Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 95


__ADS_3

Kini di sebuah ruang tamu ada enam orang yang sedang duduk diam hanya saling memandang satu sama lain. Tidak ada yang berniat memulai pembicaraan dan itu sudah terjadi sejak 10 menit yang lalu.


“Hmm,,” papi William bergumam memecahkan keheningan yang sudah tercipta itu.


“Nak, bagaimana keputusan kalian?” tanya Mami Sinta.


Freya pun hanya memandang suaminya, “Kami sudah membicarakan masalah ini semalam dan kami sudah memiliki jalan keluarnya hanya saja kami gak tahu apa kalian akan menyetujui ini karena sejujurnya ini terasa konyol.” Ucap Alvino begitu di pandang oleh Freya, dia mengerti bahwa istrinya itu tidak ingin bicara karena dia masih sedih.


“Katakan saja solusinya, kami akan mendengarkannya.” Kali ini papa Khabir yang bicara.


“Hmm,, begini kami ingin Anand sendiri yang memutuskan untuk ikut siapa. Jika dia memang ingin ikut kalian maka Reya juga akan menyetujuinya tapi jika dia menolak maka putra kami tetap akan tinggal bersama kami.” Jelas Alvino.


“Nak, apa ini tidak terdengar aneh? Bagaimana mungkin bayi berusia 4 bulan bisa memilih untuk tinggal bersama siapa?” Tanya Mama Najwa heran.


“Ma,, kalian tahu aku tidak ingin tinggal berpisah dengan putraku maka hanya inilah jalan satu-satunya agar masalah ini selesai. Aku akan mengizinkan putraku tinggal bersama kalian jika dia akan memilih kalian nanti tapi jika tidak maka aku akan merawatnya. Aku pasti akan menjaga putraku dengan baik.” ucap Freya akhirnya walau dengan suara yang terdengar sedih. Alvino pun segera memeluk istrinya karena dia tahu keputusan ini pun sulit untuk istrinya itu. Karena siapa yang ingin tinggal terpisah dengan putranya walaupun mereka masih bisa saling mengunjungi tapi tetap saja hati seorang ibu pasti akan rapuh jika berpisah dengan anaknya.


“Tapi nak ini kami lakukan demi kesehatanmu. Kami tidak ingin melihatmu seperti ini. Kehamilanmu kali ini beresiko, jadi kami ingin kau menjaga kesehatanmu dan Anand itu cucu kami jadi pasti kami akan menjaganya dengan baik.” ucap Mama Najwa.


Mami Sinta pun hanya mengangguk membenarkan perkataan besannya itu walaupun dia mengerti bagaimana perasaan menantunya yang sangat menyayangi putranya itu. Tapi hal ini harus mereka lakukan bukan karena ingin membuat Freya jauh dari anaknya hanya saja hal ini mereka lakukan agar Freya tetap dalam keadaan fit menjaga kandungannya dan kesehatannya. “Nak!” ucap Mami Sinta.


Papi William menahan tangan istrinya karena dia pun mengerti keadaan menantunya itu, “Sudahlah kita turuti saja keinginan menantu kita. Walau ini terdengar sedikit konyol tapi tidak ada salahnya kita mencobanya. Tapi satu hal yang papi minta padamu putriku, jika nanti Anand memilih kami kamu gak boleh protes lagi. Dia akan tinggal bersama kami begitupun sebaliknya kami juga tidak akan protes jika dia tetap memilih dirimu. Bagaimana semua setuju kan?” tanya Papi William memandang semuanya.

__ADS_1


“Hmm,, aku setuju. Mari kita lakukan itu.” Ucap Papa Khabir.


Setelah semua menyepakati keputusan konyol itu akhirnya Anand dibawa ke ruang tamu untuk bisa memutuskan untuk tinggal bersama siapa. Terdengar aneh tapi hanya inilah solusinya.


Anand yang saat itu dalam gendongan bi Wati sedang tersenyum-senyum seolah-olah mengerti alasan dia dibawa kesana. Bayi kecil itu memandang semua orang yang ada disana lalu tersenyum kembali. Tibalah saat akan memilih Freya dan Mama Najwa berada di depan bi Wati yang dalam gendongannya ada Anand.


