
Salwa pun segera memberanikan diri untuk melihat siapa pria yang ada di hadapannya yang kini juga berusaha menatapnya, “Kau?” tanya Salwa berdiri karena kaget begitu melihat siapa pria di hadapannya.
Devano pun hanya bisa menundukkan kepalanya karena seperti dugaannya respon gadis itu akan seperti itu.
Papi Budiman segera berdehem karena melihat respon putrinya. Salwa pun akhirnya duduk setelah mengerti kode dari papinya. Sementara Alvino, Freya, Mami Sinta dan Papi William melihat respon dari Salwa.
“Arjun dia adalah putriku. Putri tunggalku, Salwa.” Ucap Papi Budiman.
“Aku sudah mengenalnya, dia sudah menjengukku dua kali saat di rumah sakit. Dia tidak berubah tetap sama seperti 15 tahun lalu.” Ucap Arjun.
Salwa kini pun hanya bisa diam mendengar pembicaraan kedua keluarga itu sambil menatap Alvino dan Freya kesal karena tidak memberitahu ini kepadanya. Sementara Devano pun hanya bisa mencuri-curi pandang ke arah Salwa karena sejujurnya dia sangat terpesona dengan penampilan Salwa malam ini yang terlihat sangat cantik.
“Salwa, apa kamu menerima perjodohan ini? Kamu sudah mengenal Devano kan? Apa perlu papi kenalkan?” tanya Papi Budiman menatap putrinya.
Salwa pun segera menatap papinya dan menatap Devano, “Wawa,, ” ucap Salwa.
“Om ee maksud saya papi, apa bisa saya bicara berdua dengan Salwa?” potong Devano saat Salwa ingin menjawab.
Papi Budiman pun hanya bisa mengangguk, “Baiklah, kalian bisa bicara papi berikan waktu 10 menit.” Papi Budiman memberi izin.
Sementara Salwa hanya bisa memandang Devano, “Salwa kalian bisa bicara di taman. Ajak Devano kesana.” Ucap Mami Santi.
Salwa pun hanya bisa mengangguk dan segera berdiri menuju taman, Devano pun hanya bisa mengikutinya.
“Apa maksud semua ini kak? Apa kau membodohiku lagi kak? Apa kau sudah tau semua ini dari awal dan kau sengaja melakukan semua ini padaku.” tanya Salwa begitu mereka tiba di taman.
Devano pun hanya bisa menghela nafasnya, “Kau bisa mengatakan apapun tapi sebelum itu dengarlah bahwa sungguh aku juga sepertimu aku baru mengetahui bahwa gadis yang di jodohkan denganku adalah dirimu. Sungguh aku tidak bohong padamu, terserah kau mau percaya atau tidak tapi itu adalah kebanarannya.” Jelas Devano.
Salwa pun memandang Devano dalam untuk melihat kebohongan disana dan ternyata dia tidak menemukan apapun disana, “Apa kau tidak mempercayaiku?” tanya Devano.
“Hahahah, pertanyaan macam apa itu kak. Sejak kapan aku tidak percaya padamu? Jika bisa dibuktikan aku adalah satu-satunya gadis yang sangat mempercayaimu, aku juga gadis gila yang mencintaimu walau aku sudah di tolak, aku juga gadis gila yang masih mengharapkanmu padahal aku akan segera dijodohkan yang ternyata adalah dirimu. Aku selalu berusaha sempurna di manapun tapi sepertinya jatuh cinta padamu membuatku bodoh kak. Sekarang aku sadar bahwa semuanya,,” ucap Salwa sambil menahan air matanya.
“Maaf!” potong Devano segera memeluk gadis itu.
__ADS_1
“Apa yang kau lakukan kak?” ucap Salwa segera mendorong Devano.
“Sudahlah kak sepertinya memang tidak ada yang perlu kita bicarakan, ayo kita masuk waktu 10 menit yang diberikan papi akan habis.” Ucap Salwa segera berlalu tapi di tahan oleh Devano, “Tidak bisakah kau menerima perjodohan ini?” tanya Devano memohon.
“Katakan alasannya kenapa aku harus menerima perjodohan ini kak?” tanya Salwa balik lalu segera meninggalkan Devano. Devano pun hanya bisa menatap kepergian Salwa karena dia mengerti apa yang di rasakan Salwa, dia pun segera masuk menyusul Salwa.
***
“Nak, Devano mana?” tanya Mami Santi begitu melihat putrinya hanya kembali sendiri.
