Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 26


__ADS_3

Singkat cerita kini sudah tiba hari pesta pernikahan dari Faisal.


“Re, kamu yakin akan pergi ke pesta itu?” tanya Hanna melalui telepon.


“Iya, Han. Berapa kali sih aku harus menjawabnya aku pasti akan pergi, mana mungkin aku gak pergi sedangkan aku di undang, kasihan undangannya Han.” Jawab Freya.


“Ah, masa bodoh dengan undangannya. Aku temani ya,, Re.” ucap Hanna.


“Gak usah Han, aku bisa kok sendiri, bukankah kamu sudah ada dirumahmu? Kau gak usah khawatirkan aku, lebih baik kau bersenang-senanglah dengan keluargamu. Aku akan baik-baik saja.” Ucap Freya.


“Aku pasti akan menemanimu Re, aku akan pulang sekarang juga.” Ucap Hanna.


“Gak usah Han, kamu juga baru pulang kan. Aku baik-baik saja.” Ucap Freya.


“Tapi aku khawatir Re,” ucap Hanna.


“Apa yang membuatmu khawatir? Apa kamu khawatir bahwa aku akan menangis karena merasa dicampakkan? Han, hubungan kami sudah berakhir sejak dulu, begitupun dengan harapanku untuk menjadi pendampingnya sudah berakhir sejak dulu. Aku hanya ingin menghargai undangannya dan juga menghargai Adnan yang sudah hujan-hujanan hanya untuk mengantar undangan itu secara langsung padaku. Bagiku dia hanya seperti teman SMA-ku yang lainnya tidak ada yang istimewa.” Ucap Freya sungguh-sungguh karena memang dia sudah tak memiliki perasaan apapun kepada Faisal (Mantan kekasihnya itu).


Freya juga bukanlah gadis yang tidak pernah mengenal hubungan pacaran karena dia pernah menjalani hubungan pacaran sebanyak dua kali. Sebelum dia menjadi gadis yang taat aturan agama, dia juga tetaplah seorang gadis yang pernah terjerumus pada hubungan itu.


“Baiklah, aku harap kau memang benar baik-baik saja. Tapi apa kau akan pergi sendiri?” tanya Hanna.


“Tentu saja! Aku akan pergi sendiri Han.” Ucap Freya.


“Ah, lebih baik kau pergi dengan Kak Lio saja. Kak Lio pasti akan membantumu!” ucap Hanna.


“Gak, aku lebih baik pergi sendiri saja.” Tolak Freya.


“Ayolah Re, tenang saja aku tidak mungkin cemburu padamu. Aku percaya padamu dan juga Kak Lio.” Ucap Hanna.


“Han, aku tahu kau percaya padaku dan aku juga gak mungkin merebut milik sahabatku. Tapi ini bukan soal itu aku saja yang gak merasa nyaman.” Ucap Freya.


“Baiklah. Ah atau aku akan bilang ke Kak Lio untuk memanggil temannya agar ada yang bisa menemanimu kesana.” Ucap Hanna.


“Han, apa kau berencana menjodohkanku? Sudah pokoknya kau jangan khawatirkan aku. Aku akan baik-baik saja, kamu bersenang-senanglah dan jangan berusaha menjodohkanku.” Ucap Freya.


“Terlambat Re, aku memang sudah menjodohkanmu” batin Hanna.


“Baiklah. Kau memang keras kepala. Ee.. kau harus ingat jika kau tidak merasa nyaman lebih baik kau segera pulang karena aku yakin kau pasti akan bertemu dengan teman sekelasmu yang lain.” Ucap Hanna.


“Baiklah, tentu saja. Aku akan ingat itu. Kau tenang saja.” Ucap Freya.


“Yaa,, sudah aku tutup dulu teleponnya. Ingat kau harus dandan cantik agar dia menyesal karena lebih memilih wanita itu daripada kau.” Ucap Hanna.


“Baiklah, aku akan lakukan itu, tuan putri.” Ucap Freya.


“Oke kalau begitu aku akan menelpon tukang make up hanya untuk membuatmu cantik. Aku akan menelponnya dank au tidak boleh menolaknya. Kau harus lebih cantik dari dia ataupun dari teman-teman se-angkatanmu.” Ucap Hanna tegas.


