
Sesampainya di rumahnya Salwa segera masuk ke kamar bahkan melewati Papi dan Maminya yang sedang ada di ruang keluarga.
Salwa segera menjatuhkan tubuhnya ke ranjang begitu masuk kamar bahkan tanpa melepas alas kakinya. Lalu dia segera memeluk boneka kesayangannya dan menumpahkan tangisan yang sudah dari tadi dia tahan, “Hiks,, hiks,, hiks,, kenapa aku tetap tidak bisa melupakannya. Kenapa sangat sakit yaa Allah. Semakin aku ingin melupakannya justru semakin dalam perasaan ini.” ucap Salwa sambil menangis.
Tok tok tok
“Sayang, kamu gak apa-apa kan?” tanya Mami Santi dari luar.
“Gak apa-apa Mih.” Jawab Salwa dengan suara serak.
“Sayang, apa kamu sakit? Tolong buka pintunya.” Ucap Mami Santi karena mendengar suara putrinya.
“Wawa gak apa-apa mih.” Balas Salwa. Dia tidak ingin maminya itu melihatnya dalam keadaan begini.
“Baiklah jika begitu. Mami harap kamu beneran baik-baik saja sayang. Ya sudah mami pergi.” ucap Mami Santi.
Salwa pun segera menghapus airmatanya dan berdiri menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena dia tidak ingin kedua orang tuanya mengetahui apa yang terjadi padanya.
***
Malam harinya,
“Pih, apa tidak sebaiknya kita katakan saja padanya.” Ucap Mami Santi.
“Apa yang harus dikatakan padanya?” tanya Papi Budiman.
“Pih, kamu tahu apa yang sedang aku bicarakan. Aku kasihan melihatnya seperti itu.” Ucap Mami Santi.
“Mih, aku tahu apa yang kamu pikirkan. Tapi kamu tahu kan apa yang kita lakukan semua ini untuk kebahagiaannya. Apa susahnya dia menderita sedikit. Bukankah cinta butuh pengorbanan.” Ucap Papi Budiman.
“Tapi pih aku gak tega melihatnya seperti tadi, kamu lihat kan apa yang terjadi padanya. Walaupun dia sudah berusaha menyembunyikannya dari kita tapi aku tahu apa yang dia rasakan.” Ucap Mami Santi.
“Sudahlah jangan pikirkan apapun. Biarkan ini mengalir seperti sedia kala. Sekarang tidurlah.” Ucap Papi Budiman.
Papi Budiman bukan tidak menyayangi anaknya hanya saja dia melakukan ini untuk kebahagiaan putrinya.
***
Keesokan paginya,
“Halo, Assalamu’alaikum kak!” ucap Freya begitu sambungan telepon tersambung.
“Wa’alaikumsalam. Ada apa kakak ipar?” tanya Salwa dengan suara khas bangun tidur. Ya dia baru saja bangun tidur begitu mendengar dering ponselnya. Dia tidur kembali setelah melakukan sholat subuh tadi, mungkin karena hatinya lelah hingga dia pun tertidur kembali.
“Kak, apa kau baru bangun?” tanya Freya.
“Hmm,,” jawab Salwa bergumam.
“Kak Salwa aku sudah di depan untuk menjemputmu menjenguk ayahnya Kak Vano. Ikut yaa! Aku tunggu dibawah.” Ucap Freya lalu segera mematikan sambungan telepon.
“Ouh God kakak ipar kau sudah sama saja dengan kakak. Sepertinya sifat kau sudah terjangkit virus kakak.” Ucap Salwa kesal karena Freya mematikan sambungan telepon begitu saja bahkan dia belum menjawabnya.
__ADS_1
Salwa pun mau tidak mau bangun dan segera menuju kamar mandi.
Sementara dibawah, “Sayang, kau sudah tiba.” Ucap Mami Santi menyambut Freya.
“Iya bibi.” Ucap Freya.
“Tolong yaa kamu ajak dia kemana begitu, bibi tidak tega melihatnya sedih begitu.” Ucap Mami Santi.
“Bibi tenang aja, aku akan menghiburnya. Serahkan saja padaku.” Ucap Freya tersenyum.
“Maaf merepotkanmu sayang.” Ucap Mami Santi merasa bersalah karena dia meminta bantuan kembarannya untuk mengizinkan Freya menemani Salwa. Kalian tahu kan bagaimana posesifnya Mami Sinta kepada Freya. Freya jika pergi kemanapun selain mendapat izin dari suaminya harus mendapat izin dari mertuanya.
Tidak lama kemudian Salwa segera turun menemui kakak iparnya itu yang sudah dari tadi menunggunya, “Kak kau sangat cantik.” Puji Freya.
Salwa pun hanya tersenyum, “Kakak ipar kau bisa aja. Ohiya tumben kau di izinkan pergi. Apa aunty mengizinkanmu pergi?” tanya Salwa.
“Kau tenang saja kak. Aku sudah mendapat izin. Ohiya ayo kita berangkat saja.” Ucap Freya.
Salwa dan Freya pun segera berangkat dari jauh Mami Santi tersenyum melihat senyuman di wajah putrinya, “Mami harap kau selalu tersenyum begitu sayang.” Gumam Mami Santi.
***
Kini mereka sudah tiba di rumah sakit dan langsung saja mereka masuk dan didalam sudah menunggu Alvino, “Kakak kau disini?” tanya Salwa heran.
“Tentu saja aku disini. Tapi kau jangan baper karena aku disini hanya untuk menyambut istri cantikku ini.” ucap Alvino segera mengecup kening Freya.
