Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 14


__ADS_3

Akhirnya setelah 30 menit lebih berlalu Freya keluar juga dari ruangan ujiannya.


“Bagaimana Re, berhasil?” Tanya Hanna setelah melihat temannya itu keluar.


“Iya, Alhamdulillah Han,”Jawab Freya.


“Selamat Re. Aku sudah menduganya kau pasti berhasil karena kau itu si gila belajar” Ucap Hanna memeluk Freya.


“Terimah Kasih, Han. Ini juga berkat doamu” Balas Freya.


“Selamat Nona”Ucap Adelio.


“Terimah kasih kak” Balas Freya.


“Ohiya sekarang kita mau kemana?”Sambung Freya bertanya.


“Bagaimana ke kantin? Kalian pasti butuh asupan makanan setelah ujian”Saran Adelio.


“Kak Lio tahu aja pemikiranku. Ayo Re! Aku sudah kelaparan.”Ucap Hanna.


“Baiklah, ayo!” Ucap Freya


Singkat cerita kini mereka sudah ada di kantin dan sudah memesan menu makanan. Sambil menunggu pesanan mereka tiba, mereka pun saling berbagi cerita. Entah sejak kapan Adelio menjadi akrab dengan kedua gadis itu yang pasti sejak kejadian itu.


Flashback On


Tepatnya dua minggu lalu.


“Ah, kenapa harus kempes di saat begini sih? Mana bengkel jauh lagi” ucap Hanna kesal karena ban motornya kempes.


“Re, angkat dong!” Ucap Hanna menelpon Freya.


“Ah, pasti dia sedang dijalan. Terus gimana dong?” Ucap Hanna pusing.


“Ohiya, aku bisa naik ojek tapi bagaimana dengan motorku. Masa iya harus ditinggal disini. Gak-gak dia adalah motor kesayanganku. Kitty tenang aku gak akan meninggalkanmu.” Ucap Hanna.


“Tapi gimana dong? Gak pokoknya aku gak akan meninggalkan Kittyku.”Pikir Hanna.


Sementara di sisi lain ada seorang pemuda sedang tersenyum melihat tingkah Hanna. Dia pun segera mendekati Hanna karena dia yakin gak ada kesempatan lain selain ini yang dia miliki untuk menjalankan rencana bosnya.


“Apa aku akan terlambat?” Ucap Hanna sambil melihat jam tangannya.


“Tidak, itu masih pagi. Jadi gak mungkin aku terlambat. Lebih baik aku menelpon Reya lagi” Ucap Hanna sambil menelpon Freya kembali namun tiba-tiba ada yang menyapanya.


“Selamat pagi! Apa ada yang bisa dibantu?”Tanya Adelio. Yah,, pemuda itu Adelio yang mendapat tugas dari bosnya.


“Ah, selamat pagi!”Balas Hanna Kaget.


“Apa ada yang bisa dibantu?” Ucap Adelio mengulangi pertanyaannya.


“Oh, itu. Kittyku kempes. Ehh, maksud saya ban sepeda motor saya kempes” Ucap Hanna.


“Baiklah, terus nona mau kemana?”Tanya Adelio basa basi.


“Itu, saya harus ke kampus.” Ucap Hanna

__ADS_1


“Lalu kenapa gak naik ojek?” Tanya Adelio.


“Ah, itu. Saya tidak ingin meninggalkan kitty, ee,, maksud saya sepeda motor saya” ucap Hanna.


“Oh, itu, baiklah. Bagaimana jika kamu ikut saya ke kampus karena kita satu arah? Jika kau ingin.” Ucap Adelio.


“Ee.. itu, lalu bagaimana dengan sepeda motor saya?” Tanya Hanna


“Tenang saja, kittymu itu akan baik-baik saja. Saya akan menelpon teman saya untuk menjemput sepeda motormu untuk diperbaiki” ucap Adelio langsung menelpon temannya.


“Baiklah, terimah kasih atas bantuannya tuan” ucap Hanna setelah Adelio menelpon.


“Panggil saja Adelio atau Lio, saya mahasiswa S2 dikampusmu” Ucap Adelio.


“Kalau begitu panggil saja Hanna. Itu nama saya. Saya semester 7.” Ucap Hanna.


“Baiklah, Han. Ayo kita pergi atau kau masih menunggu teman saya itu untuk menjemput kittymu?” Tanya Adelio.


“Saya tidak ingin meninggalkan Kitty, kak” ucap Hanna.


“Baiklah”Ucap Adelio.


Mereka pun menunggu sampai sepeda motor Hanna di jemput dan setelah itu barulah mereka berangkat ke kampus.


Dan setelah tiba di kampus sudah ada Freya yang menunggu Hanna. Akhirnya Freya mengenal Adelio dan Adelio berhasil memulai rencananya.


Flashback Off


Saat ini mereka sudah selesai makan dan segera pulang ke rumah masing-masing.


Singkat cerita, kini adelio sudah berada di ruangan bosnya untuk melaporkan hasil pengamatannya mengenai Freya.