Bayi kecil itu memandang dua orang yang ada dihadapannya bergantian. Dia memandang Freya lama lalu memandang Mama Najwa juga lalu kembali memandang Freya, saat Freya dan mama Najwa memberikan tangan seperti meminta untuk menggendong bayi kecil itu kembali memandang dua orang dihadapannya itu dengan tersenyum. Dia juga kembali memandang Freya dalam lalu tidak lama kemudian dia pun menyerahkan tangannya meminta digendong kepada Mama Najwa tapi pandangan matanya masih menatap Freya seolah-olah mengatakan bahwa dia juga sedih berpisah dengan bundanya itu.


Mama Najwa pun segera menggendong cucunya itu. Freya yang sudah menduga hal itu dari awal hanya bisa menangis lalu memeluk suaminya. Karena entah kenapa hatinya mengatakan bahwa putranya itu akan memilih tinggal bersama kakek neneknya sejak dia bangun pagi tadi.


“Nak, kau tenang saja kami akan menjaganya dengan baik.” ucap Mami Sinta segera mendekati menantunya itu lalu memeluknya.


“Nak, kami akan menjemput ASI untuknya tiap pagi. Jadi kau tetap bisa menyusui putramu. Kami jamin nutrisinya akan terpenuhi dengan baik. Kami akan menjaganya dengan baik, kamu jangan khawatirkan apapun tentangnya. Yang perlu kamu lakukan jagalah kesehatanmu dan juga calon cucu kami dengan baik.” ucap Mama Najwa bergantian memeluk putrinya itu.


“Jangan menangis sayang, kamu gak malu tuh dilihatin putramu? Masa iya sudah akan memiliki dua anak masih cengeng?” goda Mama Najwa.


“Mama,,” ucap Freya tersenyum manja. Semuanya pun tersenyum karena akhirnya Freya bisa tersenyum.


Akhirnya setelah semua drama itu berakhir, barang-barang Anand pun sudah disiapkan oleh bi Wati. Anand akan tinggal bersama Papi William dan Mami Sinta lebih dulu nanti akan tinggal juga bersama Papa Khabir dan Mama Najwa. Mereka bergiliran menjaga cucu kesayangan mereka itu.


Saat akan Anand pergi, bayi kecil itu tersenyum meninggalkan Freya karena Freya pun sudah tidak terlihat sedih seolah-olah bayi kecil itu mengerti perasaan bundanya.

__ADS_1


***


“Hubby!” panggil Freya erat memeluk suaminya setelah mereka kembali dari mengantar Anand.


Alvino pun memeluknya Freya erat, “Kita akan mengunjunginya, kapanpun kau mau.” Ucap Alvino menenangkan istrinya.


“Kenapa dia lebih memilih Mami dan Mama daripada aku? Apa dia tidak menyayangiku?” tanya Freya masih memeluk suaminya.


“Dia sangat menyayangimu sayang. Kamu tidak lihat bagaimana bimbangnya dia saat memilih. Dia meminta mama menggendongnya tapi pandangannya padamu sayang. Itu membuktikan bahwa dia sangat menyayangimu hanya saja dia mengerti bahwa saat ini kau sedang mengandung calon adiknya. Hubby juga gak percaya bagaimana bisa bayi sekecil itu sebegitu perhatiannya kepada adiknya padahal mereka belum ketemu. Jadi yang bisa kita lakukan sekarang adalah menjaga kesehatanmu dan juga calon adiknya. Hubby yakin dia pasti akan sangat menyayangi adiknya nanti. Masih dalam kandungan saja dia sudah disayangi oleh kakaknya sebegitunya. Kamu lihat kan calon anak ayah bagaimana kakakmu itu menjagamu, kamu harus ingat dia adalah kakak yang paling perhatian di dunia ini jadi kamu harus menyayanginya juga yaa saat kalian bertemu nanti.” Ucap Alvino sambil mengelus kandungan istrinya itu yang sudah menginjak 2 bulan.


Freya pun makin memeluk suaminya untuk meredakan kesedihannya ditinggal putranya, dia juga mengakui bahwa putranya itu pasti akan sangat menyayangi adiknya.


*


*


Maaf yaa baru sempat up


🙏🏻🙏🏻


Masalahnya author masih sangat sibuk dengan ujian kuliah,, yaa author masih kuliah dan sekarang ini masih waktu ujian. Author nanti akan up setelah ujian nanti. Tungguin yaa!!🙏🏻🥺

__ADS_1


__ADS_2