Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 92


__ADS_3

Dua minggu berlalu, kini semua keluarga disibukkan dengan persiapan pernikahan Salwa dan Devano yang akan dilaksanakan dua minggu lagi.


“Hubby! Apa aku sudah bisa kembali bekerja?” izin Freya begitu mereka sedang berbaring.


“Apa kamu sangat ingin bekerja?” tanya Alvino balik.


Freya pun menangguk, “Baiklah jika begitu, kau bisa bekerja. Tapi bagaimana dengan putra kecil kita?” tanya Alvino.


“Hubby tenang saja, aku hanya bekerja di rumah sakit hanya 6 jam saja. Aku pastikan putra kita tidak akan kekurangan apapun.” Ucap Freya.


Alvino pun hanya mengecup kening istrinya, dia mengerti istrinya itu sangat mencintai pekerjaannya maka dia akan melakukan apapun agar istrinya itu selalu bahagia, “Tapi ingat jangan sampai kelelahan. Hubby gak ingin kamu kecapean sayang.” Ucap Alvino.


Freya pun mengangguk tersenyum, “Terima kasih!” ucap Freya. Freya pun sudah memikirkan semuanya matang-matang, dia sudah memikirkan anaknya juga.


***


Dua minggu berlalu dengan sangat cepat, Hari ini adalah pernikahan dari Salwa dan Devano yang di adakan dengan sangat mewah.


Seluruh keluarga hadir dan seluruh rekan bisnis pun ikut hadir. Semua ingin melihat siapa pria beruntung yang menikahi seorang gadis pewaris tunggal dari perusahaan nomor dua di Negara ini dan nomor 5 di Asia.


Asal usul dari keluarga pihak laki-laki selalu saja dicari tahu tapi Alvino sudah menguncinya rapat-rapat agar tidak ada yang tahu identitas dari Devano.


Pernikahan itu berjalan dengan sangat lancar, siang tadi Salwa dan Devano sudah sah sebagai suami istri baik secara agama maupun Negara. Freya yang mendampingi Salwa ikut terharu melihat pernikahan itu karena dia tahu apa yang harus mereka lewati hingga saat ini bisa bersama.


“Selamat untukmu kak.” Ucap Freya.


“Kakak ipar, kenapa matamu selalu berkaca-kaca begitu. Ingat saja aku ini selamanya adik iparmu walau umurku dua tahun lebih tua darimu. Aku akan selalu merepotkanmu nanti.” Ucap Salwa lalu memeluk kakak iparnya itu erat karena dia tidak ingin Freya melihat bahwa sebenarnya matanya sudah berkaca-kaca juga.


***


Tiga hari berlalu, Salwa dan Devano pasangan baru menikah itu sudah berangkat kemarin ke Paris untuk bulan madu.


Freya pun kini sudah mulai masuk rumah sakit kembali dan seperti perkataannya dia hanya bertugas 6 jam saja sehari karena pihak rumah sakit tahu bahwa dia adalah istri dari pemilik saham terbesar rumah sakit F itu. Sampai saat ini Freya belum mengetahui apa arti dari nama rumah sakit itu.


“Ibu, dia sangat lucu.” Ucap Wina saat dia baru saja pulang sekolah dan gemas dengan tingkah putra majikan ibunya itu.


“Iya nak. Tuan muda memang sangat lucu.” Jawab bi wati.


Anand memang hanya ditinggal dengan bi Wati karena Freya tidak mempercayai baby sitter, dia hanya percaya kepada bi Wati saja.


“Nak, tolong bukain pintunya.” Ucap bi Wati kepada anaknya karena mendengar ada yang membunyikan bel.


Wina pun mengangguk dan segera menuju pintu depan untuk membuka pintu, “Assalamu’alaikum gadis aneh.” Salam Mark dan segera masuk melewati Wina yang masih di pintu apartemen.


“Kok kamu bisa kesini?” tanya Wina sinis.

__ADS_1


“Emang aku gak boleh kesini? Ini kan tempat tinggalnya kakakku.” Jawab Mark cuek.


“Emang kamu sudah minta izin kepada nyonya?” tanya Wina.


“Belum.” Jawab Mark cengesan.


“Terus kenapa kamu kesini?” tanya Wina.


“Siapa nak?” tanya Bi Wati datang menghampiri putrinya karena mendengar perdebatan.


“Ee,, tuan muda.” Sapa bi Wati melihat Mark.


“Aaa,, keponakanku. Kau sangat lucu.” Ucap Mark gemas melihat Anand yang ada dalam gendongan bi Wati.


Tidak lama setelah kedatangan Mark, Freya pun kembali.


***


Freya pun segera masuk ke apartemen lalu segera menuju kamar utama untuk membersihkan diri sebelum menemui putranya. Dia belum tahu bahwa Mark ada dalam apartemennya.


