
Sementara Alvino segera masuk ke kamar utama untuk mengganti pakaiannya, “Hubby, kau sudah tiba?” tanya Freya begitu melihat suaminya.
Alvino pun hanya mengangguk lalu segera mendekati sang istri untuk mengecup keningnya karena Freya sedang sibuk dengan sang putri. Setelah itu Alvino langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Freya yang sudah selesai mengganti pakaian Anind pun segera menuju wardrobe mengambil pakaian ganti untuk suaminya dan sang putra yang baru saja selesai mandi di bantu oleh Bi Wati.
Freya pun segera membantu sang putra mengganti pakaiannya, “Apa kakak menyukai pakaian ini?” tanya Freya pada putra kecilnya yang sangat pintar karena di usianya yang belum genap setahun sudah bisa menyebut semua anggota keluarga dengan benar.
Anand yang mengerti bahwa bundanya bicara padanya pun mengangguk, “Ouh, kakak sangat lucu deh.” Puji Freya sambil menciumi wajah sang putra. Di waktu yang bersamaan Alvino keluar dia hanya tersenyum melihat interaksi istri dan putranya itu. Alvino pun segera mengambil pakaian yang telah di sediakan oleh Freya lalu segera memakainya.
Freya yang sudah selesai membantu sang putra pun segera mendekati sang suami.
Cup
Alvino yang tiba-tiba di kecup oleh sang istri pun kaget apalagi di depan sang putra, “Aku tahu hubby cemburu melihatku menciumi putra kita tadi.” Ucap Freya lalu segera mendekati sang putri di ranjangnya.
__ADS_1
Alvino pun tersenyum karena istrinya itu mengerti dirinya, “Ohiya Queen tamu mami sudah ada di bawah.” Ucap Alvino segera mendekati istri dan kedua anaknya di ranjang.
“Sungguh? Tamu mami sudah tiba? Kok hubby gak bilang sih dari tadi.” Ucap Freya.
“Maaf sayang hubby lupa.” Ucap Alvino.
“Ah sudahlah ayo kita ke bawah saja temui mereka.” Ajak Freya segera menggendong sang putri yang memang tidak tidur itu.
Alvino pun segera menggendong sang putra mengikuti istrinya yang sudah lebih dulu keluar.
Sementara di bawah, Jasmin, Mami Sinta serta Papi William sedang terlibat pembicaraan bisnis keluarga mereka. Rezky hanya ikut mendengarkan pembicaraan ketiga orang dewasa itu.
Tiba-tiba Alvino dan Freya segera bergabung dengan mereka dengan kedua anak mereka dalam gendongan masing-masing. Papi William yang menyadarinya segera bicara, “Ouh cucu kakek udah wangi yaa.” Ucap Papi William.
Mami Sinta dan Jasmin pun segera mengikuti pandangan Papi William ke ruang keluarga, “Duduk nak.” ucap Mami Sinta mempersilahkan Freya duduk di sampingnya.
__ADS_1
Jasmin yang melihat itu pun bertanya-tanya, “Sin, bukankah dia putrimu? Di mana menantumu?” tanya Jasmin heran.
Alvino dan Papi William segera memandang Mami Sinta seolah bertanya apa maksudnya. Mami Sinta yang di tatap hanya bisa tertawa, “Ini menantuku. Bukankah menantu adalah putri bagi mertuanya?” ucap Mami Sinta menahan tawa.
“Maksudnya? Bukankah dia putrimu? Ah, tunggu apa kau membohongiku?” tanya Jasmin.
“Hahah,, aku gak membohongimu, dia memang putriku karena dia menantuku. Kamu saja yang gak bertanya dan menganggapnya putriku.” Jelas Mami Sinta masih saja tertawa karena berhasil membodohi temannya itu.
Sementara Papi William hanya menggelengkan kepalanya karena kelakuan istrinya yang tidak pernah berubah.
“Ah,, kau jahat Sin. Ku pikir dia memang putrimu anak keduamu. Ternyata dia menantumu. Dasar kau Sin!” ucap Jasmin.
“Maaf Jas, aku gak tahan untuk mengerjaimu.” Ucap Mami Sinta jujur.
Sementara Rezky yang duduk di sana yang sudah mengerti keadaannya hanya bisa memandang Maminya itu tajam karena hampir saja dia menjadi orang ketiga di rumah tangga panutannya.
__ADS_1