
Singkat cerita, kini Freya dan juga Hanna sedang menunggu giliran untuk ujian proposal.
“Re, aku gugup!” Ucap Hanna sambil memegang erat tangan Freya.
“Jangan gugup, Han. Kau pasti bisa. Ayo semangat!” Ucap Freya sambil membalas pegangan tangan Hanna.
“Huh,, Aku pasti bisa!”Ucap Hanna menyemangati dirinya.
“Kamu gak gugup Re?” sambung Hanna bertanya.
“Alhamdulillah Han, lumayan!.”Jawab Freya lalu melanjutkan kembali sholawatnya, karena itu adalah kebiasaannya saat sedang gugup.
Hanna pun yang melihat Freya sibuk bersholawat, dia pun ikut bersholawat dan berdoa agar ujian proposalnya lancar.
“Hanna Anastasya!”Panggil panitia ujian proposal sebut saja Nona S.
“Ah, aku?”Tanya Hanna kaget karena dia sibuk bersholawat.
“Iya, Han. Kau, Ayo semangat! Kau pasti bisa.” Ucap Freya memberi semangat sekaligus menyadarkan temannya itu bahwa dia yang di panggil.
“Baik, aku masuk dulu yaa.. doakan aku berhasil”Jawab Hanna sambil berdiri menuju ruangan ujian proposal.
“Iya, aamiin. Jangan lupa baca basmalah”Pesan Freya.
Hanna pun hanya menganggukkan kepalanya sambil berlalu masuk ruangan ujian, sementara Freya kembali melanjutkan sholawatnya. Tapi tiba-tiba, tidak lama datanglah seorang pria mendekati Freya.
“Halo, Selamat pagi!” Sapa pria itu.
“Selamat pagi juga” balas Freya sambil memandang pria yang menyapanya itu.
“Kak Adelio!” panggil Freya. Yah, pria itu Adelio.
“Apa aku menganggumu nona?”Tanya Adelio sopan.
“Ah, gak kok kak. Ohiya kak panggil saja Freya, jangan panggil nona. Bukankah kakak adalah temannya Hanna?” Ucap Freya.
“Ah, itu sudah terbiasa nona. Apakah nona keberatan?”Tanya Adelio.
“Karena kau akan menjadi Nona muda” sambung Adelio dalam hati.
“Baiklah, terserah kakak. Ohiya bagaimana kak Adelio bisa tahu kami ada disini?”Tanya Freya.
“Kalian kan mengatakan padaku bahwa kalian akan ikut ujian proposal.”Jawab Adelio.
“Kapan? Kok saya gak ingat!”Pikir Freya.
“Mungkin nona melupakannya.”ucap Adelio.
“Mungkin, heheheh”Ucap Freya tertawa.
“Ohiya, sudahlah lupakan itu. Apa nona sudah ujian proposal?”Ucap Adelio basa basi dan mengalihkan topik karena pasalnya Adelio mengetahui mereka ujian proposal dari CCTV tuannya.
Sementara Freya memikirkan kapan dia atau Hanna mengatakan mereka akan ujian proposal hari ini kepada Adelio tapi dia tidak bisa mengingatnya akhirnya dia berpikir mungkin Hanna yang memberitahu Adelio.
“Kok bengong nona?”Tanya Adelio menyadarkan calon nona mudanya itu.
“Ah, itu kak. Lagi memikirkan..”Ucap Freya.
“Pasti lagi memikirkan ujian ya?”potong Adelio.
“Heheheh, iya kak” jawab Freya cengesan.
“Ohiya, tadi kakak bertanya apa?” Sambung Freya.
__ADS_1
“Ohh itu, sudahlah lupakan, gak penting. Lebih baik nona fokus saja belajar untuk ujian proposalnya” ucap Adelio.
Freya menanggapinya hanya dengan tersenyum. Dia pun segera melanjutkan sholawatnya yang sempat tertunda.
Alvino yang melihat Freya tersenyum pun ikut tersenyum memandang wajah Freya yang sedang sibuk dengan sholawatnya.
Ting
Tiba-tiba telepon Adelio berbunyi dan sudah menduga itu pasti tuan mudanya yang cemburu.
Tuan Muda
“Jangan memandangnya seperti itu. Tugasmu bukan untuk memandangnya.”
“Ingat tugasmu”
“Apa gajimu mau ku potong atau ku pecat saja kau jadi asistenku sekaligus temanku?”
“Ingat, aku mengawasimu!”
Adelio hanya tersenyum membaca pesan tuan mudanya itu yang telah berubah dari tuan muda dingin sekarang menjadi tuan muda posesif. Adelio sudah terbiasa dengan pesan seperti itu, karena selama dua minggu ini dia selalu mendapat pesan seperti itu jika tuannya itu melihatnya memandang nona mudanya itu. Adelio pun bukan tipe orang yang merebut orang yang disukai temannya apalagi ini oleh tuan mudanya yang telah berjasa bagi kehidupannya.
