
Tiga minggu berlalu, kini laporan Freya maupun Hanna sudah diterima dan tiga hari yang lalu mereka mempresentasikan hasil laporan mereka dan mendapat nilai memuaskan dengan predikat cumlaude. Mereka tinggal menunggu wisuda yang akan dilakukan akhir Februari.
Di sela-sela menunggu waktu wisuda baik Freya maupun Hanna tengah sibuk belajar dan melakukan pendaftaran untuk mengikuti UKOM. Mereka tengah disibukkan oleh persiapan menghadapi UKOM.
“Re, aku sangat senang akhirnya kita tinggal menunggu wisuda profesi!” ucap Hanna lega.
“Iya, Alhamdulillah. Tapi kita mesti harus belajar untuk UKOM karena kita sudah melakukan pendaftaran” ucap Freya.
“Kau benar. Aku juga sekarang sedang mempelajari kasus-kasus yang kemungkinan akan muncul.” Ucap Hanna.
“Iya, sama. Aku juga sedang mempelajari contoh-contoh soal yang kemungkinan akan muncul.” Ucap Freya sambil meminum minumannya.
“Eehhh,, Han. Kamu kenapa? Apa kamu sakit? Kau terlihat pucat!” sambung Freya kemudian.
“Sungguh?” tanya Hanna sambil berkaca pada ponselnya.
“Iya, ternyata aku pucat. Aku gak tahu tapi aku sering merasa lelah dan napsu makanku juga berkurang akhir-akhir ini.” Sambung Hanna.
“Han, sepertinya kau hamil!” tebak Freya.
“Hamil? Ah, sepertinya kau benar karena aku juga belum menstruasi sudah hampir dua bulan.” Ucap Hanna.
“Ahhh,, Han. Ayo kita segera ke rumah sakit untuk memastikannya!” ucap Freya girang.
“Re, kok kau senang banget padahal aku yang hamil.” Ucap Hanna.
“Ya iyalah aku senang karena aku akan segera menjadi Aunty jika benar kau hamil. Ayo Han kita ke rumah sakit, aku juga ingin melihat memastikan apa sudah ada calon keponakanku itu dalam perutmu.” Ucap Freya sambil mengusap perut Hanna.
“Baiklah, Ayo! Aku juga ingin tahu apa benar sudah ada dia dalam kandunganku.” Ucap Hanna sambil mengusap perutnya juga.
Mereka pun segera ke rumah sakit terdekat.
#####
“Van, apa laporannya sudah selesai?” tanya Alvino.
“Sudah tuan. Ini!” jawab Devano sambil menyerahkan laporan kepada Alvino.
Yah,, asisten pribadi Alvino sudah secara sah diberikan kepada Devano karena Adelio sudah mengundurkan diri dua minggu yang lalu. Devano pun mengetahui semua urusan Tuannya itu baik perusahaan maupun urusan pribadi termasuk soal Freya.
__ADS_1
“Okay, Makasih ya Van. Laporannya sangat sesuai, aku tidak salah menyetujui pilihan Lio karena kau sama terampilnya dengannya.” Ucap Alvino.
“Ah, tuan terlalu memuji!” ucap Devano.
“Tuan! Soal nona Freya, apa yang akan tuan lakukan?” tanya Devano.
“Sepertinya Lio memang memberitahumu semuanya ya? Biarkan saja dulu soal itu aku akan memikirkannya lagian saat ini dia masih disibukkan dengan UKOM yang akan dia ikuti.” Ucap Alvino.
“Lebih baik saat ini kita fokus dengan proposal yang akan kita ajukan pada perusahaan Singapore itu. Aku pasti akan meminta bantuanmu soal Freya nanti jika waktunya sudah tiba.” Lanjut Alvino.
“Baik tuan! Saya akan segera menyelesaikannya!” ucap Devano segera berbalik menuju ruangannya.
“Eee,, tunggu sebentar!” tahan Alvino.
Tiba-tiba,
“Assalamu’alaikum kakak tampanku!” sapa Salwa dari balik pintu ruangan Alvino.
“Wa’alaikumsalam!” jawab Alvino dan Devano bersamaan.
“Hey, kau ini coba lihat ini sudah jam berapa, kenapa kau baru datang? Ingat walaupun kau bekerja disini hanya untuk mempelajari bisnis secara langsung sebelum kau mengambil alih perusahaan paman tapi kau juga tetap harus datang tepat waktu . Jangan karena ini perusahaanku kau seenaknya saja. Kau tetap harus mematuhi aturan yang ada, jika kau melanggarnya lebih baik kau terima saja permintaan paman.” Ceramah Alvino begitu melihat Salwa datang.
