Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 51


__ADS_3

Hari ini Hanna mengajak Freya menemaninya belanja sekalian jalan-jalan sebelum mereka akan bekerja di rumah sakit. Kini Hanna dan Freya sudah tiba di mall terbesar yang berada di kota itu.


Hanna sibuk melihat-lihat baju bayi tapi karena berhubung kandungannya baru masuk 4 bulan jadi dia hanya melihat-lihat saja.


“Re, kita kesana yuk, siapa tau aja ada yang kita suka.” Ajak Hanna.


Freya pun hanya ikut saja ke toko yang menjual pakaian muslimah. Hanna membeli pakaian ibu hamil karena pakaiannya sudah mulai kecil. Sementara Freya dia hanya membeli satu gamis saja dan beberapa hijab.


Setelah membayar belanjaan mereka menuju ke toko pakaian pria karena Hanna ingin membelikan pakaian untuk suaminya. Freya pun ikut hanya sekedar untuk melihat-lihat saja. Tapi tiba-tiba dia tertarik pada sebuah dasi. Dia pun segera mengambilnya dan segera membayarnya.


“Cie,, cie,, apa tuh?” tanya Hanna yang melihat Freya mengambil sebuah barang dan langsung membayarnya.


“Jangan kepo deh.” Ucap Freya.


“Gak apa-apa juga kali Re jika kau ingin membelikan hadiah buat tuan Alvino calon suami tampanmu itu.” Goda Hanna.


“Sok tahu deh! Kamu sudah beli pakaian untuk Kak Lio, jika sudah ayo kita pergi.” ucap Freya berusaha mengalihkan topik.


“Gak usah ngalihin topik juga Re. aku ngerti kok kau masih malu.” Ucap Hanna masih menggoda.


Hanna pun segera membayar belanjaannya. Setelah darisana mereka melihat-lihat toko tas. Freya dan Hanna masing-masing membeli satu tas disana dan segera membayarnya. Setelah itu mereka langsung menuju restoran untuk mengisi perut mereka.


“Re, kapan nikahan kamu dilaksanakan? Maaf ya aku gak bisa bantu kamu nyiapin pernikahan.” Ucap Hanna saat mereka sedang menunggu pesanan mereka datang.


“Sesuai kesepakatan antara Papa, Mama, dan Papi, Mami sih tanggal 26. Kamu gak bantu juga gak apa-apa Han, aku ngerti kok. Aku saja yang akan menikah kurang tahu sama persiapannya karena semua sudah diurus oleh orang tuaku dan orang tua Kak Vino.” ucap Freya.


“Cie,, cie,, udah panggil mami sama papi yaa.” Goda Hanna.


“Gak usah godain deh Han. Itu permintaan Mami sama Papi yang nyuruh aku panggil mereka kaya gitu, kata mereka agar aku terbiasa. Tapi kadang-kadang aku masih juga kaku.” Ucap Freya.

__ADS_1


“Re, apa kamu sudah menyukai kak Vino?” tanya Hanna serius.


Freya hanya mengangakat bahunya karena dia bingung dengan perasaanya. Dia memang nyaman bersama Alvino tapi dia belum bisa memastikan apa dia menyukai Alvino atau tidak.


“Kok gitu sih Re jawabannya?” tanya Hanna lagi.


“Aku gak tahu dengan perasaan aku Han yang jelas aku nyaman jika dekat kak Vino.” ucap Freya.


Hanna akhirnya mengerti dan tidak bertanya lagi berhubung juga makanan mereka sudah tiba. Mereka pun menikmati makanan mereka dalam diam.


#####


Di sisi lain, Alvino disibukkan dengan dokumen kantornya karena dia harus melakukan cuti nikah maka dia berusaha semaksimal mungkin saat dia nanti sudah cuti pekerjaannya tetap tidak ada yang terbengkalai. Alvino itu sama perfectnya dengan Freya yang ingin semua mengikuti rencana yang telah mereka susun.


“Tuan, tadi nyonya besar menelpon katanya tuan dan nona muda harus melakukan sesi foto sekali lagi. Selain itu juga tuan dan nona muda harus mengambil foto buku nikah.” Devano menyampaikan pesan dari Mami Sinta karena nomor Alvino gak aktif.


“Kata nyonya ponsel tuan gak aktif.” Jawab Devano.