“Siang, bos!” sapa Adelio.


“Sepertinya kau semakin bersenang-senang di luar sana ya?”Ucap Alvino.


“Oh, ayolah bos, aku ini hanya melaksanakan tugas darimu.” Ucap Adelio.


“Tapi yang kulihat tidak seperti itu”Ucap Alvino.


“Ayolah bos, jangan cemburu padaku. Mana mungkin aku menyukai calon nona muda.” Ucap Adelio.


“Yah,, teruslah ingat itu. Jangan melampaui batas”Ucap Alvino.


“Siap bos, tenang saja aku akan ingat hal itu, lagian juga ada yang kusukai” Ucap Adelio.


“Jangan katakan kau menyukai temannya Freya?” tebak Alvino.


“Hehehh,, sepertinya pengamatan tuan mudaku ini sangat teliti.”Ucap Alvino.


“Jadi benar?”Tanya Alvino.


“Aku pun gak tahu sejak kapan aku mulai menyukainya, hanya saja setiap aku didekatnya aku merasa nyaman.”Ucap Adelio.


“Hahahahh,, sepertinya kita memang tidak sengaja terikat dengan dua sahabat itu.” Ucap Alvino tertawa.

__ADS_1


“Benar.” Ucap Adelio.


“Lalu sekarang kau akan bagaimana?”Tanya Alvino.


“Yah,, biarlah seperti lah bos, nanti jika saatnya tiba aku akan mengatakan semuanya padanya” Ucap Adelio.


“Baiklah, aku mendukungmu.” Ucap Alvino.


“Tapi bos tenang saja, aku akan melakukan tugas ini dengan baik.” Ucap Adelio.


“Iya-iya aku percaya padamu. Apalagi sekarang kau bisa dekat dengannya.” Ucap Alvino.


“Ohiya, apa informasi yang kau dapat?” sambung Alvino.


“Sepertinya nona muda berencana untuk membuka restoran di desanya.” Ucap Adelio.


“Selain itu?” Tanya Alvino.


“Tadi nona mengatakan akan membuka restoran yang menunya adalah makanan kesukaannya dan juga dia sekarang sedang membuat percobaan untuk sebuah makanan.” Ucap Adelio.


“Lalu bagaimana untuk lokasinya?”Tanya Alvino.


“Untuk lokasi, seperti kata nona muda bahwa lokasi sudah ada tinggal menentukan kapan restorannya dibangun itu tergantung dari percobaan makanan yang dibuat nona muda berhasil atau tidak.”Ucap Adelio.


“Ouh,, seperti itu. Baiklah Lio kau pantau terus”Ucap Alvino.


“Tentu.” Ucap Adelio.


“Kalau seperti itu tolong kau bantu aku mengecek dokumen ini!” ucap Alvino.


“Baik” Ucap Adelio.


Itu selalu dilakukan oleh Adelio, karena dia akan ke kampus hanya saat Freya dan juga Hanna ke kampus. Jika tidak maka diapun tidak akan pergi. Maklum lah Adelio kan mahasiswa akal-akalan.


Mereka pun sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Adelio mengerjakan pekerjaannya di dalam ruangan Alvino.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan waktu ashar.


“Alhamdulillah,” Ucap Alvino setelah mendengar suara adzan.


“Lio, ayo kita sholat” ajak Alvino.


“Baiklah, ayo.” Ucap Adelio beranjak dari kursinya.


Memang sejak dua minggu terakhir ini terlihat perbedaan yang signifikan dalam diri Alvino. Dia terlihat religius. Yah,, dia memanggil seorang ustad hanya untuk membantunya belajar agama. Mulai dari belajar membaca Al-Qur’an dan semua hal-hal yang menyangkut agama. Alvino bukan seorang yang buta huruf Al-Qur’an karena dia pernah belajar Al-Qur’an saat dia kecil tapi hanya tidak fasih.


Alvino bertekad memperdalam agama bukan semata-mata ingin mendapatkan Freya tapi saat dia mulai mempelajari ilmu agama, hatinya menemukan kedamaian. Selain itu juga saat dia memutuskan belajar agama semua usahanya berjalan dengan baik tanpa masalah. Dia belajar agama untuk kehidupannya dan juga kehidupan keluarganya kelak, dia ingin hidup keluarganya nanti dipenuhi dengan suasana keagamaan.


Dia ingin meraih kesuksesan dunia dan juga akhirat. Pemikiran itu muncul ketika dia belajar agama. Dan selama dua minggu terakhir ini juga dia selalu melaksanakan sholat bahkan sholat tahajud pun dia lakukan. Dia bertekad untuk menjadi yang terbaik, setidaknya untuk kehidupannya. Selain melaksanakan sholat tahajud, Alvino juga mengikuti puasa senin-kamis seperti yang dilakukan Freya.


Happy Reading readers😊😊


Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏


Maaf jika banyak typo guys😉😊

__ADS_1


__ADS_2