
Singkat cerita, kini Mami Sinta dan Freya sudah tiba di mall terbesar yang ternyata cabang dari Aryawiguna Group.
Mereka pun berkeliling untuk melihat-lihat, “Nak, coba lihat ini!” ucap Mami Sinta memperlihatkan sebuah tas cantik kepada menantunya itu.
“Ini sangat cantik Mih.” Ucap Freya.
“Iya ini memang cantik. Kalau begitu ayo kita beli.” Ucap Mami Sinta segera membayarnya lalu segera memberikannya kepada Freya.
“I-ini untuk apa Mih?” tanya Freya.
“Ini untukmu. Mami membelikannya untukmu.” Jawab Mami Sinta.
“Mih, ini bukan punya mami? Kenapa memberikannya kepada Reya?” tanya Freya.
“Hey, ini sangat cocok hanya untukmu sayang. Mami memang membelikannya untukmu. Kamu harus menerimanya, tidak boleh menolak.” Ucap Mami Sinta.
“Mih, seharusnya mami gak usah membelikannya karena kak Vino sudah membelikan banyak untuk Reya.” Ucap Freya.
“I-itu kan suamimu yang membelikannya maka ini dari mami. Kamu terima saja.” Ucap Mami Sinta.
__ADS_1
“Baiklah. Terima kasih Mih.” Ucap Freya pasrah.
Mami Sinta pun tersenyum, sebenarnya mereka tidak harus ke mall karena semua kebutuhan mereka selalu di sediakan oleh suami mereka bahkan untuk Freya saja di rumah baru mereka itu sudah di sediakan khusus untuk koleksi Freya. Freya merasa memiliki mall sendiri di rumahnya dan itu semua Alvino yang menyediakannya. Alvino selalu membeli setiap seri yang di keluarkan oleh merek terkenal untuk istrinya itu. Untuk itulah Freya sangat jarang ke mall karena suaminya sudah menyediakan semua kebutuhannya.
Mereka pun berkeliling untuk melihat-lihat dan lagi-lagi Mami Sinta hanya membeli barang untuknya. Saat mereka berkeliling tiba-tiba, “Jeng Sinta, ini kau kan?” tanya seorang wanita yang seumuran Mami Sinta itu.
Mami Sinta yang di sapa pun melihat siapa yang memanggilnya, “Jasmin, apa ini kau?” tanya Mami Sinta balik.
Wanita yang bernama Jasmin itu pun mengangguk dan mereka pun berpelukan, “Ah, aku tidak menyangka akan bertemu kau di sini.” Ucap Jasmin.
“Kau benar. Ohiya kenalkan ini putriku.” Ucap Mami Sinta memperkenalkan Freya kepada temannya itu.
Freya pun hanya tersenyum, “Begitulah.” Balas Mami Sinta.
“Ohiya, apa kau kesini sendiri?” lanjut Mami Sinta bertanya.
Jasmin pun hanya tersenyum dan mengangguk, “Ya begitulah nasib tidak memiliki anak gadis sepertimu Sinta.” Ucap Jasmin.
“Daripada kita bicara berdiri begini apa lebih baik kita makan dulu begitu tapi jika kalian sudah selesai belanja.” Lanjut Jasmin.
__ADS_1
“Hmm,, aku setuju. Lebih baik kita bicara sambil makan.” Ucap Mami Sinta menyetujuinya.
Mereka pun segera mencari restoran di mall itu tapi sebelumnya barang-barang yang di beli oleh Mami Sinta dan Freya sudah di jemput oleh supir Mami Sinta untuk di letakkan di mobil.
***
“Kapan kau kembali?” tanya Mami Sinta begitu mereka selesai memesan pesanan mereka.
“Sebulan yang lalu hanya saja baru hari ini aku bisa jalan-jalan ke mall milikmu ini.” jawab Jasmin.
“Ah, kau bisa aja. Ini milik putraku bukan milikku.” Jawab Mami Sinta.
“Bukankah sama saja?” tanya Jasmin dan hanya di balas tawa oleh Mami Sinta.
“Ohiya bagaimana keluargamu?” tanya Mami Sinta.
“Suamiku saat ini sedang membuat kantornya di sini sedangkan putraku itu hanya sedang bermain-main dengan dunianya hanya dengan menjadi guru padahal papinya sudah memaksanya untuk masuk perusahaan tapi di tolaknya.” Jelas Jasmin.
“Sudahlah dia juga masih muda, sepertinya dia masih ingin menikmati masa mudanya.” Ucap Mami Sinta.
__ADS_1