Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 133


__ADS_3

Tiga hari berlalu, kini Freya sudah bisa pulang. Sebenarnya Alvino masih ingin Freya tetap di rumah sakit karena dia ingin membuat istrinya itu benar-benar pulih tapi Freya menolaknya karena dia begitu merindukan anak-anaknya. Akhirnya Alvino hanya bisa menurutinya karena dia juga tahu pasti istrinya itu sudah bosan menatap dinding putih rumah sakit serta aroma obat-obatan.


“Dokter, apa semuanya sudah baik-baik saja?” tanya Alvino kepada dokter yang memeriksa untuk terakhir sebelum Freya pulang.


“Nyonya Freya sudah pulih benar tuan. Anda jangan terlalu khawatir.” Ucap dokter.


“Baik, terima kasih.” Ucap Alvino.


“Kamu siap?” tanya Alvino.


Freya pun mengangguk, “Kalau begitu kamu duduk di sini?” ucap Alvino segera menggendong sang istri ke kursi roda.


“By, aku bisa jalan loh. Kenapa harus pakai kursi roda segala.” Protes Freya.


“Kamu mau pulang gak?” tanya Alvino.


Freya pun mengangguk, “Kalau mau pulang ikut saja jangan banyak protes.” Ucap Alvino.


Freya pun hanya bisa menurutinya karena mereka saling tahu bahwa mereka memiliki sifat keras kepala.


“By, apa putri kita cantik?” tanya Freya begitu mereka sudah di mobil di jemput oleh Fazar.

__ADS_1


“Kamu akan melihatnya nanti.” Jawab Alvino.


Freya pun cemberut, “Dia sangat cantik bahkan melebihi kecantikanmu dan putri kita.” Jawab Alvino begitu melihat istrinya cemberut.


“Sungguh?” tanya Freya berbinar.


Alvino pun mengangguk, “Ahh aku tidak sabar melihatnya. Lalu bagaimana dengan Anind apa dia cemburu pada putri kecil kita?” tanya Freya.


“Kamu akan mengetahuinya nanti.” Ucap Alvino.


Freya pun hanya mengangguk.


Para keluarga sibuk mempersiapkan penyambutan nyonya rumah, “Nek, apa bunda akan pulang?” tanya Anind yang memang sudah mengetahui Freya sudah sembuh dan akan pulang. Balita kecil itu begitu antusias menyambut sang bunda. Yah, dia sudah kembali ceria dia sudah menemui adik kecilnya apalagi begitu mengetahui Freya sudah sadar dia semakin sadar.


“Iya sayang, bunda saat ini sedang di jalan.” Ucap Mama Najwa.


“Sungguh? Kalau begitu Anind harus mengambil sesuatu.” Ucap Anind segera berlari mengambil sesuatu.


Mama Najwa pun hanya tersenyum melihat cucunya itu yang telah kembali ceria dan begitu bahagia begitu mendengar Freya akan kembali.


Tidak lama mobil Alvino tiba, Fazar pun segera membukakan pintu untuk tuan dan nyonya. Alvino segera mengambil kursi roda dan menggendong Freya ke kursi roda lalu mendorongnya masuk ke rumah.

__ADS_1


Freya pun menatap kelima anaknya yang kini ada di depan pintu menyambutnya, “Bunda!! Ini untukmu. Anind merindukan bunda.” Ucap Anind segera mendekati Freya dan memeluk bundanya itu.


Freya pun segera membalas pelukan putrinya itu, “Terima kasih sayang. Bunda juga rindu kalian.” Ucap Freya lalu melihat ketiga putranya lalu dia merentangkan tangannya. Ketiga putranya itu pun segera berlari mendekati Freya ikut bergabung memeluk bunda mereka itu.


Setelah itu Freya segera masuk ke rumah dia sangat terharu dengan semua yang menyambut kedatangannya, “Terima kasih.” Ucap Freya tersenyum.


“Kak, aku merindukanmu.” Ucap Mark memeluk Freya, dia tidak mempedulikan Alvino yang menatapnya tajam.


“Kakak ipar biarkan aku memeluk kakakku dengan tenang, jangan memandangku seperti itu.” Ucap Mark.


Para keluarga pun hanya tertawa melihatnya.


“Mama, aku ingin menggendong putri kecilku.” Pinta Freya menatap putri kecilnya yang ada dalam gendongan Mama Najwa.


Mama Najwa pun memberikannya, Freya menatap putrinya itu dalam lalu tersenyum membenarkan ucapan suaminya yang mengatakan bahwa putri kecilnya itu lebih cantik darinya bahkan lebih cantik dari Anind, “Dia sangat cantik kan bunda?” tanya Anind yang berdiri di samping Freya.


Freya pun menatap Anind, “Kamu juga cantik sayang.” ucap Freya.


“Memang putri-putri ayah itu sangat cantik.” Ucap Alvino menimpali.


Seluruh keluarga itu sangat bahagia atas kesembuhan Freya dan hilangnya ketakutan Anind menemui sang adik.

__ADS_1


__ADS_2