Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 24


__ADS_3

Keesokkan harinya, di perusahaan Alvino.


Tok tok tok


“Masuk!” ucap Alvino.


Adelio pun segera masuk setelah dipersilahkan masuk.


“Aku sudah menemukannya!” ucap Adelio dalam mode teman.


“Dimana pernikahannya di laksanakan dan kapan itu?” Tanya Alvino.


“Sepertinya takdir sedang berpihak pada kita, pernikahannya dilaksanakan di gedung B dan pernikahannya akan dilaksanakan sabtu ini, 6 hari lagi.” Ucap Adelio.


“Gedung B? Bukankah.. ” ucap Alvino.


“Tepat bro, sepertinya kau sudah bisa menebak apa yang aku pikirkan. Yahh,, gedung B milikmu.” Potong Adelio.


“Siapa yang mengelola gedung itu? Kamu laporkan padaku, siapa yang memberi izin pada mereka untuk menyewakan gedung itu tanpa izinku. Aku tidak akan membiarkan laki-laki itu menggunakan gedung milikku.” Ucap Alvino marah.


“Tenang bro. Aku tahu kau sedang cemburu tapi kau tetap harus tenangkan dirimu. Kita gak bisa melakukan itu, karena yang mengelola gedung itu adalah orang kepercayaan Ayahmu dan juga mereka gak mungkin menolak klien yang akan menggunakan gedung itu karena itu akan merusak citra gedung itu. Bukankah gedung itu adalah gedung pernikahan terfavorit semua orang karena pelayanannya yang baik, lalu bagaimana jika kau membatalkannya.” Ucap Adelio.


“Ah,, lalu apakah aku harus dia saja seperti orang bodoh? Aku hanya tidak ingin melihat wanitaku bersedih.” Ucap Alvino frustasi.


“Hey, kenapa kau seperti ini. Kau harus bisa mengendalikan dirimu. Kau itu tuan muda dingin dan juga perfect. Bukankah kalian berdua memiliki sifat yang sama-sama mirip. Bukankah kau selalu menyelesaikan masalah dengan ketenangan lalu kenapa jika masalah menyangkut dia kau tidak bisa bersikap sama. Kita harus memikirkan semua ini dengan baik.” Ucap Adelio.


“Hahahh,, kau benar. Kenapa aku selalu seperti orang gila jika menyangkut dia. Aku hanya tidak ingin dia merasa sedih. Dia itu matahariku, aku tidak ingin dia menjadi mendung.” Ucap Alvino.


“Aku tahu bagaimana cintamu kepadanya. Karena aku juga mencintai sahabatnya. Tapi kita harus memikirkan semuanya dengan baik” Ucap Adelio.


“Baiklah, lalu apa saranmu?” tanya Alvino.


“Menurutku, lebih baik biarkan dia menggunakan gedung itu untuk pernikahannya. Bukankah dengan begitu kita bisa dengan mudah mengawasinya? ” ucap Adelio.


“Maksudmu? Aku harus diam saja?” tanya Alvino.


“Gak, aku gak menyuruhmu diam saja. Tapi dengan ini kita bisa mengawasi nona jika dia juga pergi ke pesta itu.” Ucap Adelio.


“Ah, kau benar. Jadi aku bisa dengan mudah memperoleh informasinya. Kenapa tidak kau katakan dari tadi.” Ucap Alvino.


“Tuan aku sudah mengatakannya tadi tapi kau yang tidak memperhatikan” gumam Adelio.


“Apa yang katakan? Aku tidak memperhatikanmu?” tanya Alvino tajam.


“Gak, tuan muda. Aku mana berani mengatakan itu.” Ucap Adelio.


“Baiklah, jika begitu kau harus mengawasinya. Ah, tidak kau katakan saja kepada manajernya bahwa aku akan melihat pernikahan itu. Katakan bahwa aku akan mengevaluasi pelayanan gedung itu, agar mereka gak akan curiga.” Ucap Alvino.


“Ah, dia telah kembali. Ternyata kau licik juga.” Gumam Adelio.


“Apa kau mengatakan sesuatu?” tanya Alvino yang bisa mendengar gumaman Adelio.


“Ah, gak tuan.” Ucap Adelio.

__ADS_1


“Semua adil dalam perang dan cinta. Asal kau tahu itu.” Ucap Alvino.


“Baiklah aku akan kembali ke ruanganku jika sudah tak ada yang ingin dibicarakan.” Ucap Adelio berlalu.


“Eehh,, tunggu. Bagaimana keadaanya? Aku belum sempat memeriksa CCTV.” Ucap Alvino.


“Nona baik-baik saja. Hanna yang menjaganya karena kedua orang tuanya pulang semalam. Hanna juga mengatakan bahwa nona Freya selalu merasa aneh akan kepindahannya ke ruangan VVIP, dia selalu bertanya kepada Hanna.” Ucap Adelio.


“Lalu apakah Hanna mengatakannya?” Tanya Alvino.


“Apa kau tidak mempercayai Hanna? Bukankah dia sudah berjanji untuk membantumu?” ucap Adelio.


