Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 32


__ADS_3

Tuut tuut tuut


Setelah menunggu,akhirnya Salwa menjawab.


“Halo, Assalamu’alaikum Aunty!” ucap Salwa.


“Wa’alaikumsalam Nak. Apa Aunty bisa bertanya?” ucap Mami Sinta.


“Tentu saja Aunty! Salwa janji akan menjawabnya.” Ucap Salwa.


“Baiklah, tapi sebelum Aunty bertanya, kau berada dimana sekarang?” ucap Mami Sinta.


“Aunty ini juga termasuk pertanyaan loh. Baiklah Salwa sedang ada di kantor kakak.” Ucap Salwa.


“Apa kau sedang bersama kakakmu saat ini?” tanya Mami Sinta.


“Gak kok Aunty. Apa Aunty ingin berbicara pada kakak? Apa ponsel kakak tidak aktif?” tanya Salwa.


“Ah, bukan seperti itu. Aunty tidak ingin berbicara dengan kakakmu. Aunty ingin berbicara padamu.” Ucap Mami Sinta.


“Salwa? Aunty ingin bicara apa pada Salwa?” Tanya Salwa.


“Aunty yakin kamu pasti tidak melupakan tugas yang Aunty berikan padamu!” jawab Mami Sinta.


Salwa terdiam, dia baru mengerti apa maksud Aunty-nya itu menelpon.


“Kok diam? Kamu gak lupa kan?” tanya Mami Sinta lagi.


“Gak mungkin Salwa lupa Aunty!” jawab Salwa.


“Baiklah, jika begitu kau pasti sudah tahu jika kakakmu dekat dengan seorang gadis!” ucap Mami Sinta.


“Kok Aunty bisa tahu? Aunty tahu darimana?” tanya Salwa keceplosan.


“Jadi benar kakakmu dekat dengan seorang gadis? Siapa dia?” tanya Mami Sinta.


Sedangkan Salwa menyadari kebodohannya yang sampai keceplosan. Jika sudah begini maka dia harus menjawabnya.


“Salwa kamu masih disana kan?” tanya Mami Sinta.


“Iya Aunty masih kok.” jawab Salwa.


“Jadi bagaimana kamu tahu?” tanya Mami Sinta.

__ADS_1


“Ah, itu. Sebenarnya kakak gak banyak cerita, kakak juga gak dekat dengan seorang gadis..” ucap Salwa.


“Maksudnya bagaimana? Apa kakakmu itu gay?” potong Mami Sinta.


“Ah, bukan begitu Aunty. Maksudnya kakak memang tidak dekat dengan seorang gadis hanya saja dia menyukai seorang gadis secara diam-diam.” Ucap Salwa jujur.


“Diam-diam? Maksudnya cinta rahasia?” tanya Mami Sinta.


“Bisa dikatakan seperti itu.” Jawab Salwa.


“Apa gadis itu berhijab?” tanya Mami Sinta sambil memandang foto ditangannya.


“Iya benar Aunty. Tapi darimana Aunty tahu bahwa gadis itu berhijab? Apa kakak sudah mengatakannya pada Aunty?” tanya Salwa.


“Gak kok. Kakakmu itu sangat pintar menyembunyikannya. Jika bukan karena Aunty menemukan foto seorang gadis dibawah bantalnya maka entah sampai kapan Aunty tahu bahwa kakakmu menyukai seorang gadis. Bisa saja Aunty nanti percaya bahwa kakakmu benar seorang gay seperti rumor yang beredar.” Ucap Mami Sinta.


Sedangkan Salwa sedang merutuki kakaknya yang ceroboh. Jika sudah begini maka bisa dipastikan dia akan memberi tahu semuanya kepada Aunty-nya karena menurutnya bukan dia yang mengatakannya tapi ini semua akibat kecerobohan kakaknya. Lagian juga menurut Salwa, mungkin ini memang sudah saatnya Mami Sinta menegtahui sosok calon menantunya.


“Baiklah jadi seperti apa gadis itu? Apa kamu sudah pernah melihatnya?” sambung Mami Sinta.


“Salwa baru sekali menemuinya. Dia memang gadis baik, ramah dan sederhana sama persis seperti apa yang kakak gambarkan. Dai seorang mahasiswa profesi ners yang akan lulus tahun ini.” Jelas Salwa.


“Apa kau menyukainya?” tanya Mami Sinta.


“Tidak ada alasan sampai Salwa tidak menyukainya. Salwa rasa dia memang cocok jadi pendamping kakak. Dia memiliki daya tarik tersendiri. Selain profesinya nanti sebagai perawat, dia juga mengerti bisnis. Hal ini dibuktikan dengan usaha fotokopy dan restoran yang sukses.” Ucap Salwa.


