Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 52


__ADS_3

Sementara di rumah Freya pun terjadi perbincangan yang sama antara Freya dan keluarganya.


“Mah, Pah, apa persiapannya sudah selesai? Kenapa sih Reya gak dilibatkan membantu?” tanya Freya kepada kedua orang tuanya itu.


Mama Najwa hanya tersenyum menanggapi putrinya itu, “Bukan kami tidak ingin melibatkan kau nak di persiapan pernikahanmu hanya sama Mama dan Papa ingin secara langsung merasakan mempersiapkan pernikahanmu. Kau adalah putri pertama kami, kami ingin mempersiapkannya sendiri. Apa kau ingin merenggut kebahagian kami saat mempersiapkan pernikahanmu nak?” tanya Mama Najwa.


Freya yang mendengarnya langsung memeluk mamahnya itu, “Mah, Reya kan udah bilang bahwa selamanya Reya tetap akan jadi putri sulung mami. Reya gak kemana-mana.” Ucap Freya.


“Pokoknya kau harus ingat nak, kau adalah tuan putri kami jadi kau terima beres saja. Kami yang akan menyiapkan pernikahan untukmu. Kami janji akan melakukan yang terbaik untuk putri kami. Yang harus kamu lakukan yaitu belajar mencintai calon suamimu.” Goda Papa Khabir.


Freya yang digoda oleh papahnya itu langsung saja memeluk papahnya, “Papah gak usah deh godain Reya. Reya tahu papah juga sedih Reya akan menikah. Iya kan?” tanya Freya.


“Gak kok papah gak sedih kan masih ada adik-adik kamu.” Ucap Papah Khabir bohong.


“Ah papah pintar ya bohongnya.” Ucap Freya yang masih memeluk papahnya itu.


“Heheheh,, kau benar nak papah gak nyangka aja putri kecil papi sekarang sudah besar bahkan akan segera menikah dan akan meninggalkan papah.” Ucap Papa Khabir.


“Reya gak akan ninggalin papah.” Ucap Freya.


“Gak bisa gitu dong kak, kan kakak akan segera menikah jadi kakak itu akan jadi milik suami kakak jadi kakak itu harus ikut suami kakak.” Ucap Friska.


“Ah kalian senang yaa kakak akan pergi?” tanya Freya menatap adiknya kesal.


“Tentu saja dengan begitu Papa dan Mama hanya akan jadi milik kami doing.” Ucap Frisya.


“Papa lihat tuh Riska sama Risya! Senang bangat deh godain Reya.” Adu Freya kepada papahnya.


“Kamu juga Re, sudah mau menikah masih aja manja.” Timpal Zein.


“Hey, kau ini biar begini aku itu tetap lebih tua setahun darimu. Kenapa kau tidak menghormatiku? Hah?” tanya Freya menatap Zein malas.


“Seharusnya kau itu yang harus menghormatiku karena walau aku lebih muda darimu tapi tetap saja aku itu pamanmu.” Ucap Zein tidak mau kalah.


“Paman apa’an. Ogah deh!” jawab Freya cuek.


“Nanti aku bilangin loh sama Alvino bahwa calon istrinya itu bar-bar.” Ucap Zein.


“Bilangin aja aku gak takut.” Ucap Freya.


Semua keluarga yang melihat pertengkaran Freya dan Zein itu hanya bisa tertawa. Pasalnya Freya dan Zein itu jarang akur, mereka akan akur hanya pada saat-saat tertentu. Freya sangat dekat dengan pamannya itu karena dia tidak memiliki adik laki-laki jadi Zein lah yang menjadi sasaran jika Freya ingin menggodanya.


#####

__ADS_1


Hari ini Freya dijemput oleh Alvino, karena mereka akan melakukan foto prawedding sekali lagi dan akan mengambil foto untuk buku nikah mereka.


“Kami pamit Mah, Pah!” ucap Alvino menyalami kedua orang tua Freya kemudian disusl Freya.


“Iya Nak. Hati-hati dijalan!” ucap Mama Najwa.


“Tolong jagain putri kami ya nak.” Pesan Papa Khabir.


Alvino hanya mengangguk mengiyakan ucapan calon mertuanya itu. Alvino pun segera membukakan pintu mobil untuk Freya. Setelah itu mereka segera berangkat.


“Dek, apa kamu sudah membawa berkasnya?” tanya Alvino memecah keheningan.


“Iya kak, aku sudah membawanya.” Ucap Freya.


“Nanti setelah mengambil foto kita akan segera ke KUA untuk mendaftarkan pernikahan kita.” Ucap Alvino. Freya hanya mengangguk.


Mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka baik tentang pekerjaan Freya maupun Alvino.


Kurang lebih satu jam kini mereka sudah sampai di tempat biasa mereka akan mengambil foto. Mereka pun segera turun dan mengganti pakaian mereka dan mengambil foto. Kurang lebih tiga jam akhirnya sesi foto itu selesai dan saat ini Alvino dan Freya sedang menikmati makan siang mereka setelah mereka mengambil foto.


Setelah selesai makan dan melakukan sholat zuhur mereka segera menuju ke KUA untuk mengantarkan dokumen mereka.


