Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 7


__ADS_3

Singkat cerita, tidak terasa sebulan telah berlalu dengan cepat. Freya sibuk dengan penyusunan proposalnya yang kini telah masuk bab tiga. Selain itu juga, kegiatannya yang lain mengisi seminar-seminar online maupun offline baik daerah atau nasional.


Dan dipihak Alvino, dia juga sibuk dengan pengembangan bisnis perusahaannya. Dalam sebulan dia memimpin perusahaan, saham perusahaan telah naik drastic, sehingga Ayahnya sangat bangga terhadap putranya itu.


Selain itu juga, Alvino selalu menyempatkan ikut seminar yang pembicaranya Freya. Jika seminar itu offline maka dia hanya akan melihat dari CCTV. Dia memang sepertinya telah menjadi pengagum rahasia Freya.


Dia juga selalu mamantau kegiatan gadis yang dicintainya itu dari media sosial Freya. Karena saking sibuknya dia dengan perusahaan hingga lupa mengunjungi ibunya. Seperti saat ini, jika tidak ditelepon maminya maka sepertinya dia tidak akan pulang.


Drt.. drt.. drt..


“Halo, mih” jawab Alvino mengangkat telepon dari maminya


“Halo, nak. Apakah kau masih merasa punya mami? Kenapa belum mengunjungi mami di rumah?” Tanya maminya kesal dengan putranya itu yang tidak datang mengunjunginya setelah kembali dari Jerman.


“Bukan seperti itu mih. Vino masih sibuk dengan perusahaan.” Jawab Alvino


“Apa kau sangat sibuk sehingga mengunjungi mami pun gak bisa? Jika tidak bertemu denganmu saat peresmianmu maka mami mungkin belum melihatmu. Mami rindu padamu, Nak” ucap mami Alvino sedih


“Baik mih, jangan sedih yaa.. Vino janji akan makan malam bersama mami dan papi nanti. Okey? Mamiku sayang!” jawab Alvino merasa bersalah karena tidak mengunjungi maminya itu secara pribadi.


“Baiklah, mami tunggu” ucap mami Alvino


“Iya mih, Vino tutup teleponnya ya?” izin Alvino


“Eee,, tunggu. Kalau bisa ajak juga calon menantu mami!” ucap mami Alvino menggoda putranya.


“Mih, Vino belum ingin menikah. Vino masih ingin mengembangkan perusahaan Mih” Ucap Alvino lembut


“Iya mami tahu, nak. Perusahaan itu penting tapi menikah juga penting. Mami ingin segera menggendong cucu seperti teman-teman mami, Nak!” tutur maminya Alvino


“Ah,, akan ada saatnya nanti mami menggendong cucu tapi jangan paksa Vino mih”Ucap Alvino


“Baiklah mami gak akan memaksamu, tapi jangan lupa malam ini kau datang kalau nggak mami akan marah padamu” ucap maminya Alvino


“Baik mamiku sayang” Ucap Alvino


“Yaa sudah dulu mami, Vino tutup” sambung Alvino


“Iya, kau baik-baik disana, Nak” ucap maminya Alvino.


Alvino pun segera menutup teleponnya setelah mendapat persetujuan dari maminya karena dia takut maminya akan keterusan membahas calon menantu jika masih lama-lama bicara dengan mami kesayangannya itu.


#######


“Bagaimana mih, berhasil? Apakah dia akan datang?” Tanya papi Alvino setelah melihat istrinya telah selesai menelpon putra mereka.

__ADS_1


“Tentu dong, pih. Dia gak mungkin menolak maminya ini” jawab mami Alvino


“Ah, anak itu jika sudah ada yang ingin dia capai sampai melupakan orang tuanya” ucap papi Alvino


“Iya, pih. Makanya mami khawatir pih jika nanti dia tidak akan mendapatkan pacar karena sibuk dengan perusahaan” ucap mami Alvino


“Sudahlah, mih. Biarkan dia memikirkan masa depannya papi yakin jika sudah saatnya nanti dia pasti akan menikah. Kita doakan saja yang terbaik untuk putra kita” ucap papi Alvino


“Iya pih. Semoga putra kita mendapatkan jodoh yang akan menerima putra kita bukan hanya karena kekayaannya” ucap mami Alvino


“Iya, wanita seperti mami.”Ucap papi Alvino menggoda istrinya itu.