“Hahahhah,, Salwa juga heran kenapa begitu dengan mudah langsung menyukainya. Tapi itu juga terjadi pada kakak, dia juga menyukai gadis itu pada pandangan pertama. Gadis itu yang menolong kakak saat dia kehabisan bahan bakar saat hari pertama masuk kerja. Tapi sayang gadis itu tidak ingat kepada kakak.” Ucap Salwa.


“Hahahahh,, jadi dia tidak ingat kakakmu? Apa pesona kakakmu sudah menurun sehingga seorang gadis melupakannya? Aunty semakin penasaran! Apa bisa kau memabawa Aunty menemuinya.” Ucap Mami Sinta.


“Maafkan Salwa Aunty! Hanya saja kakak belum mengatakan ini kepada Aunty karena dia tidak ingin mengganggu gadis itu.” Ucap Salwa.


“Apa kakakmu itu bodoh! Jika menyukai seorang gadis maka harus diperjuangkan. Apa dia ingin selamanya hanya mencintai dalam diam. Apalagi Lio saja segera menikah sedangkan dia tidak.” Ucap Mami Sinta.


“Bukan seperti itu Aunty hanya saja kakak ingin menghargai privasi gadis itu. Lagian juga asal Aunty tahu saja calon istri dari Kak Lio adalah sahabat gadis itu.” Ucap Salwa.


“Siapa nama gadis itu?” tanya Mami Sinta.


“Namanya Freya Nur Nabila Abraham, biasa dipanggil Freya atau Reya. Dia saat ini sedang praktek di rumah sakit F.” ucap Salwa.


“Rumah sakit F? Freya? Namanya sangat cantik seperti orangnya!” ucap Mami Sinta memandang foto ditangannya.


“Apa Aunty tidak ingin tahu dia berasal dari keluaraga mana?” tanya Salwa.

__ADS_1


“Aunty tidak memedulikan hal itu. Yang terpenting Vino menyukainya. Aunty akan mendukung apapun pilihan Vino. Kamu saja yang sudah tahu asal keluarganya bisa menyukainya.” Ucap Mami Sinta.


“Itu berbeda Aunty. Salwa hanyalah seorang adik yang mendukung keputusan kakak sedangkan Aunty adalah Maminya kakaka yang sudah pasti ingin yang terbaik buat kakak seperti misalnya setara ekonominya.” Ucap Salwa.


“Gak Aunty tidak memedulikan hal itu, yang terpenting Vino mencintainya dan bahagia bersama gadis itu maka Aunty akan merestuinya. Lagian juga dia telah membuat Vino menjadi lebih religius setelah mengenalnya. Hal itu adalah yang paling penting yang tidak bisa diukur dengan materi.” Ucap Mami Sinta bijak.


“Ah, Aunty benar! Kakak sekarang menjadi lebih religius, sering melakukan sholat tepat waktu, sering sholat tahajud juga dhuha dan sering puasa sunah.” Ucap Salwa.


“Apa dia melakukan itu? Aunty hanya tahu dia puasa senin-kamis, itupun dari bibi. Ah, Aunty semakin menyukai calon menantu Aunty itu.” Ucap Mami Sinta tersenyum.


“Apa bisa Aunty menemuinya nanti setelah kakak mengizinkannya? Masalahnya gadis itu tidak tahu jika kakak menyukainya!” ucap Salwa.


“Baiklah, Aunty akan usahakan tapi tidak janji karena gadis itu sangat membuat Aunty penasaran. Sudah dulu yaa.. nanti kita lanjut lagi.” Ucap Mami Sinta.


“Baiklah Aunty, sampaikan salam Salwa kepada Uncle.” Jawab Salwa. Telepon pun segera berakhir.


Sementara di sisi Freya.


“Aww..” ucap Freya saat dia sedang makan. Jangan tanya kenapa Freya sedang makan sedang hari kamis kalian tahulah wanita.


“Kenapa?” tanya Hanna segera memberikan air.


“Ah, gak apa-apa hanya saja bibirku kegigit, seperti ada yang membicarakanku saja.” Jawab Freya.


“Mungkin ada yang merindukanmu!” jawab Hanna asal.


“Kamu bisa saja. Mungkin Mama sama Papa atau adik-adik nakalku.” Ucap Freya sembari melanjutkan makannya.


“Kamu gak tahu saja banyak yang mrindukanmu!” batin Hanna.


“Ohiya, besok kita kembali praktik di rumah sakit kan?” tanya Hanna.


“Iya besok kita pulang.” Jawab Freya.


Mereka pun melanjutkan acara makannya.


Happy reading guys😊


Jangan lupa,


Like👍


Koment💬

__ADS_1


Vote✌


Favorit🧡


__ADS_2