
“Hubby, aku punya sesuatu untukmu.” Ucap Freya saat mereka bersantai saat sebelum tidur.
“Apa itu?” tanya Alvino.
“Tunggu sebentar.” Ucap Freya segera berlalu mengambil hadiahnya.
Tidak berapa lama dia kembali dengan tas ditangannya. Freya segera memberikannya kepada Alvino.
“Apa ini?” tanya Alvino seraya menerimanya dari tangan Freya.
“Bukalah!” ucap Freya segera duduk disamping suaminya.
“Ini? Jas?” tanya Alvino.
Freya mengangguk, “Aku tadi belanja dengan kak Salwa dan itu sangat menarik makanya aku membelinya, aku harap Hubby menyukainya.” Ucap Freya.
Alvino segera mencobanya, “Ini sangat bagus, sangat pass! Eehh tapi kamu kok tahu ukuran Hubby?” tanya Alvino.
“Eehh,, itu aku hanya memprediksinya.” Ucap Freya.
“Hahhahh, masih aja malu.” Ucap Alvino mengusap kepala Freya.
“Hubby, rambut Reya berantakan.” Manja Freya.
“Ya sudah sini Hubby perbaiki.” Ucap Alvino memperbaiki rambut istrinya yang memang diurai itu.
“Apa hubby menyukainya?” tanya Freya.
“Tentu saja. Aku sangat menyukainya karena istriku ini yang membelikannya, apalagi menggunakan uangnya sendiri. Iya kan?” tanya Alvino dan Freya hanya mengangguk.
“Kenapa gak menggunakan kartu yang hubby berikan untuk belanja?” tanya Alvino.
“Emang apa yang harus aku beli semua keperluanku sudah hubby beli begitupun dengan kebutuhan sehari-hari.” Ucap Freya.
“Yaa apalah terserah kau mau membeli apapun yang kau suka.” Ucap Alvino.
“Gak ada yang aku suka, aku hanya menyukai hubby.” Gombal Freya.
“Hmm,, sudah pintar menggombal sekarang yaa..” ucap Alvino sambil mengecup kepala Freya.
“Kan gurunya hubby.” Balas Freya.
“Ee,, tapi hubby aku membeli,,” sambung Freya terdiam.
“Emang apa yang My Queen beli?” tanya Alvino.
“Itu loh My Lord. Aku membeli tokoh idola.” Ucap Freya.
“Apa BTS?” tanya Alvino.
“Kok hubby bisa tahu?” tanya Freya balik.
“Ya iyalah aku tahu, kamarmu aja penuh dengan poster mereka bahkan sosmedmu aja tentang mereka.” Ucap Alvino.
“Hehehhe, tapi hubby gak marah kan?” tanya Freya.
“Yaa gak lah. Karena kau hanya menyukai mereka bukan mencintai mereka. Lagian juga mereka gak mungkin punya perasaan kepada istriku ini. Satu-satunya yang mencintaimu hanya aku. Jadi buat apa aku cemburu pada tokoh idola.” Ucap Alvino.
“Yakin?” tanya Freya.
“Yakin lah.” Ucap Alvino.
“Kok aku ragu.” Ucap Freya.
Cup
Alvino segera mengecup bibir istrinya, “Sebenarnya hubby cemburu tapi itu adalah kesenanganmu. Hubby gak mungkin merenggut apa yang membuatmu bahagia.” Ucap Alvino.
“Sebenarnya Reya juga,,” ucap Freya terpotong.
“Hubby tahu Salwa yang membelikan itu semua karena dia juga penggemar BTS tapi karena dia sudah memiliki koleksi mereka maka dia pasti yang membelikanmu semua itu.” Ucap Alvino.
“Kok hubby bisa tahu?” tanya Freya.
“Menurutmu?” tanya Alvino.
“Ahhh,, Reya tahu pasti ada mata-mata.” Ucap Freya.
“Bukan mata-mata sayang tapi mereka semua untuk melindungimu.” Ucap Alvino.
“Yayaya,, Reya mengerti. Hubby sangat mencintaiku.” Ucap Freya.
__ADS_1
“Tentu saja, aku sangat mencintaimu. I love you more.” Ucap Alvino.
Yah, Alvino selalu menempatkan pengawal menjaga istrinya itu karena dia tidak ingin istrinya kenapa-kenapa.
***
“Re, ayo temani aku USG setelah kita selesai kerja. Kamu kan sudah janji.” Ucap Hanna.
“Jadi itu hari ini?” tanya Freya.
“Hmm,, temani aku! Gak boleh nolak.” Ucap Hanna.
“Iya. Tentu saja, aku juga ingin melihat keponakanku.” Ucap Freya seraya mengusap perut Hanna.
“Okay, aku tunggu di ruanganku setelah selesai kerja. Awas aja kalau gak datang.” Ancam Hanna.
“Iss,, dasar bumil, sensitive bangat sih. Tentu saja aku akan menyusulmu.” Ucap Freya.
“Eehh,, tapi kak Lio gak mau datang menemani USG? Bukankah dia selalu datang?” tanya Freya.
“Sebenarnya dia mau menemaniku tapi aku sudah mengatakan kau akan menemaniku jadi dia hnaya akan menjemputku karena dia juga masih punya pekerjaan.” Ucap Hanna.
“Oh jadi begitu. Okelah, aku pasti akan menemanimu.” Ucap Freya.
Sementara Hanna tersenyum misterius.
***
“Ayo kita masuk!” ajak Hanna.
“Ayo!” ucap Freya seraya masuk ke ruangan dokter kandungan.
“Ouh,, suster Hanna. Apa kau ingin memeriksa kandunganmu?” tanya dokter wanita itu, sebut saja Rina.
