
Tiga hari kemudian, saat ini Freya sudah ada di sebuah gedung yang sama yang pernah dia datangi saat dia mengonfirmasi soal seminar. Jika hari itu dia datang sebagai tamu mengisi seminar tapi hari ini dia datang sebagai tunangan dari CEO.
Yah, Freya sudah ada di depan perusahaan “ARYAWIGUNA GROUP”. Dia baru kembali dari kampus untuk melengkapi administrasi kelulusannya. Dia datang sendiri karena dia sudah melarang Alvino menjemputnya karena dia tahu Alvino sangat sibuk.
“Maaf, selamat siang! Apa bisa saya bertemu dengan pemilik perusahaan ini?” tanya Freya sopan kepada resepsionis.
“Apa nona sudah membuat janji sebelumnya?” tanya resepsionis.
“Itu,,” ucap Freya.
“Nona muda silahkan ikut saya, tuan muda sudah menunggu!” potong Devano. Yah, Devano diperintahkan oleh Alvino menjemput Freya. Entah kenapa firasat Alvino mengatakan bahwa Freya sudah tiba diperusahaannya.
“Baik, terimah kasih!” ucap Freya.
Freya pun mengikuti Devano menuju lift khusus CEO.
“Siapa gadis itu?”
“Kenapa tuan Devano sampai menjemputnya?”
“Apa itu tunangan tuan muda?”
Banyak yang bertanya-tanya tentang Freya.
Tok,, tok,, tok,,
“Masuk!” ucap Alvino dari dalam.
“Tuan!” ucap Devano.
“Assalamu’alaikum Tuan!” Freya tidak tau harus memanggil apa kepada Alvino di depan bawahannya.
Alvino yang langsung mengenali suara Freya, “Wa’alaikumsalam Dek! Ayo duduk! Maaf kakak tidak menjemputmu dibawah.” Jawab Alvino sambil tersenyum.
“Tuan saya tinggal dulu. Silahkan Nona!” pamit Devano.
“Tunggu,, Dek kamu mau minum apa?” tanya Alvino.
“Itu,, gak usah kak, Reya belum haus.” Ucap Freya.
“Baiklah, Vano tolong pesan kami dua gelas milk chocholate.” Ucap Alvino.
“Baik tuan!” Devano segera pergi.
“Silahkan duduk dek!” ucap Alvino yang melihat Freya masih berdiri.
“Baik kak.” Freya pun segera duduk kemudian di susul Alvino duduk dihadapan Freya.
“Maafkan kakak karena gak bisa menjemputmu dek!” ucap Alvino.
“Ah gak apa-apa kak. Reya mengerti kok. Lagian Reya juga kan yang tidak ingin dijemput.” Ucap Freya.
“Baiklah, apa kamu merasa nyaman disini?” tanya Alvino.
“Nyaman kok kak! Ruangan kakak ektetik, kakak punya selera yang bagus.” Puji Freya.
“Ohiya, jika kakak masih punya pekerjaan silahkan lanjutkan, Reya akan duduk disini menunggu kakak.” Sambung Freya.
__ADS_1
“Ah, itu gak terlalu penting kok. Kakak akan menemanimu.” Ucap Alvino.
“Kakak jangan merasa bahwa Reya akan merasa bosan sendiri. Selesaikan pekerjaan kakak karena waktu tidak akan menunggu.” Ucap Freya tersenyum.
“Baiklah. Tapi jika kau bosan katakan! Apa perlu kakak panggilkan sekretaris kakak untuk menemanimu?” tanya Alvino.
“Gak usah kak. Jangan terlalu mengkhawatirkan kebosanan Reya. Reya pasti akan mengatakan jika sudah bosan.” Ucap Freya.
Alvino pun segera melanjutkan pekerjaannya, sementara Freya yang melihat sebuah undangan di meja pun membacanya.
“Ini,,” ucap Freya.
Alvino yang melihat hal itu, “Itu undangan perayaan Salwa diangkat menjadi CEO. Apa kamu mau menemani kakak kesana?” tanya Alvino.
“Menemani? Tapi perayaan itu mala mini, Reya,,” ucap Freya.
“Kamu gak usah memusingkan pakaian yang akan kamu pakai karena mami sudah menyiapkannya. Jadi maukah kau menemani kakak kesana?” ulang Alvino.
“Apa tidak apa-apa Reya ikut?” tanya Freya.
“Gak apa-apa dong kau kan tunangan kakak.” Ucap Alvino tersenyum.
Freya pun mengangguk.
“Jadi kamu mau?” tanya Alvino yang melihat Freya mengangguk, Freya pun hanya menjawabnya dengan anggukan.