Setelah membersihkan dirinya Freya segera keluar kamar dan dia kaget melihat Mark sedang duduk santai menonton tv di ruang keluarga, “Dek, kau di sini? Sejak kapan disini?” tanya Freya menghampiri adik sepupunya itu.


“Kakak! Kau sudah pulang? Kok aku gak melihatmu?” tanya Mark balik lalu segera berlari memeluk kakaknya itu.


“Mark kau sudah besar sudah tidak bisa lagi memeluk kakak sembarangan begitu.” Ucap Freya lembut.


Freya pun tersenyum mengerti, “Bisa saja sih memeluk kakak tapi emang Mark gak malu gitu diliatin oleh Wina. Masa iya manja-manja sama kakak.” Ucap Freya.


“Malu sama gadis aneh seperti dia? Gak akan.” Ucap Mark.


“Gak boleh gitu.” Ucap Freya.


“Maaf!” ucap Mark. Freya memang selalu mengajarkan hal baik kepada adik-adiknya baik kandung maupun sepupu. Untuk itulah kenapa adik-adiknya sangat menyayanginya.


Freya pun menanyakan kenapa Mark bisa datang dan kemana orang tuanya. Mark pun mengatakan bahwa orang tuanya masih punya urusan penting.


***


Dua minggu berlalu, Salwa dan Devano juga sudah kembali tiga hari yang lalu dari Paris dan hari ini pasangan suami istri itu mulai kembali bekerja dengan Salwa sebagai CEO-nya sementara Devano menjabat sebagai Direktur Pelaksana.


“Kakak ipar, aku merindukanmu. Aku merindukan keponakan gantengku ini. Aaa,, lucunya.” Ucap Salwa segera meminta kepada Freya untuk menggendong Anand. Freya pun memberikannya.


“Cie,, cie,, yang baru pulang bulan madu. Terlihat sangat bahagia yaa..” goda Freya.


“Kakak ipar!” ucap Salwa malu.

__ADS_1


“Sudah ngisi belum?” goda Freya lagi.


“Kakak ipar, pertanyaanmu itu loh.” Ucap Salwa.


Freya pun tertawa karena melihat Salwa yang malu.


***


Seminggu berlalu, “Sayang, ada apa?” tanya Alvino.


“Gak tahu hubby, entah kenapa putra kita gak mau menyusu secara langsung padaku.” Ucap Freya bingung karena tiga hari terakhir ini Anand tidak mau menyusu padanya secara langsung dan hanya minum ASI dari dot saja.


“Sudah berapa hari seperti ini sayang?” tanya Alvino khawatir.


“Sejak tiga hari yang lalu.” Jawab Freya.


“Ouh Astagfirullah, kok kamu gak bilang sayang.” Ucap Alvino.


“Maaf! Aku pikir dia hanya,,” ucap Freya mulai berkaca-kaca.


Alvino pun langsung memeluk istrinya itu, “Maaf sayang, hubby gak marah kok. Lebih baik kita ke rumah sakit sekarang.” Ucap Alvino menenangkan istrinya karena entah kenapa akhir-akhir ini emosi istrinya seperti tidak terkontrol.


Freya pun hanya mengangguk. Lalu mereka segera bersiap-siap menuju rumah sakit, Alvino segera menelpon Fazar agar menghendel pekerjaannya hari ini. Freya pun tidak ikut masuk rumah sakit.


Tiga puluh menit kemudian kini mereka sudah tiba di rumah sakit tepatnya di ruangan anak. Dokter pun segera memeriksa Anand dan semuanya baik-baik saja, “Apa dia baik-baik saja dokter?” tanya Alvino.


Dokter itupun hanya tersenyum, “Suster Freya anda sudah terlalu khawatir maka untuk itulah anda tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi.” Ucap Dokter itu.


“Dokter sebenernya apa yang ingin kau katakan? Putra kami baik-baik saja kan?” tanya Freya.


“Dia baik-baik saja, bahkan perkembangan pertumbuhannya sangat bagus. Tapi kenapa hal ini bisa terjadi itu karena,, lebih baik suster Freya segera menemui dokter Rina.” Ucap dokter itu.


“Dokter Rina?” tanya Freya heran lalu kemudian dia mengerti.


“Apa maksud dokter,,” ucap Freya.


Dokter itupun segera mengangguk.


*


*


Happy reading guys !!😊


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.😊🙏🏻

__ADS_1


Mohon maaf jika ada typo guys !!🙏🏻😉


Maaf yaa baru sempat up, author masih punya kesibukan lain di dunia nyata. Author juga mau mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan. Mohon maaf jika author punya salah.🙏🏻🙏🏻😊


__ADS_2