“Iya dokter seperti biasa.” Ucap Hanna.
“Ouh baiklah jika begitu. Ouh ini suster Freya kan dari ruangan anak-anak?” tanya Rina.
“Iya benar dokter.” Jawab Freya.
“Ouh kalau begitu silahkan suster Freya dan suster Hanna duduk.” Ucap Rina.
Hanna dan Freya pun segera duduk.
“Ouh tentu saja dokter.” Ucap Hanna sambil menyerahkan buku KIA-nya.
“Tumben suster Hanna gak ditemenin suami?” tanya Rina basa basi.
“Suami saya sedang sibut dokter jadi suster Freya yang menemani saya.” ucap Hanna.
“Ouh okay. Suster Freya gak mau periksa juga? Bukankah suster Freya sudah menikah juga?” tanya Rina.
“Ah benar dokter saya memang sudah menikah tapi untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sepertinya belum.” Ucap Freya.
“Kenapa? Siapa tahu aja suster Freya juga sudah hamil.” Ucap Rina.
“Saya gak ingin berharap dokter karena saya juga tidak mengalami gejala-gejala hamil.” Ucap Freya jujur.
“Re, siapa tahu aja kamu beneran hamil. Ayo kita periksa?” ucap Hanna.
“Han, gak mungkin.” Tolak Freya.
“Coba aja.” Ucap Hanna.
“Suster Freya kapan terakhir kali menstruasi?” tanya Rina.
“Itu,, ahh. Sepertinya haid terakhir saya sebelum saya menikah. Saya memandikannya saat sebelum akad.” Ucap Freya setelah baru ingat.
“Itu kan berarti sudah mau dua bulan.” Ucap Hanna.
“Apa suster Freya ingin memeriksanya?” tanya Rina.
“Saya hanya takut itu gak sesuai harapan dokter.” Ucap Freya.
“Ouh ayolah Re, sejak kapan sahabatmu menjadi pesimis begini. Ini kan hanya pemeriksaan, jika kau belum hamil yaa gak apa-apa. Kita hanya ingin memastikannya.” Bujuk Hanna.
“Ah, baiklah. Saya akan memeriksanya dokter.” Ucap Freya setelah berpikir.
“Gitu dong!” ucap Hanna tersenyum.
Freya pun segera ke kamar mandi untuk melakukan tespeck setelah diberikan tespeck oleh dokter Rina. Sementara Hanna segera melakukan pemeriksaan kehamilannya.
__ADS_1
Freya pun segera kembali untuk melihat Hanna.
“Sudah?” tanya Hanna.
Freya hanya mengangguk, “Aku yakin kau hamil Re.” ucap Hanna.
“Semoga saja!” ucap Freya.
“Ini babymu Han?” tanya Freya melihat layar monitor USG.
“Iya.” Jawab Hanna seraya melihat layar monitor juga.
“Ahh, lucunya.” Ucap Freya berkaca-kaca.
“Jangan nangis dong Re. kok kamu jadi cengeng.” Ucap Hanna.
“Hahhahh,, aku hanya terharu Han.” Ucap Freya.
Mereka pun melakukan pemeriksaan itu sampai selesai dan syukurlah kandungan Hanna baik-baik saja, semuanya normal.
“Suster Freya sudah bisa mengambilnya, itu sudah lebih dari 30 menit.” Ucap Rina.
“Baik dokter.” Ucap Freya segera berlalu ke kamar mandi.
“Semangat Re!” ucap Hanna.
Beberapa saat kemudian, Freya segera dari kamar mandi.
“Bagaimana?” tanya Hanna.
“Ahh,, gak apa-apa kok Re. Jangan sedih dong.” Ucap Hanna setelah melihat wajah sedih Freya.
Tiba-tiba Freya memeluk Hanna, “Han, garis dua.” Ucap Freya.
“Sungguh?” tanya Hanna segera melepas pelukannya dan mengambil tespeck dari tangan Freya.
“Ahh,, selamat Re.” peluk Hanna girang.
“Selamat suster Freya.” Ucap Rina.
“Terimah kasih dok, Han. Tapi saya masih ragu,,” ucap Freya.
“Apa mau di USG untuk memastikannya?” tanya Rina.
“Iya Re agar kau yakin.” Ucap Hanna.
Freya pun hanya mengangguk dan segera berbaring di bed untuk melakukan USG. Freya melihat layar monitor dengan perasaan deg-degan.
“Selamat suster Freya, anda beneran hamil. Ini janinnya. Baru berusia 7 minggu.” Ucap Rina.
Sementara Freya hanya menangis terharu begitu melihat bahwa ternyata ada kehidupan dalam rahimnya.
“Selamat Re!” ucap Hanna setelah Freya melakukan USG.
“Makasih Han sudah mengajakku kesini.” Ucap Freya.
Hanna dan dokter Rina hanya tersenyum, Freya yang melihatnya segera bertanya, “Apa ini rencanamu Han?” tanya Freya.
“Heheheh, Iya karena aku yakin kau hamil.” Ucap Hanna.
“Iya suster Freya, suster Hanna sudah mengatur ini semua.” Ucap Rina.
“Ahh,, terimah kasih Han, dokter.” Ucap Freya.
Dokter Rina pun segera menjelaskan apa yang boleh Freya makan dan tidak diusia kandungannya yang baru berusia 7 minggu itu.
Setelah itu mereka segera pulang.
*
*
Ahh,, akhirnya akan ada Alvino junior. Selamat Freya dan Alvino, author ikut bahagia deh.😊
*
*
*
Ayo dong like, komen, vote, beri gift dan favoritin agar author lebih semangat nulisnya.😊🙏🏻
__ADS_1
Mohon maaf jika ada typo guys,,🙏🏻