semuanya. Aku gak mau ini jadi berantakan nanti. Lagian kita juga tinggal menunggu untuk ujian proposal kan.” Ucap Freya
“Ya sudah jika seperti itu. Aku juga ingin bersantai-santai.”Jawab Hanna sambil merentangkan tangannya.
“Ohiya, seminarmu besok jam 09.00 kan?” Tanya Hanna
“Iya.”Jawab Freya
“Ya.. sudah aku akan ikut deh melihat temanku ini” jawab Hanna sambil mencubit pipi Freya gemas.
“Jangan seperti ini juga kali. Sakit tahu?”Jawab Freya cemberut sambil melepaskan tangan Hanna dari pipinya. Hanna hanya tersenyum menanggapinya.
“Yaa sudah ayo kita pulang.” Ajak Hanna
Mereka pun segera melajukan sepeda motor mereka menuju rumah mereka masing-masing. Freya pulang ke rumahnya di desa. Dia memang selalu pulan ke desa karena ke kampus sudah gak setiap hari jadi dia selalu pulang ke rumahnya di desa.
######
Sementara di tempat lain, terlihat seorang pemuda sedang berkutat dengan pekerjaannya.
“Minum dulu bos” ucap Adelio sambil memberikan minuman kepada bosnya itu.
“Kapan kau masuk? Kok aku gak dengar?” Tanya Alvino sambil menerima minuman dari asistennya.
“Aku sudah mengetuk tapi pak bos gak mendengarnya makanya aku langsung saja masuk” jawab Adelio sambil duduk di sofa dalam ruangan itu.
“Oh, aku gak mendengarnya.”jawab Alvino
“Emang pekerjaan apa sih sampai kau seserius itu mengerjakannya bahkan tidak menyadari kedatanganku?” Tanya Adelio dalam mode teman.
__ADS_1
“Aku sedang mempelajari materi yang akan aku sampaikan dalam seminar besok.”Jawab Alvino sambil menyesap minumannya.
“Ohiya, besok seminarmu!”Ucap Adelio baru ingat.
“Iya, apakah sudah semua persiapannya?” Tanya Alvino yang kini telah duduk dihadapan asistennya itu.
“Oh itu. Kemarin sudah ku katakan. Aku yakin pasti kepala redaksi sudah mempersiapkan ini dengan baik” Ucap Adelio sambil mengeluarkan teleponnya untuk menelpon persiapan seminar.
Alvino pun menunggu asistennya itu selesai menelpon sambil menikmati minumannya.
“Iya, persiapannya sudah 90%” ucap Adelio setelah selesai menelpon.
“Syukurlah kalau memang seperti itu.” Ucap Alvino berdiri menuju meja kerjanya kembali.
“Tapi, apakah kau akan memperlihatkan wajahmu saat seminar nanti?” Tanya Adelio.
“Tentu saja.” Jawab Alvino
“Bukankah kau selama ini hanya menjadi pengagum rahasia nona muda?” ucap Adelio
“Hey, aku akan memberinya kesempatan untuk mengingat wajahku” jawab Alvino sedikit narsis.
“Lalu bagaimana jika dia tidak mengingatnya?” Tanya Adelio
“Kok, kau semakin cerewet yaa.. inilah yang gak ku suka jika kau dalam mode teman. Kau sangat cerewet.” Jawab Alvino yang tentu saja itu hanya bercanda.
“Baiklah pak bos. Maafkan asistenmu ini” Ucap Adelio yang justru malah membuat Alvino tertawa.
“Baiklah. Ee.. tapi ngomong-ngomong apa kau sudah memikirkan ajakan mamimu?” Tanya Adelio
“Aku masih harus memikirkannya. Tapi aku juga gak ingin mami sedih tapi disisi lain aku tidak ingin mami sampai tahu apa yang aku lakukan.” Ucap Alvino.
“Kan, kau bisa menyembunyikannya di kamarmu. Lagian juga itu bukan rahasia besar, justru mamimu itu akan senang nanti karena akan segera mempunyai menantu” ucap Adelio
“Aku gak ingin mami mengetahuinya. Kau kan tahu bagaimana hebohnya mami. Aku pasti akan mengatakan pada mami tapi belum saat ini.” Jawab Alvino.
