Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 93


__ADS_3

Kini Alvino dan Freya sudah ada dalam ruangan dokter Rina, “Ada apa suster Freya? Apa anda punya masalah?” tanya dokter Rina ramah.


“Hmm,, begini dokter. Saya kesini ingin memeriksa kandungan.” Ucap Freya gugup.


“Ada apa? Apa anda merasakan sakit akhir-akhir ini pada perut anda? ” tanya Dokter Rina kaget.


“Dokter tenang saja saya baik-baik saja hanya saja saya ingin memastikan sesuatu. Apa bisa dokter melakukan USG kepada saya?” tanya Freya.


“Tentu saja!” jawab dokter Rina cepat karena dia tidak ingin dipecat oleh Alvino jika terjadi apa-apa pada istri yang paling dicintainya itu. Ya semua orang yang bekerja disana mengenal siapa itu Freya dan bagaimana Alvino memperlakukan istrinya itu dengan penuh cinta.


Dokter Rina pun segera melakukan USG dan tiba-tiba dia kaget melihat ke layar monitor. Dia pun memperjelasnya dan ternyata hal itu seperti dugaannya. Dokter Rina pun memandang Freya dan Alvino yang saat ini sedang menggendong putra mereka, “Ada apa dokter? Apa saya hamil?” tanya Freya begitu melihat perubahan wajah dokter Rina.


Dokter Rina pun hanya mengangguk. Alvino yang melihat itu pun kaget, “Dokter apa benar istri saya sedang hamil lagi?” tanya Alvino mendekati istrinya.


Dokter Rina pun memperjelas hasil USG-nya, “Ini zigot yang sedang berkembang, dia masih sangat kecil karena usianya baru mau menginjak 3 minggu. Suster Freya saat ini sedang mengandung tuan.” Ucap dokter Rina menjelaskan kepada Alvino.


Alvino pun menangis terharu melihat itu karena dia tidak menyangka secepat itu dia akan memiliki seorang anak lagi tapi di sisi lain dia juga khawatir, “Dokter, apa ini tidak akan berpengaruh kepada putra kami?” tanya Alvino.


“Kehamilan ini memang memiliki pengaruh banyak bagi ibu, anak yang sudah ada maupun janin karena,, maaf sebelumnya. Bukankah putra kalian baru berusia 2 bulan lebih jadi dia masih harus mengonsumsi ASI sementara suster Freya sudah mengandung dan tentu saja pengeluaran ASI akan memicu kontraksi dan akan menyebabkan keguguran kepada janin. dan pengaruhnya untuk ibu yaitu karena moodnya yang berubah-ubah dikarenakan hamil lagi maka dikhawatirkan dia akan menelantarkan anaknya yang masih kecil.” Jawab dokter Rina sambil membersihkan gel dari perut Freya.


Freya pun hanya diam saja mendengar itu karena dia sudah tahu resikonya, “Apa hal ini juga bisa menyebabkan anak tidak mau menyusu?” tanya Freya.


Dokter Rina pun kaget mendengar pertanyaan Freya, “Apa dia tidak lagi menyusu?” tanya Dokter Rina balik.


Alvino dan Freya pun hanya mengangguk, “Dia sudah tidak mau menyusu jika disusui secara langsung, dia hanya akan menyusu lewat dot saja dan itu sudah seminggu ini akhirnya saya memeras ASI untuknya dan tadi juga kami sudah dari dokter anak dan kami di perintahkan untuk menemui dokter.” Jelas Freya.


“Jadi suster Freya memang sudah memprediksikan kehamilan ini kan?” tanya dokter Rina.


Freya pun mengangguk, “Apa kehamilan ini memiliki pengaruh kenapa dia tidak ingin menyusu?” tanya Freya lagi.


“Secara medis tetap saja ada ibu yang tetap menyusui anaknya walau dia sedang hamil, hal ini bisa terjadi karena kandungan ibu itu sangat kuat. Tapi dalam kasus suster Freya sepertinya putra kalian sudah menyadari kehadiran adiknya untuk itulah dia tidak lagi menyusu secara langsung dan hanya minum ASI lewat dot saja. Sepertinya dia calon kakak yang sweet yang akan sangat menyayangi calon adiknya nanti.” Ucap dokter Rina.

__ADS_1


“Apa hal ini tidak akan berpengaruh bagi pertumbuhannya dokter?” tanya Alvino.


“Tuan tenang saja selama dia tetap minum ASI walau hanya lewat dot saja seluruh kebutuhannya pasti akan terpenuhi. ASI adalah salah satu gizi untuk bayi yang memiliki banyak nutrisi karena itulah mengapa medis menyarankan untuk memberikan ASI pada anak 1000 hari pertama bayi atau minimal 6 bulan pertumbuhannya.” Ucap dokter Rina.


