
Hanna yang mendengar Freya telah sadar segera menuju ruangan perawatannya, “Re, aku merindukanmu.” Ucap Hanna memeluk Freya.
“Han, aku juga merindukanmu.” Ucap Freya.
“Kau jahat Re, kau selalu membuatku takut.” Ucap Hanna.
“Maaf!” ucap Freya.
Lama kedua sahabat itu bicara melepaskan kerinduan mereka. Alvino juga memberikan waktu kepada istri dan sahabatnya itu. Sementara dia segera menelpon ke rumah memberitahukan Freya telah sadar.
Para orang tua yang mendengar itu pun segera menuju rumah sakit, “Reya!” panggil Mama Najwa segera memeluk putri sulungnya itu.
“Ma!” ucap Freya membalas pelukan mamanya itu.
“Mama sangat bahagia sayang kamu sadar.” Ucap Mama Najwa melepas pelukannya.
“Mih!” ucap Freya melihat ibu mertuanya.
Mami Sinta pun segera mendekati Freya, “Dasar nakal! Kenapa tidurnya lama. Apa kau tidak merindukan kami.” Ucap Mami Sinta memeluk Freya.
“Maaf membuat kalian khawatir.” Ucap Freya.
Papi William dan Papa Khabir pun bergantian memeluk Freya, “Ma, Mih, dimana anak-anak?” tanya Freya.
“Mereka ada di rumah sayang.” jawab Alvino.
__ADS_1
“By, aku ingin bertemu mereka.” Ucap Freya.
“Kamu sehat dulu baru temui mereka.” Ucap Mama Najwa.
“Iya nak, jangan khawatir dengan mereka.” Timpal Mami Sinta.
“Sudah agar kamu cepat pulih ayo sekarang makan dulu.” Ucap Mama Najwa menyuapi putrinya itu dengan makanan yang sudah di antar oleh perawat.
“Aku gak menyukai ini Ma. Bisa kah aku makan coklat?” tanya Freya menatap suaminya.
Alvino pun menghela nafasnya, “Kamu makan ini dulu sayang, nanti hubby akan membelikanmu coklat tapi jika di izinkan oleh dokter.” Ucap Alvino.
Freya pun cemberut mendengarnya, “Jangan cemberut sayang. Bukankah kau ingin ketemu anak-anak maka dari itu kau harus pulih dulu. Nanti aku pasti akan membelikanmu banyak coklat. Ayo makan dulu.” Ucap Alvino lembut. Alvino terlihat seperti membujuk putrinya.
“Janji?” tanya Freya berbinar.
Para orang tua segera pulang begitu Mama Najwa selesai menyuapi Freya makan. Tidak lama Salwa dan Devano datang.
“Kakak ipar, aku merindukanmu!” ucap Salwa segera berlari mendekati Freya dan memeluknya. Salwa dan Devano segera menuju rumah sakit begitu tahu Freya telah sadar.
“Aku juga merindukanmu kak.” Jawab Freya.
“Huh, untung kau cepat sadar kak. Jika tidak maka aku gak tahu apa yang akan terjadi pada kakakku ini.” ucap Salwa.
Freya menatap suaminya itu, “Oh ya?” tanya Freya
__ADS_1
Salwa pun mengangguk, “Kau tahu kakak ipar dia seperti orang gila yang tidak terurus. Lihatlah penampilannya sudah tidak seperti seorang presdir.” Ucap Salwa.
Freya menatap suaminya dan membenarkan ucapan Salwa itu. Penampilan suaminya memang terlihat tidak terurus, dia tidak begitu memperhatikannya tadi.
“Wa, jangan bicara aneh-aneh deh.” Ucap Alvino.
***
“Maaf by!” ucap Freya menyentuh wajah suaminya itu begitu mereka berdua.
“Apa istriku ini mengkhawatirkanku sekarang?” goda Alvino.
“Kenapa hubby jadi begini? Kenapa tidak mengurus diri?” tanya Freya.
“Apa kamu sudah tidak mencintai suamimu ini jika seperti ini?” tanya Alvino.
Freya langsung memeluk suaminya itu, “Jangan bicara aneh-aneh deh. Aku akan tetap mencintaimu apapun yang terjadi.” Ucap Freya.
Alvino pun tersenyum membalas pelukan istrinya itu, “Terima kasih selalu menjagaku, menungguku di sini.” Ucap Freya yang mengetahui semuanya dari Hanna.
“Aku pasti akan melakukan itu untukmu sayang. Kamu adalah istriku dan aku tidak akan meninggalkanmu sedikit pun.” Ucap Alvino.
“Terima kasih untuk dua bulan menjagaku.” Ucap Freya tersenyum.
“Jangan berterima kasih. Aku mencintaimu Queen.” Ucap Alvino.
__ADS_1
“Aku juga mencintaimu My Lord.” Balas Freya.