Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 34


__ADS_3

“Hallo, Assalamu’alaikum. Selamat pagi pak! Ini kami dari pihak rumah sakit F ingin memberitahukan bahwa pemilik ponsel ini sedang ada dirumah sakit F karena mengalami kecelakaan.” Ucap Freya to the point setelah tersambung.


Alvino yang mengenali suara Freya pun terdiam dan memastikan kembali bahwa yang menelponnya itu adalah maminya.


“Halo, apa ada orang?” Tanya Freya karena tidak ada yang menyahut.


Alvino pun segera tersadar.


“A-apa maksudnya dengan pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan?” Tanya Alvino gugup.


“Iya, itu benar. Pemilik ponsel ini sedang ada di ruang UGD rumah sakit F. Tolong yaa pak segera datang karena ibu itu sepertinya membutuhkan keluarga.” Ucap Freya.


“Apa Mami saya baik-baik saja?” Tanya Alvino.


“Mami? Ah, baiklah sepertinya bapak ini putra ibu itu. Bapak jangan khawatir ibu itu baik-baik saja, dia memang mengalami luka-luka tapi bukan luka serius. Mungkin akan segera dipindahkan ke ruang rawat.” Jelas Freya.


“Ah, baiklah. Terimah kasih sudah menghubungi saya. Saya akan segera kesana. Saya mohon tolong jaga barang Mami saya, nanti akan saya ambil!” ucap Alvino sambil berharap Freya mengabulkan keinginannya.


“Baiklah akan saya simpan, tapi saya tidak janji. Tapi tenang saja saya akan menitipkannya kepada perawat jaga. Baiklah, saya tutup dulu! Wassalamu’alaikum!” Ucap Freya.


“Wa’alaikumsalam!” jawab Alvino.


Alvino pun segera melaju ke rumah sakit bersama Salwa. Urusan kantor diserahkan kepada Adelio, untunglah Adelio belum mengajukan cuti.


Salwa ikut bersama mobil Alvino, sehingga diperjalanan Salwa yang menelpon Papi William. Papi William pun segera menuju rumah sakit setelah mendengar istrinya mengalami ksecelakaan.


Kurang lebih 30 menit, akhirnya Alvino dan Salwa sampai di rumah sakit F bersamaan juga dengan kedatangan Papi William.


Mereka pun segera masuk bersama menuju meja recepsionis.


“Maaf apa bisa bertanya, ibu yang mengalami kecelakaan baru-baru ini berada di ruangan mana yaa?” Tanya Papi William setelah sampai di meja recepsionis.


“Ouh,, yang dibantu oleh suster Freya itu yaa. Ibu itu sudah di pindahkan ke ruang rawat Mawar No. 2.” Jawab recepsionis.


“Terimah kasih suster!” ucap Papi William segera menuju ruang rawat yang dimaksud, yang disusul oleh Alvino dan Salwa dari belakang.


“Apa dia Freya yang sama?” Tanya Salwa kepada Alvino karena saking penasarannya.


Papi William yang mendengar pertanyaan Salwa pun menengok dan melihat putranya.


“Iya,, dia Freya yang sama. Dia juga yang menghubungiku memberitahu bahwa Mami kecelakaan.” Ucap Alvino pasrah karena melihat Papinya menatapnya.


“Kamu harus jelaskan ini nanti!” ucap Papi William karena mereka sudah tiba di ruangan Mami Sinta dirawat.

__ADS_1


Sementara Alvino segera menatap tajam Salwa sedangkan Salwa hanya berlagak seolah-olah tidak bersalah.


Mereka pun segera masuk.


“Mih, apa Mami baik-baik saja?” Tanya Papi William sambil menggenggam tangan Mami Sinta yang tertidur dengan beberapa luka yang sudah diperban dan juga terpasang infus.


Mami Sinta yang merasa bahwa ada yang memanggilnya pun segera tersadar.


“Pih, Papi di sini? Siapa yang menelpon Papi? Eh,, Vino, Salwa, kalian juga disini?” ucap Mami Sinta.


“Tentu saja kami disini, Mih. Mana mungkin Mami kecelakaan kami tidak datang!” ucap Alvino memegang tangan Maminya yang satunya.


“Mami juga kenapa harus menyetir sendiri? Kan bisa pakai supir! Kenapa juga harus ke butik? Biasanya Mami selalu ikut Papi jika ke butik tapi kenapa hari ini harus pergi sendiri?” ucap Papi William.


“Vino lihat tuh Papimu, masa Mami sakit Papimu justru memarahi Mami!” adu Mami Sinta kepada Putranya.


“Apa yang dikatakan Papi itu benar Mih. Biasanya kan Mami selalu ikut Papi. Bagaimana jika Mami..” ucap Alvino yang tidak bisa melanjutkan perkataannya.


“Baiklah. Maaf! Mami janji gak akan ulangi lagi!” bujuk Mami Sinta.


Tiba-tiba perawat datang untuk mengecek. Perawat pun segera memeriksa keadaan Mami Sinta.


