Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 21


__ADS_3

Singkat cerita, kini Freya sudah dirawat.


“Dokter, kira-kira putry kami sakit apa?”Tanya mama Najwa khawair.


“Iya, Dokter. Dan kenapa dia sampai pingsan?” Tanya papa Khabir ikut khawatir.


“Dia hanya kelelahan saja kok, dan untuk demamnya itu hanya efek dia dari kedinginan sedangkan kenapa dia pingsan itu disebabkan oleh suhu tubuhnya yang tinggi.” Ucap dokter.


“Alhamdulillah! Tapi, biasanya dia tidak akan sakit dokter walau main hujan karena dia sangat menyukai hujan” ucap mama Najwa.


“Iya, dokter. Tapi apakah memang gak ada penyakit yang berbahaya yang terjadi pada putry kami?” ucap papa Khabir.


“Iya, itu memang bisa saja terjadi kepada orang yang telah kedinginan lebih dari satu jam. Demamnya adalah bentuk respon dari tubuhnya. Bapak dan ibu jangan khawatir dia baik-baik saja. Bukankah dia adalah mahasiswa keperawatan? Pertahanan tubuhnya sangat kuat, karena dia pintar merawat tubuhnya. Dia hanya kelelahan saja. Dia akan segera sadar. Kami hanya memberikan obat tidur untuknya agar dia bisa istirahat.” Ucap dokter menjelaskan.


“Syukurlah” ucap mama Najwa dan papa Khabir lega.


“Baiklah, jika seperti itu, saya pergi dulu. Nanti akan ada perawat yang akan mengecek perkembangan kesehatannya.” Ucap dokter pamit.


“Baik, silahkan dokter. Terimah kasih!” ucap mama Najwa dan papa Khabir.


Dokter itu pun hanya mengangguk dan segera keluar ruangan.


“Mungkin dia kelelahan karena menyusun skripsinya pah”Ucap mama Najwa.


“Iya, dia sering tidur larut malam untuk menyelesaikannya, mana lagi dia akhir-akhir ini mempelajari skripsinya hingga larut malam.” Ucap papa Khabir.


“Semoga dia segera sadar, mama gak sanggup melihat dia seperti ini!” ucap mama Najwa.


“Dia akan segera sadar, Ma. Putry kita itu wanita kuat.” Ucap papa Khabir memeluk istrinya untuk menenangkan istrinya.


“Yaa sudah mama tunggu disini. Papah akan pergi beli makanan untuk sarapan kita!” ucap papa Khabir.


“Iya. Mama akan menjaganya. Tapi pah, bukankah Riska sudah menelpon mama agar kita diantarkan makanan.” Ucap mama Najwa.


“Iya, tapi Mama pasti masih akan memasaknya kan. Jadi bisa jadi nanti siang makanannya sampai. Sedang kita belum sarapan. Jadi papah akan membelikan makanan untuk kita sarapan.” Ucap papah Khabir.


“Baiklah.” Ucap mama Najwa.


Papah Khabir pun segera keluar untuk membelikan makanan untuk sarapan mereka.


####


Sementara di sisi lain.


“Kok, nomor Reya gak aktif bahkan chatku pun di read pun gak apalagi dibalas!” ucap Hanna pusing karena Freya tidak bisa dia hubungi.


“Reya, gak biasanya gini. Dia selalu mengaktifkan ponselnya dan juga selalu mengangkat teleponku.” Pikir Hanna.


“Apa dia sengaja mengingkari janjinya” pikir Hanna seudzon.


“Astagfirullah, aku gak bisa seudzon padanya, dia itu sahabatku. Tapi kenapa nomornya gak aktif. Re,,aktif dong!” ucap Freya sambil mencoba kembali menelpon kembali Freya tapi tetap saja hanya suara operator yang menjawabnya.


Dia pun segera melihat jam dinding di kamarnya.

__ADS_1


“Hah, jam 08.46?” ucap Hanna kaget. Karena perjanjian pertemuan mereka.


“Aku sih, gampang. Tinggal ganti baju tapi Reya chatku yang semalam saja belum diread!” ucap Hanna pusing.


“Gak, aku harus menelpon kak Lio!” ucap Hanna segera menelpon Adelio.


Tuut tuut tuut


“Halo, Assalamu’alaikum, Dek!” salam Adelio


“Wa’alaikumsalam Kak!” ucap Hanna


“Ada apa dek? Bukankah kita akan segera bertemu?” tanya Adelio.


“Itu dia kak masalahnya!” ucap Hanna


“Memang ada apa dek? Apa ada masalah?” tanya Adelio.


“Iya, kak. Ponselnya Reya gak aktif dari kemarin bahkan chat Hanna pun gak diread.” Ucap Hanna.


“Kok bisa? Apa nona Freya pernah seperti itu, dek?” tanya Adelio.