“Di sini mih.” Jawab Devano dari belakang, Salwa pun segera duduk dan tidak melihat lagi ke arah Devano.
“Baiklah karena kalian sudah bicara, papi harap semuanya sudah selesai. Sekarang berikan jawabanmu nak, apa kamu menerima perjodohan ini?” tanya Papi Budiman menatap putrinya.
Salwa pun segera menatap papinya, “Apa Salwa harus menjawab sekarang? Tidak bisakah beri Salwa waktu untuk memikirkannya?” tanya Salwa.
Semua keluarga pun kaget kecuali Devano yang sudah menduganya, “Apa maksudmu dek?” tanya Alvino.
“Tapi ingat kak, kakak ipar kalian harus menuruti permintaanku selama sebulan karena kalian sudah menyembunyikan ini dariku. Selain itu juga aku butuh penjelasan atas semua yang tejadi di sini” lanjut Salwa.
“Hey, tapi kenapa kami harus menuruti permintaanmu? Kami ini hanya menuruti rencana orang tuamu.” Ucap Alvino menolak.
“Pokoknya aku gak mau tahu kau tetap harus melakukannya jika tidak maka aku menolak perjodohan ini.” Ucap Salwa enteng.
“Hey, kau mengancamku?” tanya Alvino kesal. Sementara Salwa hanya menganggat kedua bahunya.
“Sudahlah hubby, baiklah karena kami sudah menyembunyikan ini dari kak Salwa maka kami akan melakukan apapun untukmu.” Ucap Freya.
“Terima kasih kakak ipar, kau memang terbaik.” Puji Salwa sambil memberikan jempolnya pada Freya.
Papi Budiman pun kembali berdehem, “Baiklah karena Salwa dan Devano sudah menyetujui ini maka kita harus segera membicarakan pernikahan mereka.” Ucap Papi Budiman.
Salwa yang mendengarnya pun langsung bersuara, “No, aku menolaknya. Aku tidak ingin segera menikah.” Ucap Salwa.
__ADS_1
“Nak!” panggil Mami Santi.
“Aku tidak akan menikah sebelum aku tahu apa yang sebenarnya terjadi dan sebelum kak Vano yakin menjadikanku istrinya maka selama itu pula aku tidak akan menikah. Aku tidak ingin di tolak lagi.” Ucap Salwa menyindir Devano.
“Aku yakin menjadikannya istriku paman.” Ucap Devano tegas.
“No, aku tidak butuh keputusan yang tergesa-gesa, kau harus memikirkannya lagi kak. Aku tidak ingin pernikahan ini dimulai dengan keterpaksaan karena aku tahu bagaimana rasanya mencintai tanpa dicintai.” Ucap Salwa.
Semua keluarga pun terdiam, “Baiklah, kita bisa menunda ini. Kami memberikan kalian waktu sebulan untuk meyakinkan perasaan kalian masing-masing. Setelah itu kami akan meminta jawaban kalian.” Ucap Papi Budiman akhirnya.
“Wawa setuju.” Jawab Salwa. Devano pun hanya bisa mengikuti hal itu karena dia mengerti kenapa Salwa melakukan ini karena gadis itu sudah banyak di sakitinya. Kini dia sadar sepertinya perjuangannya dimulai untuk meyakinkan gadis itu.
Akhirnya semua keluarga pun makan malam bersama. Setelah makan malam keluarga Devano segera pulang, “Jika kau mencintainya maka buktikan, ingat restuku bersamamu.” Ucap Alvino kepada Devano.
“Terima kasih tuan.” Jawab Devano.
Devano pun segera pergi bersama keluarganya. Kini tinggallah keluarga Salwa dan Alvino yang ada di rumah itu, “Ehmmm,, bisakah kalian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Salwa.
Papi Budiman pun menghela nafasnya karena sepertinya dia harus menceritakan kisah 15 tahun lalu itu kepada putrinya. Papi Budiman pun menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewati kepada putrinya. Salwa pun mendengarkan semua itu dengan baik.
“Jadi kak Vano adalah anak laki-laki itu?” tanya Salwa.
*
*
Happy reading guys !!😊
Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻😊
Mohon maaf jika ada typo guys.🙏🏻😉
Mohon mampir dong dinovel author yang berjudul “Takdir Hidup Zia”. Author tunggu kedatangannnya, mohon tinggalkan jejak yaa!!🙏🏻😉🥺
__ADS_1