“Baiklah, aku memaafkanku kali ini! Tapi kau tetap harus terima hukumanmu. Kau segera bantu Vano menyusun proposal. Sudah cukup kau bermain-main beberapa bulan ini. Kau harus segera mengambil alih perusahaan.” Ucap Alvino tegas.
“Baiklah!” pasrah Salwa.
“Wa, kau tahu kenapa aku melakukan ini kan? Kasihan paman, kau adalah harapan mereka, kau satu-satunya anak mereka jadi ini sudah menjadi tanggung jawabmu walau kau seorang perempuan. Kita sudah ditakdirkan untuk ini, kita tidak boleh menolaknya.” Ucap Alvino bijak.
“Iya, aku tahu itu kak. Maaf jika aku selama beberapa bulan ini menyusahkanmu. Aku pasti cepat mempelajari ini dan aku yakinkan padamu kak, sebelum kau menikah aku pasti sudah mengambil alih perusahaan Papi.” Tekad Salwa.
“Itu baru adikku. Yaa sudah ayo sana kau belajar agar kau bisa mewujudkan apa yang kau katakan itu karena asal kau tahu mungkin aku sebentar lagi akan menikah.” Ucap Alvino.
“Okay! Akan aku buktikan bahwa apa yang aku katakan tadi akan terjadi dan aku harap kakak juga segera menjadikan Freya kakak iparku. Ayo kak Vano!” Ucap Salwa segera berlalu.
“Pergilah! Aku serahkan adikku padamu.” Ucap Alvino kepada Devano.
Devano pun segera keluar menyusul Salwa yang sudah lebih dulu keluar.
“Ah,, aku harap kau bisa membuktikan perkataanmu ini Wa. Maafkan aku yang harus melakukan ini padamu, kasihan paman!” gumam Alvino.
__ADS_1
Alvino pun segera melanjutkan pekerjaannya sambil berpikir bagaimana dia akan melamar Freya.
Sementara disisi lain,
“Han, aku sangat senang untukmu! Akhirnya aku akan segera menjadi Aunty!” ucap Freya sambil menggandeng Hanna begitu keluar dari rumah sakit.
“Iya, Re. Aku juga sangat senang akhirnya aku mengandung! Tapi Re kau rahasiakan dulu dari Kak Lio yaa, aku ingin memberikan kejutan untuknya.” Ucap Hanna sambil menatap USG janinnya.
“Tentu saja aku pasti akan menutup rapat mulutku ini.” Ucap Freya.
Mereka pun segera melaju dari rumah sakit dengan Freya membonceng Hanna, berhubung juga Freya yang menjemput Hanna. Jadi Hanna tidak membawa sepeda motornya.
#####
Dua minggu berlalu, akhirnya hari ini Frey dan juga Hanna akan mengikuti UKOM. Mereka sudah tiba ditempat dilaksanakannya UKOM dari jam 7.30 pagi sementara jadwal ujian mereka jam 09.00.
“Re, aku kok tiba-tiba merasa gugup!” ucap Hanna.
“Rileks Han, jangan tegang. Kita pasti bisa!” ucap Freya.
Mereka pun menunggu jadwal UKOM mereka sambil mengingat-ngingat materi yang telah mereka pelajari.
“Han, apa kau sudah sarapan?” tanya Freya tiba-tiba.
“Alhamdulillah sudah Re!” ucap Hanna.
“Syukurlah! Aku gak mau kamu sakit, apalagi sekarang sudah ada janin yang harus kau jaga.” Ucap Freya.
“Aku tahu kok, tadi juga Kak Lio sudah mewanti-wanti agar aku jangan sampai kelelahan.” Ucap Hanna.
Yah, Adelio sudah tahu Hanna mengandung, itu diberitahu Hanna sehari setelah dia memeriksakan kandungannya bersama Freya. Adelio sangat bahagia mendengarnya bahkan sampai meneteskan air mata karena tidak menyangka bahwa dia akan segera menjadi seorang Ayah. Memang perempuan akan dijadikan ratu jikat jatuh pada orang yang tepat.
Freya dan Hanna pun segera melakukan ujian tepat jam 09.00, selama tiga jam setengah mereka didalam ruangan menyelesaikan ujiannya. Akhirnya pukul 12.30 mereka keluar dari dalam ruangan. Pengumunan hasil ujiannya akan diterima pukul 19.00 secara online.
Freya dan Hanna pun segera kembali ke rumah masing-masing tapi seblum itu mereka singgah dulu di masjid untuk menunaikan sholat. Hanna diantar oleh Freya karena Adelio belum bisa menjemputnya.
Happy Reading Guys !!
Jangan lupa lika, koment, vote, gift dan favoritin,,
__ADS_1