“Baiklah, terserah kau saja.” Ucap Freya pasrah.

__ADS_1


Telepon mereka pun segera berakhir.


#####


Kini Freya sudah ada didepan sebuah gedung pernikahan. Gedung itu sudah disulap dengan begitu mewahnya dan di depan gedung sudah ada foto-foto prawedding mereka.


“Hah, sepertinya aku memang tidak salah tempat.” Ucap Freya setelah melihat foto-foto itu.


“Tapi aku terlambat datang? Ah, ini semua gara-gara Hanna mengirimkan tukang make up.” Ucap Freya.


Diapun segera masuk ke dalam gedung itu dan tanpa dia ketahui ada sepasang mata yang melihatnya tanpa berkedip karena pangling akan perbedaan Freya dari dalam mobilnya mewahnya.


“Dia sangat cantik walaupun make up yang dia gunakan sangat natural tapi itu sudah membuatnya terlihat cantik.” Batin Alvino.


Dia pun segera turun dari mobilnya dan ikut masuk ke dalam gedung walaupun tanpa kartu undangan.


Sedangkan di saat Freya masuk acaranya telah dimulai dan di pelaminan telah duduk raja dan ratu dengan gagahnya tapi justru perhatian orang-orang tertuju pada Freya yang baru saja masuk.


“Itu Freya kan?” tanya gadis A (teman sekelas Freya).


“Iya, itu beneran Freya. Dia sangat cantik.” Jawab gadis B (teman sekelas Freya)


“Cantik apa-an. Make up nya aja menor gitu.” Ucap gadis C sinis (teman sekelas Freya yang selalu iri pada Freya dari masa sekolah.)


“Ah, hai! Apa ada yang duduk disini?” tanya Freya kepada si C.


“Kok, kamu sendiri. Mana pacarmu? Jangan bilang kamu datang kesini berencana merebut Faisal dari istrinya.” tanya gadis C sinis.


“Kok kamu nanyanya gitu sih?” tanya gadis B.


“Ah, gak kok. Aku kesini hanya datang karena temanku mengundangku. Kasihan juga Adnan sudah cape-cape mengantar undangannya.” Jawab Freya tersenyum.


“Ah, dia pikir dia cantik hanya karena pakai make up menor seperti itu. Dasar sok cantik!” gumam gadis C tapi masih bisa didengar oleh Freya.


Freya hanya tersenyum mendengarnya karena dia tahu bahwa gadis itu sangat membencinya hanya karena Faisal lebih memilih Freya daripada gadis itu saat SMA. Yah,, bisa dikatakan dendam masa lalu.


Sedang di sudut lain, terlihat seorang pemuda sedang geram karena melihat gadis yang dicintainya di hina seperti itu.


Singkat cerita, kini para tamu undangan akan segera pulang dan berpamitan dengan kedua mempelai.


Freya pun segera berdiri untuk berpamitan dengan kedua mempelai tapi gadis C itu mendorong Freya hingga hampir terjatuh tapi untunglah gadis B menolong Freya.


“Terimah kasih!” ucap Freya.


“Kamu gak apa-apa?” tanya gadis B.


“Gak apa-apa kok.” ucap Freya.


“Kau punya mata gak?” tanya gadis B kepada gadis C.

__ADS_1


“Sudah, biarkan saja.” Ucap Freya tersenyum.


Gadis C pun segera berlalu pergi seolah-olah dia tidak melakukan kesalahan.


Alvino yang melihat gadisnya hampir terjatuh karena didorong pun tidak tinggal diam dan segera menghubungi Adelio untuk menyelidiki gadis C itu dan dia segera mengirimkan foto gadis C.


Kini tiba Freya berpamitan dengan kedua mempelai.


“Selamat menempuh hidup baru untuk kalian berdua, semoga sakinah mawaddah warahmah” ucap Freya tersenyum sambil memandang kedua mempelai dan langsung memeluk Ninda, istri Faisal.


“Selamat untukmu. Jagalah istrimu dengan baik!” ucap Freya tulus sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada.


