
“Halo, Assalamu’alaikum ibu. Ini Alvino!” ucap Alvino.
“Iya, Nak! Apa tidak sebaiknya kalian kenalan secara langsung dulu?” tanya Mama Najwa.
“Kami bisa melakukan perkenalan setelah lamaran. Maafkan Vino bu, mungkin menurut ibu ini terlalu cepat hanya saja Vino tidak ingin ada hal yang tidak diinginkan terjadi. Vino pun tahu bahwa lamaran butuh persiapan tapi Vino janji hal itu akan Vino atasi.” Ucap Alvino.
Freya yang duduk dekat Mamahnya pun mendengar hal itu segera meminta ponsel Mamahnya juga.
“Maaf, saya menyela! Ini Freya! Tuan Vino jangan khawatir saya tidak akan berubah pikiran, itu sudah keputusan saya. Jika hal itu yang tuan Vino khawatirka hingga mempercepat lamaran ini.” Ucap Freya.
Alvino yang mendengar suara Freya pun langsung kaget dan menjadi tidak fokus seolah-olah suara Freya mengalihkan dunianya.
“Mmmm,, bu-bukan se-seperti itu nona.” ucap Alvino gagap.
Freya yang mendengarnya hanya tersenyum, “Baiklah, saya mengerti! Baik saya kabulkan keinginan tuan Vino yang ingin melakukan lamaran besok. Baik kami tunggu!” ucap Freya yang mengagetkan semua orang.
“Kakak, kau serius?” tanya Friska yang dari tadi mendengar dan Freya hanya mengangguk. Sementara orang tua Freya hanya diam tanpa bertanya.
“Tapi lamaran butuh persiapan, bagaimana jika hasilnya tidak maksimal? Apa tuan Vino bisa menerimanya? Apa tuan Vino ingin lamaran dari seorang pewaris tunggal kaya raya hanya biasa saja?” tanya Freya beruntun.
“I-tu,,” jawab Alvino.
“Maafkan saya tuan Vino. Saya tahu tuan Vino memiliki banyak anak buah dan pasti mereka akan melakukan apapun yang tuan Vino perintahkan tapi mereka juga manusia biasa yang tetap akan merasa lelah.” Ucap Freya.
“Jadi saya minta kepada tuan Alvino bisa bersabar karena ini butuh persiapan, mungkin tiga hari cukup.” Sambung Freya.
“Baiklah! Maafkan saya, saya melakukan itu hanya karena,,” ucap Alvino.
“Saya mengerti!” potong Freya.
“Baiklah, berarti lamarannya akan dilakukan hari Kamis. Maafkan saya sudah mengganggu waktunya nona.” Ucap Alvino.
“Panggil saja Freya. Terimah kasih atas pengertiannya.” Ucap Freya.
Panggilan pun segera berakhir setelah hari lamaran telah disetujui oleh kedua calon mempelai.
“Dasar tidak sabaran!” ucap Freya setelah sambungan telepon berakhir.
“Bukan tidak sabaran kak, hanya saja dia tidak ingin kakak berubah pikiran.” Ucap Friska.
“Nak, apa kau yakin tiga hari cukup?” tanya Mama Najwa.
__ADS_1
“Cukup, Mah. Kau tenang saja, lamaran putri kita pasti akan meriah.” Balas Papah Khabir.
“Makasih pah.” Ucap Freya tersenyum.
Sementara disisi lain,
“Hahahahh,, kasihan kau kak! Akhirnya aku bisa menyaksikan secara langsung kekalahanmu.” Ledek Salwa tertawa setelah sambungan telepon berakhir.
“Rese kau Wa!” ucap Alvino.
“Sudah jangan bertengkar. Kita hanya punya waktu tiga hari untuk mempersiapkan ini. Ayo kita bergerak!” ucap Mami Sinta.
Mereka pun mulai sibuk dengan segela persiapan lamaran, ada yang langsung memesan pakaian lamaran dan segala hal yang menyangkut lamaran. Semua sibuk baik pihak Alvino maupun pihak Freya.
#####
Tiga hari kemudian, hari ini tepat lamaran Freya dan Alvino dilaksanakan. Alhamdulillah persiapan lamaran selesai tepat pada waktunya. Rumah keluarga Freya sudah dihiasi dengan indah untuk acara lamaran semua serba pink karena Freya sangat menyukai warna pink. Tapi satu hal yang unik nama calon mempelai laki-laki dan perempuan belum tertulis dimanapun dalam dekorasi lamaran. Jadi hal itu membuat tamu undangan penasaran siapa calon mempelai prianya. Freya sibuk di make up karena tinggal dua jam lagi lamaran akan dilaksanakan.
Sementara keluarga mempelai laki-laki pun sama sibuknya karena mereka harus berangkat dari kediaman keluarga orang tua dari pusat kota menuju kediaman Freya di desa.
“Nak, apa sudah siap semuanya?” tanya Mami Sinta.
Seluruh persiapan lamaran, mulai dari hantaran sudah diletakkan dalam mobil dan seluruh keluarga sudah siap-siap. Ada keluarga inti Alvino, Salwa dan orang tuanya, Adelio dan Hanna juga ikut keluarga mempelai Pria dan Devano juga tidak ketinggalan.
Tiba-tiba Alvino datang dengan pakaian lamarannya, “Ah, tampannya kakakku!” ucap Salwa sambil mendekati kakaknya.