Lima belas menit berlalu, akhirnya Hanna keluar juga dari ruangan ujiannya
“Bagaimana Han? Lancar?” Tanya Freya setelah melihat temannya itu keluar.
“Itu..”Ucap Hanna pura-pura sedih.
“Gak apa-apa Han”Ucap Freya memeluk temannya itu karena mengira temannya itu tidak berhasil.
“Re, aku,, aku,, berhasil Re.”Ucap Hanna girang.
“Kau membohongiku?”Ucap Freya melepas pelukannya.
“Kau tahu aku takut kau gak lulus Han, dan kau menipuku?”Ucap Freya pura-pura marah.
“Maaf Re, aku kan hanya bercanda. Janji gak akan lagi” Ucap Hanna membujuk.
“Aku gak percaya dengan janjimu karena kau selalu saja tidak menepatinya” Ucap Freya.
“Re, aku janji kali ini akan menepatinya. Suer”Ucap Hanna sambil jarinya membentuk huruf V.
“Aww, sakit Re”Aduh Hanna karena mendapat jitakkan Freya.
“Makanya jangan membohongiku.”Ucap Freya.
“Gini amat punya teman, bukan ucapan selamat yang didapat malah jitakkan”Ucap Hanna mengeluh.
“Hahahah,, baiklah-baiklah selamat untukmu temanku.”Ucap Freya kembali memeluk temannya itu.
“Makasih.”Ucap Hanna membalas pelukan Freya.
Adelio yang melihat tingkah dua teman itu hanya tersenyum dan kemudian mendekati dua teman yang saling berpelukan.
“Selamat yaa,, Han.”Ucap Adelio.
“Kak Lio?”Ucap Hanna kaget karena melihat Adelio ada dihadapannya.
“Ah, iya. Terimah kasih kak. Kapan kakak datang?”Sambung Hanna sambil melepaskan pelukannya pada Freya.
“Kak Adelio sudah ada disini sejak tadi” Ucap Freya.
“Iya, saya sudah disini sejak tadi” Ucap Adelio membenarkan ucapan Freya.
__ADS_1
“Maaf yaa kak, kakak jadi obat nyamuk deh antara aku dan Reya”ucap Hanna.
“Ah, gak apa kok. Saya mengerti”Ucap Adelio.
Tiba-tiba nama Freya dipanggil.
“Freya Nur Nabila Abraham”Panggil Nona S.
“Semangat Re, kau pasti bisa” Ucap Hanna menyemangi temannya itu.
“Iya, aku masuk dulu”Pamit Freya.
“Kak Adelio Freya masuk dulu, tolong jagain temanku ini”Pamit Freya pada Adelio.
“Sudah, ayo sana masuk”Ucap Hanna
“Semangat nona” Ucap Adelio.
Freya hanya menanggapinya dengan senyuman dan berlalu masuk ke dalam ruangan ujian.
“Nona?”Tanya Hanna karena penasaran kenapa Adelio selalu memanggil Freya dengan sebutan nona.
“Ah, itu. Karena sudah terbiasa saja”Ucap Adelio.
“Apa hanya karena itu?”Tanya Hanna ragu.
“Iya.”Jawab Adelio.
“Kok saya ragu? Apakah kak Lio sengaja mendekati kami?’Tanya Hanna.
“Hah, mana ada seperti itu. Apa kau mencurigai saya?” Ucap Adelio.
“Tentu saja karena kak Lio aneh aja sikapnya”Ucap Hanna.
“Hahahhh.. sepertinya kau memang punya insting yang kuat” Ucap Adelio sambil mengacak hijab Hanna.
“Kak Lio, asal kakak tahu aja semua wanita itu tidak suka jika rambutnya berantakan ataupun hijabnya berantakan, Huff”Ucap Hanna sebal sambil memperbaiki hijabnya.
“Maaf-maaf,,”Ucap Adelio.
“Baiklah, karena kakak sudah mengacak hijabku maka kakak harus mengatakan apa alasan kakak mendekati kami?”Ucap Hanna.
“Hahahah,, belum waktunya untuk memberitahumu. Jika sudah saatnya nanti saya pasti akan menjelaskan padamu. Yang perlu kamu ingat saya tidak bermaksud jahat.” Ucap Adelio.
“Ah, kak Adelio menyebalkan. Cepat katakan!” Ucap Hanna.
“Kau harus percaya pada saya. Itu saja sudah cukup.”Ucap Adelio.
“Kenapa saya harus percaya?”Tanya Hanna.
“Karena kita akan menjadi saksi penyatuan cinta sejati nanti”Ucap Adelio.
“Ah, kakak aneh.Cinta sejati?”Ucap Hanna.
“Iya, makanya dari itu saya hanya butuh kau percaya saja dan saya janji saya pasti akan menjelaskan padamu saat itu akan tiba.”Ucap Adelio.
“Baiklah-baiklah. Terserah kakak.”Ucap Hanna pasrah karena menganggap perkataan Adelio hanya hanyalannya saja.
Mereka pun sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.
Happy Reading readers😊
Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏
__ADS_1
Maaf jika banyak typo guys😄