Mereka pun melakukan konsultasi itu selama satu jam karena baik Alvino maupun Freya tidak ingin apapun terjadi pada putra mereka maupun calon anak kedua mereka.


***


“Sayang, mulai hari ini kamu jangan bekerja lagi yaa..” ucap Alvino begitu mereka tiba di apartemen.


Freya pun hanya mengangguk karena entah kenapa kehamilan keduanya ini cepat membuatnya lelah walaupun dia tidak mengalami morning sickness tapi dia hanya cepat lelah saja, “Hubby!” panggil Freya.


Alvino pun segera mendekati istrinya yang saat ini sudah di ranjang, “Ada apa? Apa kamu khawatir?” tanya Alvino lalu mengecup kening Freya.


Freya pun mengangguk, “Bagaimana jika aku tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi putra kita dan juga calon anak kita? Aku takut!” ucap Freya memeluk suaminya karena dia khawatir tidak akan bisa membagi kasih sayangnya dengan baik antara putranya dan juga calon anaknya yang saat ini ada dalam kandungannya.


Alvino pun segera memeluk istrinya itu erat untuk menenangkannya, “Kamu jangan takut, ada hubby di sini. Kita akan merawat mereka bersama-sama.” Ucap Alvino seraya mengecup rambut istrinya yang memang sedang digerai itu.


Freya pun hanya mengangguk. Dia sangat bersyukur memiliki suami yang selalu mendukungnya kapan saja, “Apa hubby menginginkan kehamilan ini?” tanya Freya memandang suaminya.


“Terima kasih my lord!” ucap Freya memeluk erat suaminya itu.


Alvino pun tersenyum dan memeluk istrinya juga.


***


Sebulan berlalu, Freya juga sudah sebulan ini hanya bedrest di rumah karena entah kenapa kandungannya ini terasa semakin berat dan dia menjadi semakin lelah. Tapi dia tetap menjaga putranya dengan baik, dia selalu memastikan bahwa putranya tidak kekurangan nutrisi apapun walau hanya tinggal minum ASI lewat dot saja karena putranya itu sudah tidak mau menyusu secara langsung.


Pernah dia menangis karena dia ingin menyusui putranya itu secara langsung tapi seperti yang sudah-sudah Anand menolaknya. Akhirnya dia menangis mungkin pengaruh hormon kehamilannya juga. Akhirnya bi Wati pun menelpon Alvino hanya untuk membujuk Freya agar tidak menangis lagi. Alvino yang mendengar hal itu segera pulang dan menenangkan istrinya karena dia tidak ingin istrinya kena baby blues jika emosinya semakin tidak terkontrol. Alvino juga selalu konsultasi dengan dokter Rina.


Seluruh keluarga baik Alvino maupun Freya belum ada yang tahu bahwa dia sedang hamil hanya bi Wati saja yang sudah diberi tahu karena dia yang menjaga Freya. Alvino juga berpesan agar bi Wati tidak memberitahukan ini kepada keluarga.

__ADS_1


“Bi, menantuku ada dimana?” tanya Mami Sinta mengunjungi apartemen Freya. Mami Sinta datang dengan tiba-tiba karena mendengar Freya tidak lagi bekerja di rumah sakit dan mendengar Freya sakit.


“Nyonya muda sedang ada di kamar tuan muda kecil.” Jawab bi Wati.


“Ngapain dia disana jika dia sedang sakit.” Ucap Mami Sinta.


“Nyonya besar anda jangan khawatir nyonya muda hanya menemati tuan muda kecil sedang tidur saja.” Ucap bi Wati.


“Sejak kapan dia sakit?” tanya Mami Sinta.


“Sebulan yang lalu.” Jawab bi Wati.


“Hah? Sebulan yang lalu? Kenapa Vino gak memberitahukan hal ini, awas saja anak itu kenapa dia menyembunyikan ini dariku.” Ucap Mami Sinta marah.


“Tuan muda tidak memberitahu hal ini karena kandungan nyonya muda,,” ucap bi Wati terpotong karena dia sara telah keceplosan.


“Kandungan? Kandungan siapa bi?” tanya Mami Sinta kaget.


“Jawab! Kandungan siapa bi?” ulang Mami Sinta lagi.


“Nyonya muda nyonya!” jawab bi Wati gugup.


“Jadi dia sedang mengandung? Freya sedang mengandung? Putriku sedang mengandung lagi? Apa aku akan segera memiliki cucu lagi?” tanya Mami Sinta beruntun karena saking bahagianya.


Freya yang mendengar keributan di luar dia pun segera keluar dan mendengar pertanyaan Mami Sinta kepada bi Wati, “Benar Mih, Mami akan segera memiliki cucu lagi.” Jawab Freya lemah.


*


*


Happy reading guys !!😊

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻😊


Mohon maaf jika ada typo guys !!🙏🏻😉


__ADS_2