“Hey, aku tahu kau menyukainya. Aku juga hanya bertanya, aku mempercayai Hannamu itu, dia tipe yang bisa menjaga janji. Aku hanya mengujimu saja bagaimana sikapmu jika ada yang meragukan Hannamu, ternyata seperti itu sikapmu. Kau gak jauh beda dariku.” Ucap Alvino.


“Katakan padanya, aku sangat berterimah kasih padanya. Aku tahu pasti sangat sulit mengelabui gadis cerdas. Dia pasti kesusahan.” Sambung Alvino.


“Baiklah akan aku sampaikan. Aku pergi!” ucap Adelio berlalu.


“Terimah kasih juga untukmu!” ucap Alvino dan dibalas oleh Adelio dengan anggukan.


#####


Saat ini Freya sedang diperiksa.


“Keadaan nona sudah stabil.” Ucap dokter yang memeriksa Freya.


“Apa saya sudah bisa pulang?” tanya Freya.


“Ah, itu..” dokter itu memandang ke arah Hanna.


“Bagaimana kau tahu aku masih lemah? Aku itu hanya kelelahan dan juga kedinginan karena kehujanan. Aku mau pulang!” ucap Freya.


“Re, ayolah kau itu masih lemah. Kau masih butuh perawatan!” ucap Hanna mendekati ranjang Freya dan menyuruh dokter dan perawat itu pergi.


“Han, aku merasa kau menyembunyikan sesuatu dariku. Kau terlihat aneh dari kemarin.” Ucap Freya sambil memandang Hanna dalam.


“Re, aku hanya gak ingin kamu sakit lagi, apalagi kita akan segera wisuda. Aku gak ingin melihat sahabatku ini sakit saat wisuda. Makanya kau harus sehat dulu.” Ucap Hanna sambil memegang tangan Freya.


“Justru karena itu Han, aku harus segera pulang karena besok pendaftaran untuk wisuda.” Ucap Freya.


“Aku akan mendaftarkanmu. Kamu jangan khawatir.” Ucap Hanna.


“Tapi aku..” ucap Freya.


“Sudah, pokoknya kamu harus istirahat biar aku yang akan mendaftarkanmu!” ucap Hanna.


“Baiklah. Tapi aku tetap masih curiga kau mengetahui sesuatu yang tidak ku ketahui.” Ucap Freya membaringkan tubuhnya diranjang.


“Maka dari itu kau harus sembuh dulu dengan baik, agar kau bisa menyelidiki apa ada sesuatu yang aku sembunyikan atau tidak” ucap Hanna.


“Hahh, sejak kapan kau menyebalkan seperti ini?” ucap Freya.


“Hahahah.. Apa kau baru menyadarinya. Aku memang sudah seperti ini sejak dulu.” Ucap Hanna.

__ADS_1


“Jika aku tahu kau menyebalkan seperti ini aku tidak akan berteman denganmu” ucap Freya memalingkan wajahnya dari Hanna.


“Yakin?” ucap Hanna menggoda.


“Ada apa ini apa kalian lagi bertengkar? Assalamu’alaikum!” ucap Mama Najwa.


“Wa’alaikumsalam!” ucap Freya dan Hanna bersamaan.


“Mama sejak kapan disana?” Tanya Freya.


“Mama baru saja sampai!” ucap Mama Najwa.


“Hah, dasar manja!” ucap Hanna.


“Mama, Hanna dia menggodaku.” Lapor Freya.


“Hahah,, Nak Hanna terimah kasih yaa sudah menjaga Reya.” Ucap Mama Najwa.


“Ah, gak perlu berterimah kasih tante. Saya senang bisa menjaga Reya.” Ucap Hanna.


“Tetap saja tante berterimah kasih. Yaa.. sudah nak Hanna bisa kembali dulu, biar tante yang akan menjaga Reya.” Ucap Mama Najwa.


“Iya, sana kau pulang. Bau tahu!” ucap Freya.


“Kau..” ucap Hanna.


“Sana jangan dekat-dekat.” Potong Freya.


“Sudah jangan bertengkar!” ucap Mama Najwa.


“Hah, baiklah tante, Hanna balik dulu dan akan balik lagi. Dah,, sahabatku aku pasti akan kembali lagi dengan wewangian satu toko.” Ucap Hanna dan membuat Freya dan Mama Najwa tertawa.


“Han, terimah kasih yaa sudah menjagaku.” Ucap Freya dan dibalas pelukan oleh Hanna.


Hanna pun segera berlalu setelah dia berpamitan.


“Mah, Papah mana?” tanya Freya.


“Papahmu lagi pergi menjemput nenekmu” ucap Mama Najwa.


“Nenek akan kesini?” tanya Freya.


“Iya, sekalian juga untuk mengecek kesehatannya.” Ucap Mama Najwa.


“Ouh,, begitu.” Ucap Freya.


“Sudah lebih baik kamu istirahat agar cepat sembuh. Kamu sudah sarapan kan?” ucap Mama Najwa dan hanya dibalas anggukan oleh Freya.


Freya pun segera beristirahat.


Happy Reading readers😊


Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏

__ADS_1


Maaf jika banyak typo guys😊😉


__ADS_2