Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 123


__ADS_3

Seminggu kemudian, “Kamu hamil nak?” tanya Mami Sinta heboh karena dia tidak mengetahui bahwa sang menantu hamil lagi. Jika bukan dia melihat susu hamil maka dia tidak tahu bahwa Freya sedang hamil.


Freya pun hanya mengangguk, “Kenapa gak bilang sama Mami?” tanya Mami Sinta.


“Maaf Mih.” Ucap Freya.


“Ah sudahlah mami senang kau hamil lagi tapi mami khawatir dengan kesehatanmu.” Ucap Mami Sinta.


“Nenek gak perlu khawatir ada Anand yang akan menjaga bunda.” Timpal Anand yang mendengar nenek dan bundanya bicara.


Freya pun menatap putranya itu dengan heran pasalnya dia belum mengatakan apa-apa kepada anak-anaknya itu, “Kamu tahu? Siapa yang bilang?” tanya Freya.


Anand pun mengangguk, “Ayah yang bilang dan memintaku untuk menjaga bunda juga.” Jawab Anand.


Freya yang terharu dengan putra sulungnya itu langsung memeluk putranya sambil matanya berkaca-kaca, “Bunda kenapa menangis?” tanya Anand sambil menghapus air mata sang bunda.

__ADS_1


Freya menggeleng, “Bunda tidak boleh menangis.” Ucap Anand memeluk sang bunda erat. Hal itu justru membuat nya semakin menangis karena putra sulungnya itu adalah putra yang paling pengertian dan tidak pernah iri jika Freya dan Alvino lebih memperhatikan adik-adiknya dan dia juga adalah putra yang selalu menerima jika Freya hamil.


“Bunda jangan menangis.” Ucap Anand.


“Bunda gak nangis sayang, bunda bahagia memiliki putra sepertimu.” Ucap Freya menciumi putra sulungnya.


Mami Sinta yang melihat itu pun ikut terharu karena dia juga tahu bahwa cucu pertamanya itu begitu pengertian. Hal itu terbukti dari Freya hamil Anind, dia yang lebih dulu menyadari bahwa adiknya itu ada di perut sang bunda hingga dia tidak lagi menyusui kepada Freya.


***


“Bunda!!” panggil Anind kecil yang langsung berhamburan ke pelukan sang bunda.


Anand yang melihat sang adik berlari untuk memeluk bundanya segera menahan perut sang bunda. Freya yang melihat itu hanya tersenyum menatap putra sulungnya seolah-olah mengatakan tidak apa-apa.


Freya pun menyambut pelukan dari putri kecilnya itu, “Bunda, tadi Anind di sekolah belajar ini.” ucap Anind sambil memperlihat buku nya kepada sang bunda.

__ADS_1


Freya pun melihatnya dan tersenyum, “Ini sangat bagus sayang. Kamu sangat pintar sayang.” puji Freya menciumi wajah putrinya itu.


Si kembar yang sedang bermain juga begitu melihat Freya menciumi Anind mendekati Freya, “Ada apa sayang?” tanya Freya menatap putra kembarnya itu yang sudah bisa berjalan dan bicara dengan lancar padahal umur mereka baru setahun lebih.


“Cium!!” ucap Azlan dan Azlen bersamaan.


Freya pun tersenyum lalu segera menciumi kedua putra kembarnya itu yang memiliki sifat bertolak belakang. Azlan yang ceria dan Azlen yang begitu pendiam bahkan terkesan cuek tapi satu persamaan mereka yaitu suka buku teknologi.


Freya setelah menciumi kedua putra kembarnya lalu menciumi putra sulungnya yang duduk di sampingnya lalu akhirnya mereka saling berpelukan.


Alvino yang baru pulang dari kantor dan melihat pemandangan itu pun terharu dan dia merasa bahwa semua lelahnya hilang sekejab, “Hmm,, kok ayah gak di ajak sih?” ucap Alvino.


Mereka yang mendengar suara Alvino segera melepas pelukannya dan mengajak Alvino bergabung. Akhirnya mereka seperti teletubies yang berpelukan.


Setelah itu Alvino segera mencium kening istrinya tidak lupa juga perut sang istri yang sedang hamil lalu beralih kepada 4 anaknya. Setelah itu dia pergi membersihkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2