Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 138


__ADS_3

“Tadi Azlen meminta di belikan komputer. Aku bukan tidak senang akan pengetahuan anak-anak kita hanya saja mereka masih kecil.” Ucap Freya.


“Melihat perkembangan Anand dan Anind saja yang tidak sesuai dengan perkembangan anak-anak lainnya membuatku takut apalagi Azlan dan Azlen.” Lanjut Freya.


“Aku tahu apa yang kau khawatirkan sayang. Memang perkembangan anak-anak kita sangat tidak sesuai dengan anak-anak lain pada umumnya tapi bukankah perkembangan mereka baik.” ucap Alvino.


“Iya aku tahu hanya saja aku takut mereka akan dewasa belum waktunya. Aku ingin anak-anakku itu seperti anak lainnya yang akan merengek jika tidak di belikan sesuatu.” Ucap Freya.


“Sudahlah kamu jangan khawatirkan apapun. Ini justru kita syukuri karena anak-anak kita di anugerahi dengan IQ di atas rata-rata.” ucap Alvino.


Freya pun hanya bisa mengangguk walaupun dia masih belum bisa memahami kenapa anak-anaknya itu seperti itu padahal dia ataupun Alvino tidak begitu.


***


Tiga hari kemudian, “Ada apa ini Fazar?” tanya Freya kepada asisten suaminya itu.


“Tuan ingin membuat lab komputer nyonya.” Jawab Fazar.


“Lab komputer?” tanya Freya kaget. Fazar pun hanya mengangguk.


Freya pun hanya bisa menghela nafasnya lalu segera mengambil ponsel untuk menelpon sang suami.


Tuut tuut tuut

__ADS_1


“Assalamu’alaikum, ada apa sayang?” tanya Alvino dari seberang.


“Waalaikumsalam, apa maksudnya ada apa by? Kau kan tahu apa alasanku menelponmu.” Balas Freya.


“Hmm,, aku hanya ingin memberikan fasilitas untuk anak-anak kita sayang karena bukan hanya si kembar yang menyukai komputer tapi juga Anand dan Anind. Kamu jangan protes ini yang terbaik untuk mereka karena dengan begitu kita bisa mengawasi mereka.” Ucap Alvino.


Freya pun hanya bisa memijit pelipisnya, “By tapi mereka masih kecil.” Ucap Freya.


“Kau tenang saja kita akan buat peraturan untuk mereka. Okay? Kamu jangan khawatirkan apapun hubby sudah memikirkan semua ini. Kamu hanya harus percaya pada suamimu ini.” ucap Alvino.


“Ahh baiklah. Aku selalu percaya padamu by.” Ucap Freya.


***


“Huh, bunda juga gak tahu sayang. Ini semua rencana ayahmu.” Jawab Freya.


“Ayah? Apa ayah ada bun?” tanya Anand.


Freya pun hanya mengangguk karena suaminya itu memang sudah pulang begitu mereka tadi selesai menelpon.


“Kalau begitu Anand ingin melihat ayah, apa boleh bun?” izin Anand.


“Pergilah sayang tapi ingat hati-hati.” Ucap Freya.

__ADS_1


Anand yang di ikuti oleh ketiga adiknya segera menuju lift dan naik ke lantai 3 di mana lab komputer sedang di buat. Freya yang melihat itu hanya bisa menghela nafasnya lalu segera pergi ke kamar putri kecilnya.


***


“Wow, apa ini ayah?” tanya Anind kagum dan segera mendekati sang ayah.


Alvino pun segera menggendong putri kecilnya itu tapi matanya menatap ketiga putranya yang ternyata menatap apa yang di buat oleh pekerja itu dengan mata berbinar, “Menurut kalian apa yang ayah buat?” tanya Alvino kepada ketiga putranya.


“Lab komputer.” Jawab mereka bersamaan.


Alvino pun tersenyum, “Apa kalian menyukainya?” tanya Alvino lagi.


Ketiga putranya itu segera memeluk Alvino, “Terima kasih ayah. Kami sangat menyukai ini.” ucap mereka.


“Ayah, apa Anind juga bisa gabung dengan mereka?” tanya Anind.


“Tentu saja sayang. Lab ini milik kalian. Ini khusus ayah buat untuk kalian.” Ucap Alvino.


“Ahh,, terima kasih ayah.” Ucap Anind.


“Sama-sama sayang tapi ingat kalian harus menaati peraturan yang akan ayah buat. Bagaimana?” tanya Alvino.


Ketiga putranya itu langsung mengangguk tanpa ragu, Alvino hanya tersenyum melihat begitu antusiasnya anak-anaknya itu bahkan langsung menyetujui peraturan sebelum di ketahui peraturan apa itu.

__ADS_1


__ADS_2