Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 50


__ADS_3

“Silahkan Nona ikut kami! ” Freya pun mengikuti pelayan butik itu pergi setelah mendapat izin dari Alvino.


Sementara Alvino pun segera mencoba jas yang dipesan oleh maminya juga.


Freya dibawah ke sebuah tempat khusus dan yang melayaninya semuanya wanita. Sepertinya Mami Sinta sudah mengatur hal itu untuk kenyamanan menantunya.


Kurang lebih satu jam, akhirnya Freya keluar dengan gaun dan hijabnya.


“Tuan, nona sudah siap.” Freya hanya tersenyum melihat Alvino yang sedang duduk menunggu dengan setelan jasnya.


Alvino yang melihat Freya lagi-lagi takjub.


“Tuan, kami tahu Nona sangat cantik.” Ucap pelayan itu.


Freya hanya tersenyum, “Ah terimah kasih” Alvino segera sadar dan mengucapkan terimah kasih.


Freya pun segera mendekati Alvino.


“Kenapa kakak melihatku sperti itu? Apa ada yang salah dengan pakaianku?” tanya Freya.


“Gak ada, kamu sangat cantik!” ucap Alvino. Freya tiba-tiba blushing.


Yah, Freya sangat cantik dengan pakaian yang di pesan Mami Sinta, pakaian itu sangat cocok untuknya. Freya memang sangat cantik jadi hanya dengan sedikit polesan make up saja sudah terlihat cantik. Freya memilih make up natural karena dia tidak suka hal yang berlebihan.


“Terimah kasih!” ucap Freya.


“Ya sudah ayo kita berangkat.” Ajak Alvino.


Alvino dan Freya pun segera menuju gedung acara Salwa dilaksanakan.


#####


Saat tiba disana banyak kolega-kolega bisnis perusahaan Stevano maupun Aryawiguna sudah tiba.


Mami Sinta dan Papi William yang melihat kedatangan putra dan calon menantunya segera menghampiri mereka.


“Kalian datang?” tanya Papi William dan dibalas anggukan oleh Alvino sementara Freya hanya menunduk hormat.


“Nak, bagaimana kabarmu?” tanya Mami Sinta kepada Freya.


“Alhamdulillah baik nyonya.” Freya memanggil Mami Sinta dengan nyonya karena ini sepertinya acara formal.


“Kamu jangan memanggil seperti itu nak, bukankah Mami sudah mengatakan bahwa kau harus memanggil Mami.” tekan Mami Sinta.


“Mih, dia sepertinya bingung mau memanggilmu seperti apa disini karena ini acara formal.” Bela Papi William.


“Ouh, maafkan Mami Nak!” ucap Mami Sinta.


“Ah gak apa-apa Mih.” Ucap Freya.


“Ya sudah kamu ikut mami. Mari mami kenalkan kau kepada teman mami.” ajak Mami Sinta.


Alvino dan Papi William pun segera pergi menemui kolega bisnis mereka.


Sekitar kurang lebih satu jam mereka ada di acara itu sebelum Alvino pamit undur diri. Freya pun hanya ikut setelah menyelamati Salwa, calon adik iparnya yang ternyata lebih tua 2 tahun darinya.


#####

__ADS_1


“Apa teman-teman mami menyulitkanmu?” tanya Alvino saat mereka sudah dimobil


“Gak kok, mereka ternyata asik.” Ucap Freya tersenyum.


“Bagaimana pestanya menurutmu?” tanya Alvino lagi.


“Pestanya menyenangkan, hanya saja mungkin Reya yang belum terbiasa.” Ucap Freya jujur.


“Kau tidak harus terbiasa dengan itu jika itu tidak membuatmu nyaman. Kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan dan membuatmu nyaman. Kakak pasti akan mendukungmu.” Ucap Alvino.


Freya hanya tersenyum menanggapinya.


#####


Seminggu berlalu, hari ini adalah hari wisudanya Freya. Hubungan Freya dan Alvino pun semakin dekat, bahkan mereka sudah melakukan sesi Foto Pra-Wedding dengan beberapa tema, yaitu baju adat, sesuai profesi mereka masing-masing, pakaian santai dengan tema alam. Sesi foto itu dilakukan dengan cara islami sehingga tidak ada foto yang saling bersentuhan. Mereka juga sudah melengkapi berkas untuk kepengurusan ke KUA.


Freya dan keluarganya sudah tiba di universitasnya. Disana juga sudah ada Hanna dan Adelio beserta keluarganya.


“Han, akhirnya kita akan wisuda juga.” Ucap Freya.


“Iya Re.” jawab Hanna.


“Bagaimana dengan keponakanku? Apa dia baik-baik saja?” tanya Freya sambil mengusap perut Hanna.


“Iya, dia baik-baik saja Re.” jawab Hanna.


Acara wisuda pun segera dimulai, Freya dan Hanna termasuk lulusan terbaik. Setelah acara inti selesai mereka segera menuju ruang foto untuk mengabadikan wisuda mereka.


Saat sampai disana sudah ada Papi William dan Mami Sinta menunggu beserta orang tua Freya.


“Mami, Papi kalian ada disini?” tanya Freya langsung menyalami kedua calon mertuanya itu.