“Dek kakak ingin ke kantor, apa kamu mau ikut? Jika tidak kakak akan mengantarmu terlebih dahulu.” Ucap Alvino setelah mereka keluar dari KUA.


Mereka pun segera menuju ke kantor Alvino. Saat sampai disana banyak pasang mata yang melihat kedatangan presdir mereka itu. Freya memang sudah beberapa kali datang ke kantor calon suaminya itu tapi kali ini mereka datang bersama.


Alvino yang menyadari tatapan karyawannya, “Ohiya, perkenalkan ini calon istri saya. jadi jika dia datang segera saja ke ruangan saya tidak perlu meminta persetujuan dari saya.” ucap Alvino lalu segera pergi yang diikuti Freya di sampingnya yang saat ini tengah menunduk.


“Apa? Jadi itu calon istri presdir?”


“Mereka beneran pasangan yang cocok. Yang satunya tampan yang satunya lagi cantik. Ah aku jadi iri”


“Aku pikir itu hanya pacarnya tuan Devano.”


Banyak karyawan yang membicarakan Freya.


“Kenapa kamu diam dek?” tanya Alvino saat mereka sudah sampai di ruangan Alvino.


“Ah gak kak, aku gak apa-apa kok.” ucap Freya setelah sadar dari lamunannya.


“Gak apa-apa gimana kamu ngelamun gitu. Emang lagi pikiran apa sih?” Tanya Alvino memandang Freya yang sudah duduk di sofa dalam ruangannya..


“Gak mikiran apa-apa kok.” sangkal Freya.

__ADS_1


Alvino pun tidak memaksa Freya untuk mengatakannya.


“Kak, Reya boleh nanya sesuatu gak?” tanya Freya setelah lama berpikir.


“Tanya aja dek. Kakak pasti akan menjawabnya.” Ucap Alvino.


“Kakak gak takut apa jika ada bawahan kakak yang menjelekkan kakak karena membawaku kesini?” tanya Freya.


Alvino tersenyum mendengar pertanyaan calon istrinya itu dan sekarang dia mengerti kenapa calon istrinya itu bengong dari tadi karena dia memikirkan perkataan Alvino yang memperkenalkannya kepada karyawannya.


“Apa kamu mikiran perkataan kakak tadi yang memperkenalkanmu kepada mereka? Itu kakak lakuin agar mereka tahu bahwa kamu itu milik kakak agar para karyawan cowok yang ada disini tidak akan memandangmu dengan pandangan tertarik” ucap Alvino cemburu sambil mengingat jika Freya datang pasti para karwayan cowok akan melihat Freya dengan pandangan tertarik.


“Emang iya kaya gitu? Kok Reya gak ngerasa ya?” tanya Freya.


“Iya tahu.” Ucap Alvino kesal.


“Kok sekarang kakak kesal padaku sekarang, aku kan gak tahu mereka tertarik padaku. Aku juga gak bisa kan melarang mereka.” Goda Freya.


Alvino hanya cemberut saja, “Hahahah,, kakak lucu kalau lagi kesal. Kakak gak usah cemburu gitu mencintai kakak saja aku masih belajar apalagi harus mencintai mereka.” Ucap Freya serius.


Alvino yang mendengar calon istrinya ngomong seperti itu langsung tersenyum karena ternyata calon istrinya itu sedang belajar mencintainya.


“Terimah kasih dek, sudah membuka hatimu untuk kakak.” Ucap Alvino.


Alvino pun segera melanjutkan dokumen yang harus dia selesaikan. Freya pun sedikit membantu Alvino. Sedikit demi sedikit Freya juga mempelajari bisnis dari calon suaminya itu. Iya Freya memang memiliki bisnis Fotokopi dan Restoran jadi dia hanya memberikan saran saja kepada Alvino sedangkan Freya belajar manajemen perusahaan dari Alvino.


Saat jam sudah menunjukkan pukul 17.00 Alvino segera mengantar Freya kembali. Kurang lebih satu jam mereka sampai di rumah Freya. Alvino ikut mampir ke ruamh calon mertuanya itu. Alvino ikut sholat berjamaah bersama orang tua Freya sedangkan Freya dia sholat dikamarnya.


Setelah Freya sholat segera menemui Alvino yang hendak pamit, “Naka pa gak makan dulu?” tanya Papa Khabir.


“Gak usah pah, Vino sudah makan kok tadi bersama Reya. Nanti kapan-kapan Vino akan ikut makan.” Ucap Alvino sopan.


“Ya sudah kalau begitu. Reya kamu temani Alvino sebelum dia pergi.” ucap Papa Khabir setelah melihat putrinya itu keluar dari kamarnya.


Freya pun segera menemui Alvino, “Kakak pamit ya dek!” ucap Alvino.


“Iya kakak hati-hati. Ohiya ini ada hadiah untuk kakak. Semoga kakak suka. Bukanya nanti aja setelah kakak sampai.” Ucap Freya sambil menyarah sebuah kotak kecil kepada Alvino.


“Kamu kok repot sih Dek tapi makasih yaa,,” ucap Alvino sambil menerima hadiah dari Freya.


Dia pun segera pergi setelah pamit kepada Freya.


Ayo dong like, vote, dan beri gift agar author lebih semangat lagi nulisnya 

__ADS_1


__ADS_2