
Dua hari berlalu, Kini Salwa menemani Freya.
“Kakak ipar! Menurutmu kenapa perjodohanku ditunda?” tanya Salwa.
“Emang kak Salwa belum bertanya kepada paman dan bibi?” tanya Freya balik.
“Hmm,, sebenarnya aku sudah bertanya kakak ipar tapi mereka mengatakan bahwa ayah dari cowok itu sakit.” Jawab Salwa.
“Maka itu berarti benar kak.” Ucap Freya.
“Aku juga sudah meyakinkan hatiku bahwa itu benar kakak ipar tapi entah kenapa hatiku merasa curiga bahwa itu tidak seperti itu.” Tutur Salwa.
Freya pun hanya tersenyum, “Maka ikutilah kata hatimu kak.” Ucap Freya.
“Justru itu kakak ipar aku bingung karena aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.” Ucap Salwa.
“Maka cari tahu kak.” Ucap Freya.
“Kakak ipar apa kau tahu dari tadi perkataanmu diawali terus dengan kata maka. Hmm,, tapi sepertinya benar yang kau ucapkan kakak ipar aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.” Ucap Salwa.
Freya pun hanya tertawa, “Baiklah aku mendukungmu kak. Fighting!” ucap Freya memberi semangat. Salwa pun hanya mengangguk.
***
Kini Salwa sedang memasuki sebuah perusahaan, entah kenapa hatinya justru membawanya kesini setelah pulang dari kediaman aunty-nya. Padahal tujuannya yaitu ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi kini dia justru berada di perusahaan kakaknya. Setelah cukup lama berpikir dan berdebat dengan hatinya akhirnya dia memutuskan masuk sekedar melihat orang yang dia cintai itu sekilas.
Salwa pun segera menuju ruangan orang yang dia cintai itu sambil tersenyum ramah kepada karyawan yang menyapanya, “Assalamu’alaikum!” salam Salwa sambil mengetuk. Namun sayang tidak ada jawaban dari dalam.
“Maaf nona, apa nona mencari tuan Devano?”
Salwa pun melihat kepada seorang office girl itu, “Iya, apa dia ada di dalam atau dia sedang ada di ruangan tuan Alvino?” tanya Salwa.
“Sepertinya dia tidak hadir nona, dia mengajukan cuti dari dua hari yang lalu. Itu yang saya dengar nona.”
“Apa tidak ada lagi yang kau dengar?” tanya Salwa lagi, office girl itu menggeleng. Salwa pun segera bergegas ke ruangan kakaknya tapi tidak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada office girl itu.
Salwa segera masuk begitu dia sampai ke ruangan kakaknya bahkan tanpa mengucapkan salam. Alvino yang melihat kedatangan Salwa pun menegurnya karena tidak mengucapkan salam, “Wa, bukankah kau,,” ucap Alvino terpotong.
“Jangan bicara padaku kak, aku sedang marah padamu.” Ucap Salwa kesal.
Alvino yang menyadari Salwa dalam suasana hati yang buruk segera mendekati Salwa, “Hey, ada apa denganmu? Apa salahku? Kenapa kau datang-datang langsung marah padaku bahkan kau pun tidak mengucap salam saat masuk. Seharusnya aku yang marah padamu.” Ucap Alvino.
Salwa pun hanya melihat Alvino sekilas, “Hey jangan menatapku sinis begitu? Jika kau tidak punya kerjaan apapun, lebih baik kau pulang. Jangan ganggu aku, aku punya banyak kerjaan.” Ucap Alvino segera berdiri dan kembali ke meja kerjanya.
Salwa yang melihat itu pun semakin kesal, “Dasar yaa laki-laki sama saja, sama-sama tidak peka.” Ucap Salwa.
Alvino yang mendengar itu pun menjadi kesal, “Kenapa kau datang kesini? Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kau datang? Apa kau datang kesini memang hanya ingin mencari masalah?” tanya Alvino kesal.
__ADS_1
“Kenapa kakak tidak mengatakan padaku bahwa kak Vano mengajukan cuti?” tanya Salwa akhirnya.
Alvino yang mendengar pertanyaan Salwa kini mengerti kenapa gadis itu kesal, “Hahahah,, kau datang ke sini marah-marah begitu hanya karena aku tidak memberi tahu Devano cuti? Hey apa kau tidak sadar bahwa Devano itu asistenku, tidak ada hubungannya denganmu sama sekali. Kenapa kau kesal saat aku tidak memberitahumu? Apa kau menyukainya?” tanya Alvino.
“A-aku ha-hanya. Ah sudahlah. Lebih baik aku pergi saja. Aku semakin kesal jika terus di sini.” Ucap Salwa salah tingkah.
Salwa pun segera berdiri untuk pergi sementara Alvino hanya tersenyum melihat itu, “Apa kau yakin tidak ingin tahu kenapa Devano mengajukan cuti?” pancing Alvino.
Seketika Salwa menoleh, “Jika kau memang berniat memberitahunya maka pasti kau akan mengatakannya.” Ucap Salwa.
Lagi-lagi Alvino hanya tersenyum melihat itu karena dia tidak menyangka bahwa adiknya itu masih bersikeras untuk menyembunyikan perasaannya darinya, “Ayahnya masuk rumah sakit.” Ucap Alvino begitu melihat Salwa akan membuka pintu.
Salwa pun kaget dan langsung menoleh, “Kau serius kak? Ayahnya beneran masuk rumah sakit? Rumah sakit mana?” tanya Salwa.
