Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 104


__ADS_3

“Sayang, ayolah!” bujuk Alvino.


“Gak hubby aku ingin melahirkan normal.” Jawab Freya menolak.


“Aku tahu, hanya saja aku tidak ingin kehilanganmu. Kita ambil jalan lain saja yaa please!!” bujuk Alvino lagi.


“Dokter, apa saya memang tidak bisa melahirkan normal?” tanya Freya menatap dokter Rina.


“Hmm,, Reya kau bisa melahirkan normal tapi beresiko. Untuk mengurangi hal itu lebih baik SC saja.” Jawab Hanna.


“Berapa persen resikonya?” tanya Freya menatap dokter Rina dan sahabatnya itu.


“Sayang!!” panggil Alvino.


“Hubby, percayalah aku dan anak kita pasti akan baik-baik saja. Aku tetap ingin melahirkan normal.” Ucap Freya memutuskan.

__ADS_1


“Queen!!” panggil Alvino pasrah karena dia tahu bahwa istrinya itu sama keras kepalanya dengannya jadi jika dia sudah memutuskan maka tidak akan bisa di ganggu gugat.


Tiba-tiba masuk Mama Najwa dan melihat kesedihan di mata menantunya, “Ada apa nak?” tanya Mama Najwa.


“Ma, tolong bujuk Reya untuk melahirkan SC saja. Aku tidak ingin kehilangan dia Ma.” Ucap Alvino segera mendekati ibu mertuanya itu.


Mama Najwa yang sudah mengerti keadaannya pun mendekati putrinya, “Nak!!”


“Aku akan melahirkan normal Ma. Jangan mencoba membujukku melahirkan SC.” Potong Freya.


“I-itu sepertinya resikonya 50% tapi itu bisa saja meningkat.” Jawab dokter Rina.


Alvino yang mendengarnya hanya bisa diam, “Hubby, Kemarilah!” panggil Freya.


Alvino pun segera mendekati sang istri, “Aku hanya butuh dukunganmu, aku gak butuh yang lain. Aku harap kau percaya pada pilihanku.” Bisik Freya lembut.

__ADS_1


Alvino pun hanya bisa menggenggam tangan Freya lembut sambil meneteskan air mata, “Baiklah, dokter lakukan yang terbaik untuk istriku.” Ucap Alvino akhirnya.


Dokter Rina dan Hanna serta bidan lainnya pun segera mempersiapkan persalinan Freya. Alvino bahkan menambah beberapa dokter untuk membantu proses kelahiran anak kedua nya karena dia tahu resiko yang sudah di ambil oleh istrinya. Dia hanya mengusahakan yang terbaik saja untuk mendukung keputusan istrinya seperti permintaan Freya.


Kurang lebih setengah jam, proses persalinan Freya pun segera di mulai karena pembukaan Freya sudah lengkap. Hal itu jugalah yang membuat Freya tidak menyetujui melahirkan normal karena dia sudah merasakan pembukaan.


Alvino dan Mama Najwa serta Mami Sinta menemani Freya di dalam ruangan. Satu jam kemudian akhirnya terdengarlah suara tangisan bayi di dalam ruangan itu. Proses persalinan Freya kali ini lumayan lama karena air ketuban Freya sedikit akibatnya kering.


Alvino yang menemani sang istri di dalam tidak hentinya berdoa dan langsung mengucap syukur begitu dia mendengar tangisan bayi dan tidak lupa juga dia mengucap terimah kasih pada sang istri.


Freya pun hanya tersenyum membalasnya karena tiba-tiba dia merasa pandanganya kabur, “Dokter, ada apa dengan istriku? Kenapa dia menutup matanya? ” tanya Alvino panic.


Dokter yang mendengar hal itu segera mendekati Freya, “Tuan, nyonya kalian keluar dulu. Biar kami yang melakukan ini. Nyonya Freya sepertinya kehabisan tenaga di tambah dengan tekanan darahnya yang rendah serta plasenta yang belum lahir.” Jelas dokter itu.


Alvino yang mendengarnya langsung saja merasa bahwa tulangnya seperti tidak tersambung, “Dia akan baik-baik saja kan?” tanya Alvino lemah.

__ADS_1


“Kami akan berusaha sebaik mungkin tuan.” Ucap dokter itu.


__ADS_2