Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 97


__ADS_3

“Ya kami bertiga. Aku memang sudah mengandung anak keduaku dan untuk Yana dia sudah melakukan testpeck dan hasilnya positif dan datang kesini untuk memastikannya. Sedangkan untuk kak Salwa aku yang memaksanya untuk melakukan pemeriksaan.” Jelas Freya tersenyum.


Dokter Rina pun hanya mengangguk, “Jadi siapa lebih dulu?” tanya dokter Rina.


“Hmm,, kak Salwa saja.” Ucap Freya.


Salwa yang ditunjuk pun hanya tersenyum, “Hmm, nona Salwa akan melakukan testpeck dulu atau langsung USG saja?” tanya dokter Rina.


Salwa yang ditanyai menatap adik iparnya, “Hmm,, apa bisa keduanya dokter?” tanya Salwa ragu-ragu.


“Hmm,, bisa kok.” jawab dokter Rina.


“Kalau begitu saya ingin testpeck dulu.” Ucap Salwa.


Dokter Rina pun mengangguk dan segera memberi Salwa air minum. Salwa pun segera meminumnya, setelah itu segera menuju kamar mandi setelah Hanna memberikannya testpeck.


Sementara menunggu Salwa melakukan test, dokter Rina segera melakukan USG kepada Deyana karena Freya ingin terakhir.


“Selamat pak, istri anda beneran hamil, usia kandungannya kini masuk usia 11 Minggu.” Ucap dokter Rina.


“Terima kasih dokter!” ucap Zein dan Deyana bersamaan.


Freya pun tersenyum mendengarnya. Setelah itu dokter Rina pun memberikan edukasi seputar kehamilan untuk Zein dan Deyana. Kurang lebih 30 menit Zein dan Deyana bertanya-tanya tentang kehamilan pada dokter Rina. Setelah itu mereka segera izin pulang lebih dulu karena masih ada urusan lain.


Sementara Salwa belum juga keluar dari kamar mandi, “Suster Freya saja dulu.” Ucap Dokter Rina.


“Hmm,, baiklah.” Jawab Freya lalu segera berbaring untuk melakukan USG.


“Bagaimana dokter, apa dia baik-baik saja?” tanya Freya.


Dokter Rina pun tersenyum, “Kandungan anda sudah lebih baik sekarang, janinnya pun kuat. Tapi anda tetap harus mengkonsumsi vitaminnya karena anda tahu kan kehamilan kali ini beresiko karena anda baru saja melahirkan. Tapi secara keseluruhan kandungan anda baik-baik saja.” Jelas dokter Rina.


“Terima kasih dokter.” Ucap Freya.


Tiba-tiba Salwa datang dengan mata yang sudah berair, “Kakak ada apa?” tanya Freya karena Salwa hanya langsung memeluknya.


Hanna yang ikut menemani Salwa ke kamar mandi hanya tersenyum, “Apa kakak hamil?” tanya Freya hati-hati.


“Terima kasih sudah mengajak kakak melakukan pemeriksaan.” Ucap Salwa.


“Syukurlah. Aku ikut senang untukmu kak.” Ucap Freya yang sudah mengerti bahwa Salwa menangis karena bahagia.

__ADS_1


Salwa pun segera melakukan USG untuk kandungannya dan benar dia sedang mengandung. Usia kandungannya 10 minggu.


Setelah itu dokter Rina pun memberikan edukasi pada mereka.


***


“Kakak ipar, aku sangat bahagia. Aku harus memberi kejutan ini untuk suamiku.” Ucap Salwa sambil tersenyum menatap USG di tangannya.


Freya pun hanya tersenyum, “Aku ikut bahagia untukmu kak.” Ucap Freya.


“Hmm,, terimah kasih kakak ipar. Ee,, ohiya aku mohon tolong bantu rahasia-in ini. Ohiya bapak juga yaa!!” ucap Salwa kepada supir Freya. Yah, mereka menggunakan mobil Freya dan Alvino memang sudah menyewa supir untuk istrinya jika dia tidak bisa menemaninya.


“Baik non. Saya jamin saya tidak mendengar apapun.” Jawabnya.


“Hahah,, bapak bisa aja.” Ucap Freya tertawa.


Supir itu pun ikut tertawa melihat Freya tertawa karena dia tahu istri dari majikannya itu sedang sedih.


“Kakak ipar, menurutmu bagaimana aku memberitahukan kehamilanku ini?” tanya Salwa.


Freya pun berpikir, “Bagaimana jika kakak memberitahukan kehamilan kakak dengan mengajak kak Vano nonton bioskop dan kita akan mengaturnya nanti di sana.” Saran Freya.