“Jika kau ingin tahu jawabannya maka tanyakan itu kepada kakak iparmu. Sudah sana kau pulanglah. Jangan ganggu aku, aku banyak pekerjaan sekarang karena Devano cuti.” Ucap Alvino.
Salwa pun segera keluar sambil menelpon Freya, Alvino yang melihat itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, “Masih aja berusaha menyembunyikan perasaannya.” Gumam Alvino.
***
Kini Salwa sedang menuju rumah sakit begitu dia selesai menelpon Freya untuk menanyakan di rumah sakit mana ayah Devano dirawat. Sebenarnya dia kesal kepada Freya karena tidak memeberitahu hal itu kepadanya tapi seketika dia sadar dan mengingat perkataan Alvino.
Kurang lebih 30 menit kini Salwa sudah tiba di rumah sakit F. Dia langsung menuju ruangan dimana ayahnya Devano dirawat karena tadi dia sudah bertanya kepada Freya.
Tok tok tok
“Siapa ini?”
“Ehem, apa benar ini ruangan ayahnya Devano Darendra Fahrian?” tanya Salwa.
“Benar!”
“Ah, perkenalkan saya Salwa temannya kak Vano.” Ucap Salwa.
“Siapa itu bu?”
“Ah, ini temannya kakak.”
“Baiklah masuk nak” Lanjut Azana mempersilahkan Salwa masuk.
Salwa pun akhirnya masuk dan melihat sekeliling untuk mencari Devano tapi gak ada, “Apa kamu mencari Devano nak?” tanya Azana.
Salwa pun hanya tersenyum malu, “Dia sedang membeli makanan nak.” Lanjut Azana.
Sementara ayahnya Devano hanya tersenyum sambil mengamati Salwa, “Ah, apa ini ayahnya kak Vano? Perkenalkan saya Salwa, ohiya bagaimana keadaan bapak?” tanya Salwa lembut.
“Alhamdulillah nak, saya sudah baik-baik aja.” Jawab Arjun.
__ADS_1
Tiba-tiba ada yang masuk, “Assalamu’alaikum!” ucap Devano kaget begitu melihat Salwa ada disana.
“Wa’alaikumsalam.”
“Nona, kau ada disini?” tanya Devano dan Salwa pun hanya mengangguk canggung.
“Ohiya Ayah, Ibu perkenalkan ini nona Salwa adiknya tuan Alvino.” Ucap Devano memperkenalkan Salwa lalu meletakkan makanan di meja.
“Maaf nak kami tidak tahu.” Ucap Arjun dan Azana canggung.
“Eehh,, gak apa-apa pak, bu. Saya datang kesini juga untuk menjenguk bapak.” Jawab Salwa.
“Terima kasih nak.” Jawab Arjun.
Salwa pun hanya tersenyum, “Maaf saya tidak sempat membawa apapun.” Ucap Salwa.
Arjun dan Azana pun hanya tersenyum, “Gak apa nak, kamu sudah datang menjenguk saja kami sudah senang.” Ucap Azana.
Devano pun hanya diam melihat ayah dan ibunya yang akrab dengan Salwa hanya tersenyum. Salwa pun seketika langsung akrab dengan ayah dan ibunya Devano. Salwa juga tidak lupa mengirimkan pesan kepada asistennya untuk mengirim sesuatu kepadanya di rumah sakit.
Setelah cukup lama mereka berbincang orang suruhan Salwa sudah datang mengantarkan pesanannya, “Bapak, Ibu, ini ada sedikit makanan dari saya. Mohon diterima!” ucap Salwa sopan.
“Nak, kau sudah repot-repot. Terima kasih!” ucap Arjun dan Azana. Salwa pun hanya tersenyum.
Tidak lama Salwa akhirnya berpamitan untuk pergi, Devano pun mengantarnya sampai ditempat parkiran, “Terima kasih nona sudah menjenguk ayahku.” Ucap Devano.
Salwa pun hanya tersenyum karena lagi-lagi Devano memanggilnya seperti itu padahal di Singapore dia tidak begitu, “Sama-sama.” Jawab Salwa lalu segera masuk ke mobilnya dan segera melajukan mobilnya.
Devano yang melihat kepergian Salwa hanya tersenyum pilu. Sebenarnya dia tidak ingin melakukan itu kepada Salwa. Dia juga merindukan kebersamaan mereka saat di Singapore, saat dimana dia menganggap Salwa sebagai wanita bukan sebagai adik dari bosnya. Tapi dia harus melakukan itu karena dia tidak ingin menyakiti Salwa walaupun itu menyakitinya.
Sementara Salwa menepikan mobilnya begitu dia merasa sedikit jauh dari rumah sakit.
“Hiks,, hiks,, hikss,, kenapa ini sangat sakit Yaa Allah? Aku mohon segera hilangkan perasaan ini jika memang dia bukan jodohku. Aku tidak sanggup lagi menanggungnya.” Gumam Salwa sambil menangis.
Setelah cukup lama dia menangis mencurahkan isi hatinya dia pun segera pulang.
*
*
Happy reading guys !!😊
Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻😊
Mohon maaf jika ada typo guys.🙏🏻😉
Mohon mampir dong dinovel author yang berjudul “Takdir Hidup Zia”. Author tunggu kedatangannnya, mohon tinggalkan jejak yaa!!🙏🏻😉🥺
__ADS_1