
“Apa masih sakit?” tanya Alvino saat mereka sedang sarapan.
“Kakak sudah menanyakan itu mungkin sudah lebih dari sepuluh kali dari kita bangun tidur sampai saat ini kita mau sarapan.” Jawab Freya, pasalnya dia malu Alvino selalu menanyakan hal itu sejak tadi.
“Kakak hanya takut kau kenapa-kenapa dek. Kakak khawatir karena itu,,” ucap Alvino.
“Ststt,,” potong Freya menutup mulut suaminya karena sudah sejak tadi itulah yang dikatakan oleh suaminya.
“Maaf dek!” ucap Alvino.
Cup
Freya yang melihat suaminya itu merasa bersalah langsung mencium pipi suaminya, “Reya gak kenapa-kenapa, Reya baik-baik saja. Kakak jangan selalu minta maaf karena itu adalah kewajiban Reya.” Ucap Freya sambil memandang suaminya.
Alvino kaget dengan Freya yang untuk pertama kalinya menciumnya hanya diam, “Beneran gak sakit?” tanya Alvino lagi.
“Kakak,,! Reya baik-baik aja.” Ucap Freya.
“Baiklah, tapi jika kau merasa sakit atau apapun kau harus mengatakannya.” Ucap Alvino dan Freya hanya mengangguk karena dia tahu bahwa suaminya itu sangat mengkhawatirkannya.
Mereka pun melanjutkan acara sarapan mereka, kurang lebih 20 menit mereka selesai sarapan.
“Kakak, ayo siap-siap kita mau jalan.” Ucap Freya yang melihat suaminya itu hanya duduk diam di ranjang.
“Hari ini kita gak jalan karena kamu harus istirahat, kakak sudah menelpon Crish untuk menunda pergi ke Rijksmuseum.” Ucap Alvino.
“Hah? Kenapa di tunda?” tanya Freya kaget.
“Yah karena kamu masih harus istirahat. Kita akan kesana besok.” Ucap Alvino.
“Baiklah.” Ucap Freya pasrah.
“Kamu gak marah kan karena kakak membatalkan perjalanan kita?” tanya Alvino.
“Gak kok. Reya tahu kakak sangat mengkhawatirkanku. Baiklah karena suamiku ini sudah menunda liburan maka aku sekarang harus tidur dulu. Aku mengantuk!” ucap Freya segera berbaring di samping suaminya yang duduk.
Alvino hanya tersenyum melihat istrinya itu karena dia pikir Freya akan marah karena menunda liburan mereka.
“Dek, makasih untuk semuanya.” Ucap Alvino memandang istrinya yang berbarik disampingnya.
Freya yang mendengar hal itu segera bangun dan duduk bersandar di samping suaminya itu, “Emang kakak gak lelah apa mengucapkan terimah kasih dan maaf berulang kali?” tanya Freya memandang suaminya.
“Kenapa harus lelah? Kakak akan melakukan hal itu selalu dan kau harus membiasakannya.” Ucap Alvino tersenyum sambil menyentuh hidung Freya dengan jarinya.
“Ya sudah terserah kakak!” ucap Freya pasrah.
__ADS_1
Mereka pun terdiam entah memikirkan apa, “Kakak ingin punya anak berapa?” tanya Freya tiba-tiba.
Alvino tersenyum mendengar perkataan istrinya itu, “Kenapa menanyakan itu?” tanya Alvino balik.
“Iss,, aku yang bertanya lebih dulu kenapa kakak justru balik bertanya.” Ucap Freya kesal.
“Hahahhah,, kau sangat lucu sedang kesal seperti itu dek, ingin rasanya kakak menciummu.” Goda Alvino.
Sementara Freya langsung menutup mulutnya. Alvino yang melihat justru semakin tertawa, “Hahahh, kenapa masih malu dek, kakak juga sudah melihat semuanya.” Ucap Alvino.
“Iss,, kakak kenapa sekarang jadi menyebalkan ya?” ucap Freya.
“Hahhah,, baiklah maaf. Kakak akan menjawab pertanyaanmu, bagi kakak anak itu anugerah jadi apapun yang diberikan Allah kakak akan menerimanya.” Ucap Alvino serius.
“Lalu bagaimana jika aku tidak bisa ha,,” tanya Freya.
“Stsstt,, Jangan ngomong gitu. Kamu kan tahu perkataan adalah doa. Jika pun Allah belum memberikannya sekarang itu berarti kita masih disuruh pacaran dulu. Kakak memang punya keinginan memiliki banyak anak karena kakak tahu bagaimana rasanya menjadi anak tunggal untung ada Salwa yang selalu mengikuti kakak. Tapi jika Allah hanya memberikan kita satu orang anak pun kakak akan menerimanya. Kakak akan sangat menyayanginya. Hanya satu hal yang paling penting bagi kakak yaitu kau akan selalu berada di sisi kakak. Kakak sangat menyayangimu!” Ucap Alvino tulus..