“Hmm,, bisa juga.” Ucap Salwa setuju dengan ide Freya.


***


Alvino pun yang melihat sang istri menyambut langsung tersenyum dan memeluk istrinya itu dan mengecup bibir sang istri sekilas, “Hubby, malu dilihat bibi.” Ucap Freya.


“Bibi gak melihat kok non.” Jawab bi Wati yang memang ada di sana dan melihatnya.


“Ah bibi gak pintar bohong, bagaimana bibi bisa menjawab jika tidak melihatnya.” Ucap Freya.


“I-itu,,” ucap bi Wati gugup.


“Hahahah,, sudahlah sayang, kamu membuat bibi takut. Lagian bibi pasti tidak akan mempermasalahkannya karena bibi juga pernah muda. Selain itu juga kau ini istriku sayang.” Ucap Alvino lalu menggandeng sang istri ke kamar.


Malam harinya, Freya mengajak Alvino untuk mengunjungi sang putra karena dia ingin melihatnya. Alvino pun tentu saja mengiyakan karena dia tidak ingin Freya kenapa-kenapa nanti.


Singkat cerita, kini Freya dan Alvino sudah tiba di Kediaman Utama yang bagaikan istana itu. Freya pun segera menggendong sang putra dan menciuminya, Anand hanya menanggapinya dengan tersenyum, “Bunda, geli!” ucap Alvino menirukan suara anak kecil.


Freya tetap tidak mempedulikannya dan terus menciumi putranya itu. Alvino, Mami Sinta dan Papi William hanya bisa tersenyum melihatnya.

__ADS_1


Setelah puas dengan sang putra dan setelah memberikan ASI untuk putranya, Freya pun ikut duduk bergabung dengan suami dan mertuanya di ruang keluarga.


“Sudah puas?” tanya Alvino begitu melihat sang istri baru saja kembali dari kamar Anand.


Freya pun mengangguk dan duduk disamping suaminya, “Bagaimana kandunganmu sayang?” tanya Mami Sinta.


“Dia baik-baik aja kok Mih.” Jawab Freya sambil mengusap perutnya.


“Syukurlah jika begitu.” Ucap Mami Sinta.


“Apa bisa Anand ikut Reya? Kan dia sudah baik-baik aja.” ucap Freya.


“Nak, cucu kami itu bahkan baru satu hari bersama kami dank au sudah ingin membawanya lagi. Kami janji akan mengijinkannya pulang tapi nanti setelah kandunganmu benar-benar kuat.” Ucap Papi William.


“Yah kok gitu.” Ucap Freya cemberut.


“Kau bisa datang melihatnya seperti ini nak.” ucap Mami Sinta.


“Ah, baiklah. Mami, Papi aku titip dia, tolong jaga putraku.” Ucap Freya.


“Tentu saja nak, kau jangan khawatirkan apapun.” Ucap Mami Sinta.


“Mih, Reya pengen makan nasi goreng buatan mami. Apa boleh?” tanya Freya dengan mata berbinar menatap ibu mertuanya itu.


“Kamu ingin memakannya sekarang?” tanya Mami Sinta dan Freya hanya mengangguk.


“Ah, baiklah jika begitu kamu tunggu sebentar di sini, Mami akan segera membuatnya untukmu.” Ucap Mami Sinta segera menuju dapur menyiapkan makanan untuk menantu kesayangannya itu.


“Reya ikut.” Ucap Freya segera mengikuti Mami Sinta. Mereka pun bergandengan menuju dapur.


Papi William dan Alvino yang melihat itu hanya bisa tersenyum, “Dia sangat lucu.” Ucap Alvino.


“Kamu benar nak. Dia memang sangat lucu, dengan adanya dia kami merasa jadi memiliki putri. Terima kasih karena kau sudah memilih istri yang paket lengkap seperti dia.” Balas Papi William.


“Aku beruntung kan pih?” tanya Alvino dan Papi William hanya mengangguk.


“Ohiya, bagaimana dengan rencanamu?” tanya Papi William.


“Semuanya berjalan lancar Pih.” Jawab Alvino.


“Papi sudah melihatnya dan pembangunannya memang sudah sekitar 50%. Kamu ingin menyelesaikannya kapan?” tanya Papi William.

__ADS_1


“Aku ingin sebelum kami memiliki anak kedua kami itu sudah selesai.” Jawab Alvino.


Papi William pun hanya mengangguk lalu mereka segera melanjutkan perbincangan mereka tentang perusahaan sambil menunggu Freya dan Mami Sinta.


__ADS_2