
Singkat cerita, kini Freya telah selesai mengurus semua berkasnya. Baik berkas untuk pendaftaran wisuda, pendaftaran studi profesi ners dan juga pendaftaran beasiswa untuk studi profesi nersnya.
“Alhamdulillah, akhirnya selesai juga” ucap Freya.
“Itu sudah jam berapa ya? Ouh,,, baru jam 10.36” ucap Freya sambil melihat jam tangannya.
“Syukurlah cepat selesai. Ya sudah ayo pulang.” Ucap Freya memakai helmnya.
Tapi tiba-tiba hujan turun langsung dengan deras saat cuacanya cerah.
“Kok, bisa hujan? Sedangkan ini cerah?” ucap Freya.
Freya pun akhirnya duduk di atas sepeda motornya menunggu hujan reda juga sambil menikmati keindahan hujan.
Satu jam berlalu hujan juga tetap masih setia jatuh dengan derasnya.
“Jam berapa ini? Hah? Sudah jam 11.46?” ucap Freya kaget karena saking dia menikmati hujan hingga tidak terasa bahwa sudah satu jam lebih dia menunggu hujan reda.
Freya pun segera mengambil telepon dari dalam tasnya.
“Hah? Lima persen?” ucap Freya kaget ketika melihat baterai ponselnya.
“Huhh, aku lupa mencargernya semalam. Ohiya apa aku bawa cargernya?” pikir Freya sambil mencari carger ponselnya dari dalam tas namun nihil dia tidak menemukannya.
“Huhh, kenapa juga aku melupakannya. Bagaimana ini?” ucap Freya bingung.
“Aku harus segera menelpon mamah agar dia tidak khawatir.” Ucap Freya sambil mencoba menghubungi mamahnya tapi belum juga tersambung teleponnya sudah mati.
“Yah, mati lagi.” Ucap Freya. Dia segera memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.
15 menit berlalu
“Hah, sudah jam 12.04” ucap Freya.
Sementara hujan tetap masih setia membasahi bumi seolah-olah bumi sudah kehabisan air.
“Aku harus pulang. Kalau gak mama akan sangat khawatir, mana ponsel juga ikutan mati.” Ucap Freya. Dia pun segera membuka bagasi sepeda motornya untuk mengambil jas hujan, namun sayang jas hujan pun gak dia bawa.
“Astagfirullah, apa lagi ini? Aku melupakannya juga? Yaa Allah dosa apa yang telah hambamu lakukan sehingga melupakan semuanya.” Ucap Freya.
“Apa hari ini hari sialku?” pikir Freya pasrah.
“Sepertinya hujan masih lama akan reda. Han, miss perfectmu ini sedang sial.” Ucap Freya.
“Aku harus pulang. Mama pasti khawatir. Sepertinya ini deh, firasat mama.” Pikir Freya.
“Tapi aku akan kehujanan.” Ucap Freya sambil memandang hujan.
“Gak, hujan itu terapi. Lebih baik segera berangkat asal cepat sampai. Itu juga sudah dzuhur.” Ucap Freya. Dia pun segera memasukkan tas ke dalam bagasi sepeda motornya agar barangnya tidak basah.
“Hujan! Ayo kita berpetualang!” ucap Freya segera melajukan sepeda motornya di tengah hujan.
#####
Singkat cerita, kini Freya sudah sampai rumahnya dalam keadaan basah kuyub.
“Assalamu’alaikum” ucap Freya memberi salam setelah dia memarkirkan sepeda motornya.
Tak lama kemudian.
__ADS_1
“Wa’alaikumsalam, Nak! Kau basah?” ucap mamah Freya ketika melihat putrynya itu basah kuyub.
Freya gak menjawab karena dia sudah kedinginan.
“Tunggu, mama ambilkan handuk.” Ucap mama Freya.
Mama Freya pun segera kembali dan membawakan handuk untuk Freya. Freya pun segera masuk dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
“Nak, minum dulu!” ucap mama Freya setelah melihat Freya keluar dari kamar mandi.
“Makasih, Mah.” Ucap Freya langsung meminum teh itu.
“Kenapa bisa kehujanan? Bukankah kamu punya jas hujan? Kenapa juga gak menelpon?” Tanya Mama Freya.
“Mah, Reya melupakan jas hujan dan ponsel Reya juga lowbat dan gak bawa carger juga” ucap Freya.
“Kenapa kamu sampai melupakan semua itu? Bukankah kau selalu menyediakan semuanya sebelum berangkat?” Tanya mamah Freya.
“Gak tahu mah, entah kenapa hari ini Reya melupakan semuanya. Maaf!” ucap Freya.
“Ya.. sudah kamu makan dulu. Lain kali periksa dulu sebelum pergi” Ucap mamah Freya.