“Akh, papi. Sudah, mami ke dapur dulu mau membantu bibi untuk menyiapkan makan malam” ucap mami Alvino malu karena digoda oleh suaminya itu.


“Hahahah.. baiklah.” Ucap papi Alvino tertawa melihat tingkah istrinya itu.


“Masih saja malu” gumam papa Alvino tersenyum.


Papi Alvino pun segera pergi ke ruang kerjanya untuk memeriksa bisnis yang masih dikelolanya dan juga mengecek kenaikan sahan perusahaan yang dikelola putranya.


Orang tuanya Alvino meski mereka telah berumur tapi tetap saja masih romantis.


######


“Mih,, duduk dong. Ngapain bolak-balik kayak setrikaan seperti itu” ucap papi Alvino pusing melihat istrinya bolak-balik karena putra mereka belum datang.


“Bagaimana mami gak pusing pih saat putra kita belum datang sampai sekarang” ucap mami Alvino


“Iya papi tahu mami menunggunya tapi duduk dong mih, papi gak mau mami kelelahan bolak-balik seperti itu. Papi yakin dia pasti akan datang. Pasti masih ada urusan yang harus dia kerjakan. Mami duduk dulu yaa..” ucap papi Alvino


“Baiklah.. awas saja jika dia tidak menepati janjinya, mami akan marah padanya” ucap mami Alvino akhirnya duduk menuruti perkataan suaminya itu.


Sementara di kantor


“Lio, jam berapa itu?” Tanya Alvino kepada asistennya itu setelah mereka lembur menyelesaikan proposal untuk pengajuan kontrak dengan perusahaan yang ada di Singapura.


“jam 19.40 bos” Jawab Adelio


“Apa? Jam 19.40? Mami pasti akan marah padaku.” Ucap Alvino sambil memakai jasnya


“Lio cepat antar aku pulang ke rumah besar”sambung Alvino sambil melihat teleponya yang pasti telah banyak panggilan tidak terjwaba dari maminya itu.


“Ada apa pak?” Tanya Adelio penasaran


“Nanti saja sekarang antar aku pulang” jawab Alvino

__ADS_1


“Baiklah” ucap Adelio bersiap mengantar bosnya itu.


Saat ini mereka sudah ada di mobil, Adelio yang mengendarai mobil. Tiba-tiba maminya Alvino menelpon.


“Halo, mih” ucap Alvino


“Apa kamu lupa janjimu pada mami? Kenapa belum juga datang?” ucap mami Alvino


“Maaf mih, Vino masih membuat proposal sehingga melupakan janji bertemu dengan mami. Maaf ya mih, ini Vino sudah dijalan kok mih, 15 menit lagi sampai” ucap Alvino membujuk maminya


“Jika saja mami gak sayang padamu mami pasti sudah mencoretmu dari kartu keluarga” ucap mami Alvino


“Maaf mamiku, jangan coret aku yaa dari kartu keluarga” ucap Alvino. Membujuk walaupun dia tahu maminya itu gak mungkin melakukan itu karena hanya dia anak mereka.


“Baiklah, mami tunggu!” ucap mami Alvino


“Makasih mih, Vino sudah dijalan kok” ucap Alvino


“Yaa sudah mami tutup” ucap maminya


“Baik mih,” balas Alvino


Adelio yang dari tadi mendengar percakapan ibu dan anak itu akhirnya mengerti kenapa temannya itu terburu-buru dan bahkan sampai kaget hanya karena mendengar jam sudah puku 19.40. Ternyata hanya temannya itu memiliki janji dengan maminya.


“Takut di coret dari kartu keluarga ya?” Tanya Adelio


“Gak, aku takut ngecewain mami” ucap Alvino


“Baiklah, mana mungkin juga kau dicoret dari kartu keluarga, kau kan anak tunggal” ucap Adelio


“Iya, tapi tetap saja aku gak mau mami menunggu. Ah,, entah kenapa juga aku melupakan janji dengan mami” ucap Alvino mengucap wajahnya merasa bersalah


“Sudahlah, mamimu pasti akan mengerti” ucap Adelio


“Hmmm..” gumam Alvino


“Sesayang itu yaa kepada mamimu hingga gak mau dia menunggu apalagi kecewa?” ucap Adelio


“Mami adalah segalahnya bagiku Lio. Kau tahu itu” ucap Alvino


“Yaya.. aku tahu. Ya.. sudah kita akan segera sampai. Jangan khawatir bro” Ucap Adelio


Happy Reading readers😊


Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2