
Tiga minggu berlalu, kini kandungan Freya sudah mendekati tanggal melahirkan yang di prediksi dokter. Kandungan Freya pun sangat sehat tidak ada masalah apapun pada kehamilannya ini.
“Sayang!” panggil Alvino memeluk sang istri erat ketiga bangun tidur.
“Ada apa suamiku? Kenapa kau sangat manja hari ini?” tanya Freya sambil mengelus kepala sang suami.
“Aku gak tahu sayang, aku hanya ingin memelukmu saja.” Jawab Alvino.
Freya pun hanya tersenyum, “Tapi hubby jika kau memelukku seperti ini terus nanti kita telat sholatnya selain itu juga jangan peluk erat-erat aku sedang hamil loh By.” Ucap Freya lembut.
Alvino pun langsung melepas pelukannya, “Maaf sayang ayah menyakitimu.” Ucap Alvino sambil mengusap perut sang istri.
“Sudah lebih baik ayo sholat.” Ajak Freya.
Alvino pun hanya bisa menurutinya.
__ADS_1
***
“Nak, bagaimana kandunganmu? Semua baik-baik aja kan?” tanya Mama Najwa.
“Tenang Ma, cucu mama ini baik-baik saja. Dia sangat sehat jangan khawatirkan apapun.” Jawab Freya.
Mama Najwa pun mengangguk tapi entah kenapa dia tetap khawatir, dia merasa akan ada yang terjadi sesuatu yang buruk tapi dia segera menghilangkan pemikiran itu.
Siang harinya, Freya mulai merasakan kontraksi tapi dia masih mengabaikannya karena kontraksi yang dia alami masih belum teratur. Selama dua jam dia mengabaikan kontraksinya hingga dia pun segera menelpon sang suami tapi sayang Alvino sedang mengikuti rapat dan ponselnya tertinggal di ruangannya.
Freya pun hanya mengangguk, Papa Khabir pun segera menyuruh sopir untuk menyiapkan mobil dan segera menggendong Freya menuju mobil sementara Mama Najwa masih menyuruh kepada Bi Wati untuk menjaga keempat cucunya serta menyampaikan kepada besannya bahwa Freya akan segera melahirkan.
Mami Sinta yang mendengar Freya akan melahirkan segera menelpon pihak rumah sakit dan tidak lupa dia menelpon Alvino. Lama Mami Sinta menelpon akhirnya dia menelpon Fazar asisten dari putranya. Begitu tersambung Mami Sinta segera mengatakan untuk menyuruh Alvino ke rumah sakit F karena Freya sudah di bawa kesana untuk melahirkan.
Alvino yang sedang melakukan rapat pun segera menghentikan rapat dan segera menuju rumah sakit begitu dia mengetahui sang istri akan melahirkan.
__ADS_1
***
Tidak sampai 30 menit, kini Freya sudah tiba di rumah sakit dan di sana seperti biasa sudah ada dokter Rina dan Hanna serta beberapa bidan yang sudah menyambutnya.
Freya segera di bawa menuju ruang bersalin karena ternyata dia sudah pembukaan 6. Tidak lama kemudian Papi William, Mami Sinta dan Alvino tiba bersamaan lalu mereka segera menuju ruang bersalin.
Alvino dan Mami Sinta segera masuk ke dalam ruang bersalin dimana sudah ada Freya dan Mama Najwa serta Hanna dan para bidan.
“Sayang, kenapa gak bilang?” tanya Alvino seraya mengecup kening Freya.
Freya hanya tersenyum, “Reya juga gak tahu by. Reya juga minta maaf yaa by jika punya kesalahan padamu.” Ucap Freya.
Alvino mengangguk, “Kamu gak salah apapun sayang.” ucap Alvino.
Freya pun hanya tersenyum dan tidak lupa juga dia meminta maaf kepada kedua ibunya itu. Mama Najwa yang melihat itu entah kenapa rasa khawatirnya semakin bertambah. Tapi dia berusaha menyembunyikannya karena tidak ingin ada yang terjadi.
__ADS_1