“Iya, Mah. Makannya sebentar yaa.. Reya mau sholat dzuhur sama pakai pakain dulu.” Pamit Freya karena dia hanya memakai baju mandi.
30 menit kemudian.
“Papah, baru pulang?” tanya Freya begitu melihat papahnya berada di meja makan.
“Gak kok, papah sudah lama pulangnya. Sebelum hujan hanya papah baru dari bangun tidur.” Ucap papah Freya.
“Ouh,,” ucap Freya.
“Baik Mah.” Ucap Freya segera menyendok makanan ke piringnya.
Mereka pun menikmati makanan mereka dalam diam.
“Mah, Riska sama Risya belum pulang ya?” tanya Freya setelah dia selesai makan.
“Belum. Mungkin mereka masih ada kegiatan extra.” Ucap mamah Freya.
“Sudah, biar mamah yang membersihkan ini. Segera kamu istirahat nanti kamu sakit.” Sambung mamah Freya ketika melihat Freya mengatur piring bekas mereka makan.
“Mah, Reya bisa bantu.” Ucap Freya.
“Kamu gak lihat tuh, tanganmu saja masih kedinginan” ucap mama Freya.
“Sudah, nak. Ayo sana kau istirahat.” Ucap papah Freya.
“Baik, pah, mah. Reya istirahat dulu” pamit Freya.
Dia pun segera kembali ke kamarnya untuk istirahat.
#####
Keesokan paginya, setelah sholat subuh Freya juga belum keluar dari kamarnya.
“Riska, coba cek kakakmu di kamarnya kalau sedang apa?” ucap mama Najwa.
“Tumben dia belum bangun” gumam mama Najwa. Yah.. itulah nama mamahnya Freya, Najwa Jannah Putry Malhotra.
__ADS_1
“Baik Mah,” ucap Friska yang saat itu sedang menyapu lantai.
Tok tok
“Kak,, kak,, kakak,, mama mencarimu!” ucap Friska di depan pintu kamar Freya.
Tapi karena gak ada jawaban, Friska pun segera masuk berhubung kamar kakaknya juga gak dikunci. Dia pun segera masuk dan melihat kakaknya terbaring di tempat tidur masih memakai mukenah. Dia pun segera mendekati kakaknya itu dan menyentuh tangan kakaknya.
“Mah, Pah,, badan kakak sangat panas” teriak Friska.
“Ada apa Nak?” tanya papah Khabir. Yah,, itulah nama papah Freya, Khabir Putra Abraham.
“Badan kakak demam, pah!” ucap Friska.
“Ada apa Nak?” tanya mama Najwa setelah mendengar putri keduannya itu berteriak.
“Kakak demam!” ucap Friska.
Mamah Najwa pun segera mendekati putri pertamanya itu, lalu menyentuh dahi Freya dan dia kaget karena tubuh Freya sangat panas.
“Astagfirullah, pah. Badannya sangat panas.” Ucap mamah Najwa.
“Riska coba kau cari thermometer kakakmu!” perintah mamah Najwa.
“Baik, Mah” ucap Friska segera mencari thermometer kakaknya.
“Ini, Mah.” Ucap Friska memberikan thermometer kepada mamanya.
Mama Najwa pun segera mengecek suhu tubuh Freya. Dan hasilnya 39,5.
“Hah, 39.5?” ucap Friska.
“Hmmm.. hatchu” Freya bersin.
“Mah,” panggil Freya lemah.
“Sudah, jangan banyak bicara. Pah, ayo kita bawa dia ke rumah sakit. Badannya sangat panas dan juga kulitnya memerah” ucap mamah Najwa.
“Baiklah. Papah siapkan dulu mobil” ucap papah Khabir segera keluar menyiapkan mobil pick upnya.
“Mah, makanannya sudah jadi” ucap Frisya setelah dari dapur melanjutkan masakan mamahnya.
“Kalian makan saja. Mamah harus membawa kakak kalian ke rumah sakit.” Ucap mamah Najwa.
“Mah, Reya gak perlu ke rumah sakit” ucap Freya lemah.
“Gak kamu demam, kita harus ke rumah sakit.” Ucap mamah Najwa.
“Kalian atur saja rumah, yaa.. juga tolong telepon nenek agar mengantarkan makanan ke rumah sakit katakana kakak sakit” sambung Mamah Najwa.
“Baik, Mah” ucap Friska dan Frisya bersamaan.
Mereka pun segera membawa Freya ke rumah sakit. Di jalan Freya kehilangan kesadarannya.
Kira-kira Freya sakit apa ya? Lalu bagaimana dengan pertemuan mereka? Apakah akan batal?
Happy Reading readers😊
Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏
__ADS_1
Maaf jika banyak typo guys😉😊