“Ouh God. Aku rasanya ingin muntah mendengarnya kak.” Ucap Salwa.
“Kak, aku ingin menemuinya tapi bukankah dia yang tidak datang.” Ucap Salwa tidak mau mengalah.
“Sudah-sudah jangan bertengkar. Ayo kita masuk!” ajak Freya karena jika tidak dihentikan maka perdebatan itu akan terus berlanjut.
Alvino pun segera menggandeng istrinya dan berjalan menuju ruangan dimana ayah Devano di rawat. Sementara Salwa mengikuti dari belakang dengan banyak pikiran di dalamnya.
***
Kini mereka sudah ada dalam ruangan ayah Devano.
“Tuan, Nyonya silahkan duduk!” ucap Devano menyambut bosnya itu.
“Sayang kamu duduk ya.” Ucap Alvino segera menyuruh Freya duduk di sofa. Freya pun hanya menurutinya.
“Nak Alvino terima kasih sudah datang lagi. Ohiya terima kasih juga untuk nona Salwa karena sudah datang lagi.” Ucap Arjun.
“Ah bapak jangan begitu. Tentu saja saya datang melihat karena Devano adalah teman saya.” jawab Devano sementara Salwa hanya tersenyum mengangguk.
“Ohiya bagaimana keadaan bapak? Apa sudah merasa lebih baik?” tanya Alvino.
“Alhamdulillah nak bapak sudah baik-baik aja. Besok sudah bisa keluar, sebenarnya hari ini tapi Devano bersikeras untuk di rawat di sini padah bapak mah sudah baik-baik aja.” Ucap Arjun.
“Ayah, kamu itu masih lemah. Kamu itu masih butuh perawatan.” Ucap Devano.
__ADS_1
“Itu benar pak. Lebih baik bapak pemulihan dulu saja disini.” Ucap Alvino.
Freya pun segera berdiri lalu mengamati perkembangan ayah Devano lalu dia mengangguk-ngangguk, “Ada apa sayang?” tanya Alvino.
“Gak apa-apa tapi sepertinya memang benar bapak sudah sehat.” Ucap Freya.
“Tuh, dengerin Van. Gak tahu nak entah kenapa Devano bersikeras untuk tetap di sini, mungkin karena perjodohannya.” Ucap Arjun.
“Ayah!” ucap Devano karena dia tidak ingin Salwa mendengar ini. Salwa yang dari tadi hanya diam saja hanya bisa diam. Bukan karena dia tidak kaget mendengar itu tapi dia berusaha untuk mengontrol hatinya. Jika bisa dikatakan ingin rasanya dia berteriak melarang perjodohan itu dan saat inilah dia sadar dengan semua sikap Devano kepadanya selama ini. Ternyata mereka sama-sama telah dijodohkan.
Freya hanya menatap Salwa yang saat ini sudah menahan air matanya agar tidak jatuh, “Kak, tolong temani aku ke kamar mandi.” Ajak Freya.
“Biar aku aja. Kamu disini!” ucap Alvino saat Freya menarik tangan Salwa.
“Hubby, Reya ingin ditemani oleh kak Salwa. Ayo kak Salwa.” Ucap Freya lalu memberi kode kepada suaminya. Alvino yang mengerti kode istrinya pun akhirnya mengizinkannya.
Freya pun segera membawa Salwa ke kamar mandi yang ada dalam ruangan itu, “Hiks,, hiks,, hiks,, kakak ipar sakit!” ucap Salwa segera memeluk Freya begitu mereka sudah di kamar mandi.
Freya pun hanya bisa menepuk-nepuk pundak Salwa untuk menenangkannya, “Maaf!” hanya itu yang bisa Freya katakan karena tujuannya membawa Salwa yaitu untuk membuatnya tertawa tapi sekarang justru Salwa semakin merasa sedih.
“Kakak ipar, apa sekarang aku terlihat jelek?” tanya Salwa setelah melepas pelukannya dan segera memeriksa dandanannya.
“Kau sangat cantik kak.” Ucap Freya membantu Salwa memperbaiki riasannya.
Setelah semuanya baik-baik aja mereka keluar, “Sayang, ayo kita pulang!” ucap Alvino.
“Salwa kau ikut kami juga biar mobilmu Devano yang akan mengantarnya.” Lanjut Alvino.
“Ah, gak usah kak. Aku bisa kok menyetir sendiri.” Tolak Salwa.
“Gak ada penolakan. Mana kuncimu!” pinta Alvino, Salwa pun mau tidak mau memberikan kunci mobilnya.
“Vano, tolong ya!” ucap Alvino segera menyerahkan kunci mobil Salwa kepada Devano.
“Baik tuan.” Jawab Devano.
“Ohiya bapak, ibu kami pamit dulu. ” ucap Alvino.
“Hati-hati dijalan nak. Terima kasih sudah menjenguk.” Ucap Arjun dan Azana.
Mereka pun segera keluar dari ruangan itu dengan di antar oleh Devano. Saat sudah sampai parkiran mereka segera masuk ke dalam mobil lalu Alvino segera menjalankan mobilnya. Devano pun masuk ke dalam setelah memastikan mobil Alvino pergi.
*
*
Happy reading guys !!😊
Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻😊
Mohon maaf jika ada typo guys.🙏🏻😉
__ADS_1
Mohon mampir dong dinovel author yang berjudul “Takdir Hidup Zia”. Author tunggu kedatangannnya, mohon tinggalkan jejak yaa!!🙏🏻🥺😉