Papi William dan Mami Sinta yang melihat putra mereka ikut terharu karena mereka tidak menyangka putra kesayangan mereka akan segera melamar anak gadis orang hari ini.
“Ah, kamu sangat tampan Nak!” ucap Mami Sinta memeluk Alvino.
“Iya sayang, keponakan bibi sangat tampan.” Ucap Mami Santi ibunya Salwa kembaran dari Mami Sinta.
“Terimah kasih Mami, Bibi.” Ucap Alvino.
“Baiklah, karena sekarang sudah siap semuanya maka ayo sekarang kita berangkat.” Ucap Papi William.
Mereka pun segera berangkat menuju kediaman Freya.
Kembali lagi ke kediaman Freya. Freya sudah selesai di make up dan saat ini sedang memakai pakaiannya.
“Kau sangat cantik sayang!” ucap Mama Najwa.
__ADS_1
“Iya, kakak sangat cantik!” ucap Frisya diangguki Friska.
“Hey, ayolah jangan sedih!” ucap Freya setelah melihat Mama dan kedua adiknya sedih. Freya pun langsung memeluk Mama dan kedua adiknya bergantian.
“Freya gak akan kemana-mana kok. Reya akan tetap jadi putri sulung Mama dan kakak kalian. Apa Reya harus menolak lamaran ini?” tanya Freya.
“Ahh,, kakak!” peluk Friska dan Friska kepada kakak mereka.
Yah, walaupun Freya keras kepada kedua adiknya tapi tetap saja dia sangat menyayangi kedua adiknya itu.
#####
Kini jam sudah menunjukkan pukul 14.11, itu berarti sedikit lagi proses lamaran akan segera dimulai. Mempelai pria dan keluarganya sudah tiba sekitar setengah jam yang lalu.
Hanna sudah ada dikamarnya Freya, dia setelah tiba langsung menemui Freya. Hanna pun menceritakan semuanya kepada Freya tanpa ada yang dia tutupi tentang Alvino.
“Jadi kau sudah tahu semuanya? Dan tidak mengatakan apapun padaku? Lebih teganya lagi kau justru bergabung dengannya? Kau ini sahabatku atau sahabatnya?” tanya Freya.
“Oh, ayolah Re jangan marah. Aku kan sudah jujur padamu.” Ucap Hanna.
Pembicaraan mereka berhenti setelah mendengar acara lamaran segera dimulai. Semua proses acara berjalan lancar, kini tibalah pada acara inti. Freya pun keluar ditemani Hanna dan kedua adiknya dibelakang.
Semua mata tertuju kepada Freya terlebih Alvino, lagi-lagi dia terpana melihat Freya. Freya hanya tersenyum melihat semua tamu undangan yang ada dan segera duduk ditengah-tengah kedua orang tuanya dan berhadapan dengan Alvino dan kedua orang tuanya.
Ini adalah pertemuan kedua Alvino dan Freya secara langsung yang diingat Freya karena selama tiga hari terakhir ini mereka disibukkan dengan persiapan lamaran hingga bertemu saja tidak.
Acara pun dipandu oleh pembawa acara dan tibalah pada acara intinya dimana proses lamaran itu dimulai. Alvino pun segera berdiri untuk mengucapkan lamarannya begitupun dengan Freya dia juga berdiri.
“Assalamu’alaikumsalam Wr. Wb., saya berdiri disini berada dihadapan wanita yang sangat saya kagumi selama ini untuk menyampaikan maksud yang tidak lain yaitu meminta agar sekiranya bersedia untuk menjadi teman hidup saya. Saya bukanlah pria yang bisa mengatakan kata romantis. Saya juga sangat susah berpuitis. Saya disini meminta kepada bapak dan ibu agar sekiranya menerima lamaran saya. Saya tahu saya tidak bisa mengganti kebahagian yang telah bapak dan ibu berikan kepadanya tapi saya akan berusaha dengan semampu saya untuk membahagiakannya.” Ucap Alvino.
“Kami akan menerimanya jika putri kami juga menerimanya.” Ucap Papa Khabir tersenyum.
“Terimah kasih! Sepertinya semua keputusan ada di tangan wanita yang saya kagumi. Saya jadi takut jika ditolak.” Canda Alvino untuk menghilangkan kegugupannya. Freya hanya tersenyum mendengarnya.
“Assalamu’alaikum, Dek Freya! Saya disini meminta kepadamu dengan segala kemurahan hatimu sekiranya menerima saya menjadi teman hidupmu. Seperti yang telah saya katakan tadi saya bukanlah orang yang pandai berpuitis. Saya juga tidak bisa menjanjikan kepadamu bahwa kehidupanmu setelah menikah dengan saya akan bahagia karena pernikahan itu membutuhkan dua orang yang saling memahami untuk menciptakan pernikahan yang bahagia. Jadi dengan mengucapkan basmalah, Bismillahirrahmanirrahim, saya Muhammad Alvino Putra Aryawiguna meminta kepadamu Freya Nur Nabila Abraham untuk menemani saya menciptakan pernikahan yang bahagia.” Ucap Alvino.
Hmm,, kira-kira Freya akan menerimanya atau tidak ya?
Happy Reading Guys !!
Jangan Lupa Like, Koment, Vote, Gift, dan Favoritin,,
__ADS_1