Alvino pun segera melihat ponselnya dan baru menyadari bahwa ponselnya kehabisan baterai dan lupa menchargernya kembali setelah semalam dia menghubungi Freya langsung ketiduran dan tidak menyadari bahwa baterai ponselnya habis. Alvino pun segera mencharger kembali ponselnya.


Setelah lumayan lama ponselnya di charger, Alvino segera meraih ponselnya dan mengaktifkannya kembali. Alvino segera melihat jika ada pesan yang penting. Dari sekian banyak chat yang masuk hanya satu yang menarik perhatiannya dan langsung membukanya.


“Assalamu’alaikum kak, maaf mengganggu. Freya hanya ingin minta izin bahwa hari ini Freya mau menemani Hanna belanja. Jika ada yang harus diurus segera hubungi Freya tapi sepertinya hari ini gak ada karena Mami mengatakan bahwa untuk megambil foto untuk buku nikah nanti besok. Baiklah maaf sekali lagi mengganggu kakak, aku izin pergi ya? Kakak semangat kerjanya. Wasalamu’alaikum”


Alvino yang telah selesai membaca pesan itu hanya tersenyum dan kembali bersemangat menyelesaikan dokumen yang ada dihadapannya karena baru saja mendapat semangat dari wanita yang dicintainya. Pasalnya baru pertama kali itu Freya yang memulai chat lebih dulu, selalu Alvino yang memulai obrolan lebih dulu. Freya melakukan itu karena dia berusaha mencintai calon suaminya itu.


####


Saat ini Alvino sedang duduk bersantai dengan kedua orang tuanya itu di ruang keluarga.

__ADS_1


“Vin, kapan kau cuti?” tanya Papi William


“Nanti aja pih, pekerjaan Vino masih sangat banyak.” Ucap Alvino.


“Gak boleh gitu dong, pernikahanmu itu tinggal sepuluh hari. Ohiya besok kalian harus mengambil sesi foto lagi. Apa devano sudah memberitahumu?” tanya Mami Sinta.


“Iya, Devano sudah memberitahunya. Vino tahu itu Mih, tapi Vino tidak ingin saat Vino cuti nanti masalah pekerjaan belum selesai. Vino ingin mengambil cuti lama, jadi Vino harus mempersiapkannya dengan baik. Vino tidak ingin diganggu oleh pekerjaan nanti setelah Vino menikah karena Vino ingin menghabiskan waktu bersama istri Vino.” ucap Vino.


“Kan ada papi yang mengurusnya Vin. Kamu bisa tenang nanti. Begini pun papi masih mamu mengelola perusahaan.” Ucap Papi William.


“Vino tau itu pih. Vino gak meragukan itu karena papilah yang mendirikan perusahaan itu jadi Vino sebagai anak hanya tidak ingin usaha papi sia-sia.” Ucap Vino.


Papi William yang mendengar jawaban putranya itu merasa sangat bangga karena putrany itu bisa menghargai apa yang dia miliki sekarang.


“Nak, apa Freya sudah menyukaimu?” tanya Mami Sinta.


“Vino gak tahu Mih, tapi Vino akan pastikan dia akan jatuh cinta kepada Vino. Vino akan menunggunya sampai dia mencintai Vino.” ucap Vino.


Mami Sinta pun tersenyum mendengar tekad putranya itu dan tidak menyangka bahwa putra kecilnya akan segera menikah dan memiliki keluarganya sendiri.


“Mami sangat bangga padamu Nak. Mami gak nyangka bahwa putra kecil Mami akan segera memiliki keluarga sendiri. Ingat nak, kau harus menyayangi istrimu. Mami sangat menyukai Freya, dia sosok yang sangat pas untuk mendampingimu. Dia paket lengkap untukmu.” Ucap Mami Sinta.


“Mami benar dia adalah paket lengkap untukku maka dari itu aku tidak akan pernah mengecewakannya.” Ucap Alvino.


Papi William dan Mami Sinta sangat bangga dengan putra satu-satunya mereka itu. Selain dia bisa membuktikan bahwa dia layak menjadi seorang pewaris dari perusahaan terbesar di Indonesia. Dia juga sangat menghargai seorang wanita. Mereka sebagai orang tua hanya bisa mendoakan kebahagiaan putra mereka itu.


Alvino pun segera ke kamarnya setelah selesai berbincang dengan orang tuanya.


Ayo dong beri like, vote dan gift agar author lebih semangat lagi nulisnya 

__ADS_1


__ADS_2