Tiba-tiba ada seorang office girl yang mengantarkan pesanan Alvino. Office girl itu pun segera meletakkan dua gelas milk chocholate itu dihadapan Freya sambil mengamati wajah Freya.
“Terimah kasih!” ucap Freya tersenyum.
Office girl itu pun segera keluar dari ruangan Alvino.
“Minumlah kak! Rasanya tidak akan nikmat jika diminum saat dingin.” Ucap Freya sambil menyerahkan satu gelas milk chocholate kepada Alvino.
“Terimah kasih dek!” Alvino meraihnya dan segera meminumnya.
“Apa kau sangat menyukai coklat?” tanya Alvino.
“Iya, Reya sangat menyukainya. Coklat itu menenangkan apalagi diminum saat banyak pikiran.” Ucap Freya.
Freya pun segera kembali duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Tiba-tiba,
“Tuan ini pesanan Anda!” ucap Devano sambil membawa banyak snack ditangannya.
“Berikan itu kepadanya.” Ucap Alvino.
Devano pun segera meletakkan itu di depan Freya.
“Ini,,” Freya bingung.
“Itu untukmu.” Ucap Alvino.
“Ini sangat banyak.” Ucap Freya. Pasalnya snack yang dibeli oleh Alvino itu sangat banyak.
“Semuanya milikmu jadi terserah mau kau apakan.” Ucap Alvino.
__ADS_1
“Baiklah, jika begitu bisa Reya membaginya dengan karyawan kakak?” tanya Freya.
“Itu,, terserah kau!” ucap Alvino.
“Tuan, bisa saya meminta bantuannya?” Freya memandang Devano.
“Ah tentu saja Nona.” Jawab Devano.
Freya pun hanya mengambil beberapa lalu menyerahkan sisanya kepada Devano untuk dibagikan kepada karyawan Alvino.
“Lain kali jika kakak ingin membelikan snack untukku. Aku harap kakak bertanya dulu padaku. Aku tahu kakak punya banyak uang tapi tetap saja kita tidak bisa seperti itu.” Ucap Freya.
“Baiklah, kakak minta maaf. Itu karena kakak tidak tau snack apa yang kau sukai jadi kakak menyuruh Devano membelikan setiap snack yang ada disana.” Ucap Alvino.
“Oh ya ampun! Kenapa kakak gak membelinya sekalian saja dengan tokonya.” Ucap Freya.
“Ah sepertinya itu ide bagus, kakak akan menyuruh Vano mengurusnya.” Ucap Alvino.
“Itu,, ah terserahlah.” Ucap Freya pasrah.
“Hahhah,, kau sangat lucu seperti itu dek. Kakak gak mungkin melakukan itu tapi jika itu keinginanmu kakak bisa pertimbangkan.” Alvino tertawa melihat wajah pasrah wanitanya itu.
“Jangan pernah lakukan itu.” Ucap Freya tajam.
Freya pun kembali disibukkan dengan snack yang ada dihadapannya.
“Ada apa? Apa kakak mengalami kesulitan?” Freya bertanya karena melihat Alvino kebingungan.
“Gak kok, kau lanjutkan makanmu.” Ucap Alvino.
Freya pun mendekati meja Alvino dan melihat pekerjaan yang Alvino lakukan.
“Bukankah kita harus mengutamakan kenyamanannya, karena jika klien yang menempati gedung itu nyaman. Mereka pasti akan menyukainya.” Uca Freya sambil menatap laptop Alvino.
“Kamu mengerti ini?” tanya Alvino.
“Sedikit,,” ucap Freya.
Akhirnya Freya membantu Alvino menyelesaikan proposal yang hendak dia buat. Freya juga membantu Alvino membuat powerpointnya lebih menarik. Sekitar kurang lebih satu jam mereka menyelesaikan itu.
“Terimah kasih dek sudah membantu kakak memecahkan masalahnya.” Ucap Alvino.
“Ah Reya hanya membantu sedikit, emang proposalnya saja sudah bagus.” Puji Freya.
“Baiklah kita mau makan dulu atau mau sholat dulu sekarang?” tanya Alvino karena jam sudah menunjukkan pukul 15.14.
“Lebih baik kita sholat dulu.” Ucap Freya.
Mereka pun segera menuju mushola yang ada di kantor Alvino. Setelah dari sholat mereka segera pergi untuk makan.
“Kakak yakin mau makan di tempat yang aku pilihkan?” tanya Freya.
“Tentu saja!” ucap Alvino yakin.
Mereka pun makan di tempat Freya biasa makan.
Setelah selesai makan mereka segera menuju butik tempat Mami Sinta memesan pakaian mereka.
__ADS_1
Happy Reading Guys !!
Jangan Lupa like, komen, vote, gift dan favoritin,,