Freya yang mendengarnya merasa terharu dengan ucapan suaminya, “ Ahh,, kakak! Membuat Reya menangis aja.” Ucap Freya menggosok matanya.
Alvino yang melihat itu hanya tersenyum dan langsung memeluk istrinya itu, “Kamu jangan memikirkan apapun, jika sudah waktunya kita pasti akan memiliki anak.” Ucap Alvino.
“Kak,,” ucap Freya melihat suaminya.
Cup
“Kakak,,!” ucap Freya malu sambil melepaskan pelukan suaminya.
“Hahhah,, Kakak sangat mencintaimu!” ucap Alvino.
Cup
Freya segera mencium pipi suaminya itu untuk membalas ucapan suaminya, “Dek kok hanya satu? Kasihan yang satunya iri.” Goda Alvino.
“Iss,, kakak menyebalkan. Senang bangat kayaknya godain Reya.” Ucap Freya memerah malu.
“Hahahhh,, entah kenapa itu sudah jadi kebiasaan baru kakak dek. Ayo dong yang satunya iri loh dek.” Ucap Alvino.
Freya pun langsung mencium pipi suaminya yang satunya dengan singkat dan cepat tapi Alvino langsung menahan tengkuk Freya dan mencium bibir Freya. Bukan hanya sekedar kecupan tapi lebih dari itu.
Freya hanya menunduk malu setelah Alvino melepaskan ciuman mereka. Alvino yang gemas melihat tingkah istrinya itu langsung mengecup kening istrinya.
“Ohiya, kakak mau minta izin yaa mau menemui tuan Steven karena ada yang harus kakak bicarakan.” Ucap Alvino sambil berdiri.
“Kapan? Hari ini?” tanya Freya.
__ADS_1
“Iya hari ini, sekarang! Kakak mau siap-siap dulu. Kamu gak apa-apa kan kakak tinggal disini sendiri? Apa kakak akan meminta seseorang untuk menemanimu.” tanya Alvino.
“Ah gak usah. Reya juga mau istirahat. Kakak gak akan lama kan?” tanya Freya.
“Hmm,, mungkin sekitaran 2 jam. Ah kalau kamu bosan kamu boleh menyusul kakak kesana. Nanti kamu telpon saja Crish untuk menjemputmu.” Ucap Alvino.
“Gak usah, Reya akan disini menunggu kakak.” Ucap Freya.
“Kamu gak marah kan karena kakak baru memberitahumu hal ini?” tanya Alvino khawatir.
“Hahahha,, kakak sepertinya takut banget aku marah. Sini deh! Ada yang Freya katakan.” Ucap Freya.
Alvino pun segera mendekati istrinya itu, “Suamiku,, Aku gak marah. Kenapa aku harus marah? Aku tahu kakak juga harus bekerja. Aku mencintai kakak!” bisik Freya.
Alvino langsung mengecup kening istrinya itu, “Kakak juga mencintaimu. Kamu baik-baik yaa disini. Kakak akan cepat.” Ucap Alvino dan Freya pun hanya tesenyum.
Alvino segera bersiap-siap untuk menemui tuan Steven setelah mendapat izin dari istri cantiknya. Sementara Freya segera menyiapkan pakaian untuk suaminya. Setelah itu dia kembali berbaring di ranjang karena sejujurnya dia juga sangat lelah dan mengantuk.
***
Singkat cerita, kini Alvino sudah pulang dari bertemu dengan tuan Steven. Dia pulang setelah sholat zuhur. Freya sudah melakukan sholat sendiri.
“Kamu sudah makan dek?” tanya Alvino.
“Belum. Masih menunggu kakak!” jawab Freya.
“Ya sudah kamu pesan saja. Kakak mau bersih-bersih dulu sama sholat.” Ucap Alvino.
“Oke.” jawab Freya tersenyum.
Alvino yang melihat istrinya itu bertingkah seperti anak kecil hanya bisa tersenyum. Dia pun segera ke kamar mandi bersiap-siap untuk melakukan sholat. Sementara Freya segera memesan makanan kepada orang yang biasa mengatur makanan mereka karena pelayan hotel ini tahu bahwa mereka muslim.
“Sudah dipesan?” tanya Alvino.
Freya hanya mengangguk. Alvino pun segera melakukan sholat. Freya yang melihat suaminya sedang melakukan sholat hanya tersenyum mengagumi suaminya yang sedang melakukan sholat. Dia sangat bahagia bisa memiliki suami seperti Alvino karena dia tidak menyangka bahwa takdir sangat begitu baik kepadanya sehingga dia memiliki suami seperti Alvino.
*
*
*
Ayo dong like, komen, vote agar author lebih semangat lagi menulis.😊
Mohon maaf jika banyak typo guys.🙏🏻
__ADS_1