“Iya Nak. Vino juga akan kesini. Mungkin sebentar lagi.” Ucap Mami Sinta.


Mereka pun segera melakukan foto wisuda.


“Kakak ipar, selamat atas kelulusanmu.” Ucap Salwa tiba-tiba datang.


“Terimah kasih kak!” ucap Freya.


Tiba-tiba,


“Freya Nur Nabila Abraham selamat atas kelulusanmu. Maukah kau menjadi istriku?” tanya Alvino sambil berlutut dihadapan Freya memegang cincin.


“Kakak ini,, bukankah aku sudah menjadi tunanganmu?” tanya Freya.


“Iya itu benar tapi aku tidak melamarmu secara pribadi jadi meskipun terlambat. Maukah kau menjadi istriku?” tanya Alvino lagi.


Freya tersenyum memandang sekeliling yang sudah ramai melihat ke arahnya.


“Dek, kaki kakak sudah sakit ini. Apa kau tidak kasihan?” tanya Alvino.


“Siapa yang menyuruh kakak berlutut seperti itu? Reya sepertinya tidak menyuruh kakak.”goda Freya sambil tersenyum.


“Berdirilah kak!” sambung Freya.


“Gak sebelum kamu menjawabnya.” Balas Alvino.

__ADS_1


“Yaa,, sudah maka berlututlah seperti itu.” Ucap Freya acuh.


Kedua orang tua Alvino hanya tersenyum melihat putranya dikerjai oleh calon menantu mereka.


“Dek, ayolah jawab. Mungkin kakak sudah tidak bisa berdiri jika kakak berlutut disini lebih lama lagi.” Ucap A;vino.


“Apa hanya begitu perjuangan kakak?” tanya Freya.


“Gak, baiklah kakak akan seperti ini sampai kapanpun kau mau.” Tekad Alvino.


“Berdirilah kak, aku gak mungkin melakukan itu. Aku bersedia menjadi istrimu.” Ucap Freya tersenyum.


Alvino pun segera berdiri lalu memandang maminya atau Salwa.


“Sini biar Salwa yang pakaikan itu kepada kakak ipar.” Ucap Salwa.


Salwa pun segera mengambil cincin itu lalu memakaikannya kepada Freya. Cincin dipasangkan dijari tengah Freya karena jari manisnya sudah terisi cincin tunangan mereka sedangkan untuk jari manis lainnya itu dikosongkan untuk cincin pernikahan mereka. Mereka kembali melanjutkan kembali acara foto-foto, Alvino dan Freya mengambil foto bersama tapi tetap tidak bersentuhan.


Setelah selesai dari berfoto-foto, keluarga mereka kembali lebih dulu. Begitupun Salwa yang tadinya ikut kakaknya segera kembali ikut orang tua Alvino. Kini mereka tinggal berdua saja karena Hanna sudah diajak Adelio untuk diberi kejutan juga.


“Kita mau kemana kak?” tanya Freya saat mereka sudah dekat mobil Alvino.


“Kau akan tahu nanti, ini kejutan untukmu.” Ucap Alvino.


“Baiklah. Reya suka kejutan.” Ucap Freya tersenyum, Alvino pun ikut tersenyum.


“Ohiya, masih ada satu hadiah lagi untukmu, tunggu ya,,” Alvino segera mengambilnya dari dalam mobilnya.


“Ini,,” tanya Freya.


“Bukankah kau sangat menyukai boneka teddy bear?” tanya Alvino.


“Iya, sangat suka. Terimah kasih kak. Tapi boneka ini sangat besar bahkan tinggi Reya saja dilebihi.” Ucap Freya menerima boneka itu.


“Ya sudah kalau begitu sini biar kakak yang membawanya.” Ucap Alvino mengambil kembali boneka itu dan segera memasukkan kembali boneka ke mobilnya kembali.


“Ayo kita pergi.” ajak Alvino.


Mereka pun segera pergi menuju tempat kejutan Alvino yang tidak lain yaitu taman hiburan.


“Terimah kasih kak!” ucap Freya begitu tiba di taman.


“Jangan berterimah kasih mulu dek, ayo kita masuk.” Ajak Alvino.


Mereka pun bermain seharian itu di taman mini bisa dikatakan itu adalah kencan pertama mereka. Mereka terlihat seperti pasangan pada umumnya karena berbaur dengan masyarakat lainnya. Setelah dari sana mereka segera menuju restoran yang telah dipesan oleh Alvino untuk makan.


“Apa kau menyukainya dek?” tanya Alvino yang kini sudah ada dimobil untuk mengantar Freya ke rumahnya.


“Reya sangat menyukainya, hari ini adalah hari yang tak terlupakan untuk Reya. Terimah kasih kak!” ucap Freya tersenyum.


“Syukurlah kau menyukainya dek.” Ucap Alvino.


Alvino pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Freya. Mereka saling bercanda.


Maaf yaa kurang greget atau apalah author belum berpengalaman untuk membuat suasana romantis. Tapi siapa disini yang ingin menjadi Freya?


Happy Reading Guys !!

__ADS_1


Jangan Lupa Like, Komen, Vote, Gift dan Favoritin,,


__ADS_2