Sementara Faisal memandang dengan intens wajah Freya dan tidak fokus kepada perkataan Freya, dia terkagum dengan kecantikan Freya karena Freya semakin bertambah cantik dari Freya yang dikenalnya dulu.


Ninda dan gadis C yang melihat itu pun rasanya sangat marah. Sedangkan Alvino rasanya dia ingin mencolek kedua mata Faisal keluar karena sudah memandang gadisnya.


Freya pun segera turun dari pelaminan dan segera menuju pintu keluar untuk pulang.


“Ternyata kau masih sama yaa? Masih suka menggoda milik orang lain?” ucap gadis C di belakang Freya.


Freya pun segera menoleh dan tersenyum.


“Kenapa kau tersenyum? Apa kau senang karena sudah berhasil membuat Faisal melirik ke arahmu dan membuat istrinya marah hanya karena wajah palsumu itu.” Ucap gadis C sinis.


“Aku pikir setelah kau kuliah dengan pendidikanmu yang kau banggakan itu dan juga dengan jilbabmu yang selebar ini, ku pikir kau sudah berubah tapi ternyata tidak” sambung gadis C dengan suara keras karena melihat banyak orang yang telah berkumpul.


Alvino yang mendengar itu pun tidak tinggal diam dan segera menyuruh security untuk membubarkan itu sekaligus menolong gadisnya. Namun sebelum dia memanggil security dia mendengar Freya bicara.


“Apa kau sudah selesai bicara? Apa masih ada lagi yang ingin kau katakan? Sepertinya kau sangat update tentang kehidupanku. Aku ingin mengucapkan terimah kasih karena kau masih memperhatikanku. Tapi sayang kau selalu memperhatikanku tapi kau lupa bahwa aku masih orang sama dengan SMA. Aku tidak takut kau permalukan, karena aku tidak merasa aku melakukan semua yang kau tuduhkan. Dan asal kau tahu aku tidak menggodanya baik sekarang maupun SMA salahkan dia yang tidak bisa menjaga pandangannya setelah melihat gadis cantik dan juga tanyakan kepadanya kenapa dia lebih memilihku pada saat itu daripada dirimu. Ah, bukan tanyakan pada dirimu apa yang membuatnya lebih memilihku daripada kau waktu itu. Mungkin ada yang ada pada dalam dirimu yang tidak dia sukai” ucap Freya memandang gadis C, orang-orang disekitarnya dan juga Faisal sekaligus Ninda.


“Kau? Kalian lihat kan dia gadis seperti apa? Lalu apa manfaat hijabnya itu? Bukankah lebih baik dilepaskan?” ucap gadis C tidak mau mengalah.


“Kau tidak tau apa manfaatnya? Apa perlu aku jelaskan! Baiklah akan aku jelaskan karena aku tahu sepertinya kau terlalu sibuk memperhatikanku sehingga melupakan hal sepele seperti ini. Ingat hijabku tidak berhubungan dengan sikapku, jika kau ingin menyalahkanku jangan gunakan hijabku karena itu adalah kewajibanku untuk menutupi auratku. Dan kau harus ingat aku masih orang yang sama dan juga dengan sifat yang sama, jadi jangan coba-coba memprovokasiku.” Ucap Freya.


“Atau kau akan malu disini” bisik Freya.


“Ohiya, satu hal yang harus kau ingat. Dia sudah menikah! Jika kau tidak percaya lihatlah kesana, dia berdiri dengan istrinya. Jika kau masih berminat untuk merebutnya, silahkan! Tapi aku tidak! Silahkan kau ambil, aku sudah gak butuh. Dan ingat juga barang yang telah ku buang pantang ku ambil.” Ucap Freya berlalu pergi.


Orang-orang pun segera bubar meninggalkan gadis C itu yang tengah malu.


Sementara Alvino yang melihat itu tersenyum karena sepertinya gadisnya itu tidak membutuhkan bantuannya.


“Kau memang sangat menarik.” Ucap Alvino kagum.


Happy Reading readers😊


Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏


Maaf jika banyak typo guys😉😊

__ADS_1


__ADS_2