“Alhamdulillah, Keadaan Ny. Sinta sudah membaik, tinggal memastikan untuk mengganti kasa jika sudah banyak darah!” ucap Suster.


“Terimah kasih suster!” ucap Papi William.


“Baik tuan akan segera kami urus pemindahan Nyonya.” Ucap suster.


“Maaf suster! Kami mendengar bahwa ada perawat yang menolong Aunty saya. Apa bisa kami bertemu dengannya?” Tanya Salwa yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Alvino.


“Ouh, perawat itu adalah mahasiswa profesi di sini. Suster Freya saat ini sedang menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kecelakaan Nyonya.” Ucap Suster.


“Apa kami tidak bisa bertemu dengannya? Saya ingin berterimah kasih secara pribadi kepadanya!” ucap Mami Sinta sambil memandang ke arah Alvino untuk melihat ekspresi putranya.


Sementara Alvino yang ditatap oleh Maminya berusaha untuk bersikap biasa saja.


“Ah, itu akan kami sampaikan kepada perawat senior yang menjadi pengawasnya Nyonya.” Ucap Suster itu.


“Baik, terimah kasih suster!” ucap Mami Sinta.


Perawat itu hanya mengangguk dan segera meminta izin untuk kembali bekerja. Tapi tidak lama setelah perawat itu pergi datang lagi seorang perawat.


Tok tok tok

__ADS_1


“Maaf! Tuan, Nyonya saya kesini untuk mengembalikan barang-barang nyonya! Selain itu juga saya ingin menyampaikan bahwa ruangan VVIP untuk nyonya sudah tersedia. Nyonya sudah bisa indah kesana sekarang!” ucap suster itu.


“Perawat yang menyimpan barang itu kemana?” Tanya Alvino.


“Ah itu, suster Freya lagi ke kampusnya tuan untuk mengantar laporan!” ucap suster itu.


“Baiklah suster. Terimah kasih sudah mengantar barang-barang itu kesini!” ucap Salwa.


Perawat itu pun hanya mengangguk hormat dan segera berlalu pergi. Setelah perawat itu pergi, Papi William dan Mami Sinta segera menatap putranya seolah meminta penjelasan.


“Vino akan jelaskan semuanya tapi sebelum itu kita pindah ruangan dulu.” Ucap Alvino setelah mengetahui kedua orang tuanya memandangnya serius.


Mami Sinta pun segera dipindahkan ke ruangan VVIP. Kurang 15 menit, akhirnya Mami Sinta sudah ada di ruangan rawat VVIP.


“Cepat jelaskan!” pinta Mami Sinta.


“Apa bisa nanti setelah Mami sembuh! Vino janji akan menjelaskan semuanya!” Tawar Alvino.


“Sudahlah Kak! Jelaskan saja kepada Aunty dan Uncle, kasihan mereka! Mereka juga pantas mengetahui calon menantu mereka.” Ucap Salwa yang langsung mendapatkan anggukan dari Mami Sinta.


“Apa gak bisa ditunda dulu?” tawar Alvino lagi.


“Mau sampai kapan kau akan menyembunyikannya?” Tanya Papi William.


“Maksud Papi apa?” Tanya Alvino, tapi dia langsung mengerti dan menatap tajam Salwa.


“Hey, kakak jangan menatapku seperti itu. Semua karena kecerobohanmu, aku sudah berusaha untuk menutupinya tapi kau sendiri yang meninggalkan jejak sehingga membuat Aunty dan Uncle tahu.” Ucap Salwa tidak mau disalahkan.


“Maksudnya? Jejak apa? Bicara yang jelas!” ucap Alvino.


“Kami menemukan foto seorang gadis dibawah bantalmu!” ucap Mami Sinta.


“Jadi? Foto yang hilang itu ada pada Mami?” Tanya Alvino dan langsung mendapat anggukan dari Mami Sinta.


“Makanya segera jelaskan kepada kami!” ucap Papi William.


“Baiklah. Mungkin memang sudah saatnya kalian tahu!” ucap Alvino pasrah.


Dia pun segera menceritakan semuanya, tidak ada yang terlewatkan. Bahkan dia juga mengatakan apa yang akan dia lakukan di masa yang akan datang kepada kedua orang tuanya yang langsung mendapatkan persetujuan dari kedua orang tuanya.


Kedua orang tua Alvino langsung merestui apapun pilihan putra mereka setelah mendapatkan penjelasan dari Alvino. Bahkan mereka akan mendukung apapun yang akan Alvino lakukan untuk memperjuangkan cinta sang putra.


Tidak lupa juga Alvino meminta kepada orang tuanya untuk tidak muncul atau mencari tahu kegiatan Freya sebelum dia lulus profesi. Kedua orang tua Alvino pun segera menyetujuinya.

__ADS_1


Happy reading guys!😊


Jangan lupa like, koment, vote, dan juga favorit🙏🙏


__ADS_2