“Reya gak pernah seperti itu kak, dia selalu aktif. Jika pun ditelpon dan tidak sempat dia jawab pasti akan ditelpon balik. Tapi ini sudah dari kemarin ponselnya gak aktif.” Ucap Hanna.


“Apa akhir-akhir ini nona Freya terlihat aneh?” tanya Adelio.


“Gak kak. Ah, tapi ada saat kami selesai ujian sidang dia mendapatkan undangan.” Ucap Hanna.


“Ah, itu. Tapi sepertinya itu gak mungkin hanya karena undangan itu” ucap Hanna.


“Begini saja dek. Kakak akan menyusulmu ke tempatmu lalu kita cari tahu semua ini. Masalahnya tuan muda juga sudah tahu bahwa kita akan pergi jam 09.00. sedangan ini sudah pukul 08,53.” Ucap Adelio.


“Baik kak. Alamat Hanna nanti akan Hanna kirimkan” ucap Hanna.


“Gak usah dek, kakak sudah tahu kok.” ucap Adelio.


“Kok bisa? Ah, sudahlah pasti kakak sudah menyelidikinya. Baik aku tunggu kakak.” Ucap Hanna lalu segera bergegas ganti pakaian.


Mereka pun segera mengakhiri telepon mereka. Tidak lama kemudian Adelio sudah ada di depan kosnya Hanna.


From : Kak Lio


“Kakak sudah di depan!”


Hanna pun segera ke depan untuk menemui Adelio.


“Kak..” ucap Hanna setelah melihat Adelio yang sudah menunggunya.


“Dek, bagaimana? Menurutmu nona Freya kemana?” Tanya Adelio setelah mereka duduk di teras depan kosnya Hanna.


“Itu,, Hanna juga bingung karena ini pertama kalinya Reya begini.” Ucap Hanna.


“Ohiya, tadi kau mengatakan undangan. Undangan apa itu?” tanya Adelio.

__ADS_1


“Oh, itu. Itu undangan pernikahan dari laki-laki yang pernah kakak tanyakan waktu itu” ucap Hanna.


Tiba-tiba ponsel Adelio bordering.


Drt..drt..drt..


“Siapa?” tanya Hanna.


“Tuan muda!” ucap Adelio segera menjawab teleponya bosnya itu.


“Halo, Assalamu’alaikum tuan muda!” salam Adelio.


“Wa’alaikumsalam, Lio kok kau belum menjemputku? Bukankah itu sudah pukul 9 lewat” tanya Alvino sambil melihat jam tangannya.


“Ah, itu tuan muda ada masalah sedikit.” Ucap Adelio.


“Masalah? Apa dia tidak akan datang?” tanya Alvino.


“Bukan seperti tuan muda, hanya saja nona Freya gak bisa dihubungi dari kemarin. Ponselnya gak aktif bahkan chatnya Hanna pun gak di baca.” Ucap Adelio.


“Apa dia dalam masalah? Ah, segera kirimkan lokasimu padaku. Aku akan kesana!” ucap Alvino panik dan segera menuju mobil.


“Baik Tuan” ucap Adelio.


Telepon pun segera berakhir dan Adelio segera mengirimkan lokasinya.


“Ada apa? Apa bos kakak akan segera kesini?”tanya Hanna.


“Iya, sepertinya dia panik. Ah, iya bagaimana apa kau sudah dapat informasi?” tanya Adelio. Dan hanya dijawab oleh gelengan kepala oleh Hanna.


“Sepertinya kita memang butuh tuan muda untuk mencarinya!” ucap Adelio.


“Ah, iya. Aku bisa menelpon orangtua Reya.” Ucap Hanna baru ingat.


“Kenapa gak dari tadi dek?” Ucap Adelio.


“Baru ingat bahwa ternyata Hanna punya nomor telepon mamahnya Reya.” Ucap Hanna.


“Ya,, sudah telepon!” ucap Adelio.


Hanna pun segera menelpon mamahnya Freya namun sayang tersambung tapi tidak dijawab.


“Kenapa? Apa tidak dijawab?” tanya Adelio dan dijawab anggukan oleh Hanna.


Tiba-tiba mobil mewah keluaran terbaru sudah tiba di depan mereka, dan keluarlah seorang pemuda yang sangat tampan dengan tinggi 178 cm berkulit putih dan hidung mancung berjalan dengan gagahnya ke arah Adelio dan juga Hanna. Hanna yang sangat suka dengan cowok tampan pun dibuat terpesona oleh Alvino.


“Lio, bagaimana apa sudah ada kabar?” tanya Alvino to the point setelah dia berada di depan asistennya itu. Hal itu juga yang membuat Hanna sadar.


Happy Reading readers😊


Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏


Maaf jika banyak typo guys😊😉

__ADS_1


__ADS_2