Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 121


__ADS_3

Setelah itu mereka pun dinner bareng sambil menikmati udara malam itu dan pemandangan kota malam hari yang sangat indah di lihat dari atas.


Setelah dinner tiba-tiba Alvino berlutut seperti orang yang akan melakukan lamaran untuk kekasihnya, "Freya Nur Nabila Abraham bersediakah dirimu menemaniku menghabiskan sisa hidup kita bersama-sama?" ucap Alvino sambil memakaikan cincin untuk sang istri.


Freya pun tersenyum, “Tentu saja suamiku.” Jawab Freya dan akhirnya mereka pun berpelukan.


“Hubby, aku juga punya sesuatu untukmu.” Ucap Freya mengambil sesuatu dari dalam tasnya, Setelah itu Freya langsung memakaikan gelang pasangan untuk suaminya dan juga dirinya.


“Aku tahu ini gak mahal dan mungkin kelihatan norak tapi aku juga ingin seperti mereka juga. Maaf yaa hanya ini yang bisa aku berikan untukmu suamiku.” Ucap Freya.


“Ini sangat bagus kok. Hubby akan memakainya dan tidak akan melepasnya.” Ucap Alvino lalu mengecup kening Freya.


Setelah lelah dan juga sudah larut mereka memutuskan pulang.


***


Dua minggu berlalu, “Kakak, kenapa kau pucat?” tanya Wina.


Freya pun melihat wajahnya di cermin begitu mendengar Wina bicara, “Gak kok. Apa kakak terlihat pucat?” tanya Freya.


Wina pun hanya mengangguk, “Apa kakak sakit?” tanya Wina lagi.


Freya menggeleng, “Terus kakak kenapa? Lebih kakak periksa aja deh ke dokter.” Ucap Wina.

__ADS_1


“Kakak gak apa-apa deh sepertinya hanya sedikit kelelahan aja.” Ucap Freya menolak.


“Kakak tetap harus periksa.” Ucap Wina.


“Nanti aja. Kamu jangan khawatir.” Jawab Freya


“Apa yang nanti aja kak?” tanya Mark yang baru saja masuk dan mendengar perkataan kakaknya itu.


“Ada deh. Kamu kepo.” Ucap Freya.


“Is,, kakak!” ucap Mark kesal.


“Kak Mark, lebih baik bujuk kakak untuk pergi ke dokter karena dia pucat.” Ucap Wina. Yah Mark dan Wina sudah berdamai walau kadang-kadang masih juga berdebat.


Mark yang mendengar perkataan Wina pun menatap Freya, “Kakak gak apa-apa Mark.” Ucap Freya.


“Gak usah Mark.” Ucapnya.


“Gak pokoknya kakak harus ikut jika tidak aku akan menelpon kakak ipar.” Ucap Mark.


Freya pun menghela nafas, “Huh, baiklah ayo. Wina kakak titip anak-anak yaa.” Ucap Freya.


Mereka pun segera menuju rumah sakit F.

__ADS_1


***


Kini mereka sudah di rumah sakit, Freya pun segera memeriksakan dirinya kepada dokter. Dokter segera memeriksa dirinya.


“Suster Freya, kapan terakhir kali menstruasi?” tanya dokter itu setelah memeriksa nadi Freya.


Freya pun mengingat-ngingat dan baru sadar bahwa menstruasinya sudah telat dua bulan, “Sepertinya dua bulan lalu.” Jawab Freya ragu.


“Hmm,, menurut saya suster Freya sedang hamil saat ini. Untuk memastikannya lebih baik ke Dokter Rina saja.” Ucap Dokter itu.


Freya pun mengangguk dan menuju ruangan dokter Rina. Freya segera saja masuk untung dokter Rina tidak memiliki pasien.


“Eeh,, suster Freya ada apa kesini?” tanya dokter Rina.


“Re, kau di sini?” tanya Hanna.


“Dokter aku kesini ingin melakukan USG untuk memastikan sesuatu.” Ucap Freya.


Dokter Rina pun segera melakukan USG kepada Freya dan dia kaget melihat layar monitor, “Apa aku hamil?” tanya Freya.


Dokter Rina pun mengangguk dan Freya hanya menghela nafasnya. Dokter Rina pun masih tetap melakukan USG yang ternyata kandungan Freya sudah berusia 10 minggu dan semuanya baik-baik saja.


“Selamat yaa Re!” ucap Hanna.

__ADS_1


Freya pun mengangguk, “Dokter, Han tolong sembunyikan ini dari suamiku dulu biar aku sendiri yang akan mengatakannya.” Pinta Freya.


Dokter Rina dan Hanna pun mengangguk. Freya dan Mark pun segera pergi begitu Freya di beri vitamin. Freya pun segera memberi pesan kepada Mark untuk merahasiakan kehamilannya dari suaminya sambil dia berpikir cara memberitahukan kehamilannya ini.


__ADS_2