Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 116


__ADS_3

Anind tetap mengabaikan kakaknya dan pergi mencari seseorang, “Kak Danish!!” panggil Anind.


Danish yang sedang sibuk dengan adiknya segera menengok begitu melihat siapa yang memanggilnya. Dia pun tersenyum lalu mendekati siapa yang memanggilnya, “Iya, ada apa princess?” tanya Danish lembut sambil menatap mata gadis cantik yang hanya beda setahun lebih darinya itu.


“Anind boleh minta tolong ambilkan coklat itu? Anind ingin memakannya hanya saja kakak melarang dan tidak mau ambilkan.” Ucap Anind kecil mengadu sambil menunjuk coklat di tumpukan meja.


Danish pun melihat yang di tunjuk oleh Anind, “Baiklah, kalau begitu let’s go ayo kita ambil princess.” Ucap Danish memegang tangan gadis kecil itu dengan erat lalu mendekati tumpukan coklat di meja.


Anand yang melihat adiknya itu membawa Danish pun kesal dan segera mendekati adiknya,“I-ini!” ucap Danish memberikan coklat itu untuk Anind. Anind pun tersenyum girang menerimanya.


“Dek, bukan sudah kakak katakan kamu jangan makan coklat lagi nanti gigimu berlubang.” Ucap Anand begitu mendekati Anind.

__ADS_1


“Sudah biarkan saja Anand.” Ucap Danish membela Anind.


“Aku tidak bicara padamu kak, aku bicara pada adikku.” Balas Anand tanpa menatap Danish.


Anind pun segera menangis karena Anand memarahinya, “Ah kakak jahat. Anind hanya ingin makan coklat itu. Kenapa gak boleh? Anind juga kan rajin sikat gigi. Hiks,, hiks,,”Anind menangis membuat Anand memijat kepalanya karena jika adiknya itu sudah menangis maka dia pasti akan luluh dan tidak akan memarahi adik kesayangannya itu.


“Sudah princess jangan menangis nanti jelek loh.” Bujuk Danish tapi Anind tetap saja menangis.


Anind pun tersenyum lalu langsung menghentikan tangisnya dan segera memeluk sang kakak, “Terima kasih kak. Anind menyayangimu.” Ucap Anind.


Sementara Freya yang baru saja keluar melihat putra dan putrinya itu berpelukan mendekat, “Ada apa ini kok berpelukan gak ngajak bunda?” tanya Freya tersenyum.

__ADS_1


Anand dan Anind pun melepaskan pelukan mereka dan menatap Freya, “Heh, adik nangis?” tanya Freya melihat bekas air mata di pipi putrinya itu.


Anind pun mengangguk, “Kenapa?” tanya Freya.


Anind pun hanya diam saja karena dia tidak ingin sang kakak di marahi bundanya itu, “Bukan apa-apa kok bunda.” Jawab Anind menatap kakaknya.


Freya pun mengerti pasti putrinya itu menangis karena putra sulungnya tapi dia hanya tidak ingin mengatakannya, “Ya sudah begitu ayo kita mulai acaranya sayang. Ini kan ulang tahunmu.” Ucap Freya lalu menggendong putrinya itu.


Alvino yang sibuk bicara dengan teman-temannya segera ikut mendekat ke sang istri, “Princess, sini sama ayah.” Ucap Alvino mengambil Anind dari gendongan sang istri.


Acara pun di mulai semua orang mengucapkan serta memberi doa kepada princessnya Alvino dan Freya itu dan tidak lupa mereka juga pasti membawa hadiah masing-masing. Semua orang sangat kagum dengan kecantikan Anind yang semakin hari semakin bertambah cantik, imut dan menggemaskan.

__ADS_1


Anind juga tidak hanya cantik tapi dia juga sangat pintar terbukti dengan dia sudah menyelesaikan bacaan iqra’ nya dan kini sudah mulai membaca Qur’an sedangkan sang kakak sudah lama Qur’an. Yah kedua anak Freya dan Alvino itu sudah di ajari agama sejak kecil bahkan Anind kecil sudah di pakaikan pakaian syar’i dari kecil dan hingga kini dia berumur tiga tahun Anind selalu berpakaian syar’i.


__ADS_2