“Apa karena dia masih kuliah?” Tanya Adelio
“Tentu saja. Aku gak ingin menjadi penghalang cita-citanya. Jika nanti mami tahu pasti dia akan mencari tahu tentangnya dan aku gak ingin mami melakukan itu karena itu akan mengganggunya.”Jawab Alvino
“Selain itu juga, dia saja gak tahu bahwa aku menyukainya”Sambung Alvino. Adelio hanya mengangguk.
“Tapi jika kau tidak juga pulang ke rumah keluargamu dan terus menginap di hotel pasti mamimu itu akan selalu menerormu dan juga aku” ucap Adelio yang juga kena imbas mami Alvino.
“Yaa.. sudah nanti aku akan pindah minggu ini ke rumah mami” Ucap Alvino menghela nafas.
“Sungguh?”Tanya Adelio berbinar.
“Apa kau sesenang itu aku akan kembali ke kediamanku?” Ucap Alvino.
__ADS_1
“Bukan begitu bos, aku hanya senang saja akhirnya kau kembali lagi ke rumah mamimu, dengan begitu kau akan dapat melihat mamimu setiap hari” Ucap Adelio mencari alasan.
“Katakan saja kau sudah bosan dengan ucapan mamiku yang menyuruhku pulang!” ucap Alvino.
“Kau benar bos.” Ucap Adelio
“Baiklah, aku akan pulang. Ini juga demimu. Aku gak ingin nanti telingamu itu rusak karena ocehan mamiku” Ucap Alvino
“Kau memang teman terbaikku” Ucap Adelio sambil memberikan tanda jempol kepada bosnya itu.
“Yaa.. sudah tapi kau harus bantu aku berkemas” Ucap Alvino.
“Siap pak bos” ucap Adelio sambil hormat.
Alvino hanya tertawa menanggapi sikap asistennya itu. Akhirnya setelah berbinccang cukup lama, baik Alvino maupun Adelio kembali sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
######
Keesokan paginya, Freya yang sudah bersiap-siap untuk mengikuti seminar setelah dia sarapan bareng keluarganya, dia pun segera bersiap untuk seminarnya. Saat ini jam menunjukkan pukul 08.30. Dia pun sudah stay di tempat dia selalu memberikan seminar online. Tapi tiba-tiba Hanna menelponnya.
“Assalamu’alaikum, Re!” salam Hanna
“Wa’alaikumsalam waramatullah” Jawab Freya.
“Re, kita harus segera ke kempus.”Ucap Hanna
“Ngapain Han?” Tanya Freya bingung
“Kita harus segera mendaftar untuk jadwal ujian proposal Re. Aku juga baru saja mengetahuinya. Coba lihat grup sekarang!”Ucap Hanna.
Freya pun segera membuka grup chatnya dan ternyata benar apa yang dikatakan oleh Hanna.
“Kau benar Han. Kenapa infonya mendadak sih? Aku harus memberi seminar Han.” Ucap Freya setelah dia mengecek chat grup kelasnya.
“Mana aku lagi pembicara kedua”Sambung Freya.
“Begini Han, coba kau telepon dulu itu kepala redaksi siapa tahu kan bisa kau jadi pembicara pertama. Lagian pendaftarannya nanti pukul 11.00” saran Hanna.
“Akh,, kau benar. Baiklah aku tutup dulu yaa. Aku akan menghubungi kepala redaksi semoga saja bisa.”Ucap Freya.
“Aamiin. Semangat!” Jawab Hanna.
Freya pun segera mengakhiri teleponnya bareng Hanna. Dan segera menghubungi kepala redaksi. Tak lama kemudian telepon Freya pun di terima oleh kepala redaksi.
“Halo, Assalamu’alaikum Pak!” salam Freya setelah teleponnya terhubung.
Happy Reading readers😊
Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏
__ADS_1
Maaf jika banyak typo guys🙃😉