Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 55


__ADS_3

Keesokan paginya jam sudah menunjukkan pukul 04.13 pagi, Freya terbangun dan langsung melihat jam weker yang ada di kamarnya dan langsung kaget.


“Hah, jam 4 lewat. Kok bisa?” ucap Freya kaget karena dia tidak sempat sholat tahajud.


Dia pun segera bangun dan memperbaiki hijabnya. Sekilas dia memperhatikan Alvino yang masih tidur di samping sambil kedua tangannya di lipat di dada. Dia pun sedikit tersenyum karena ternyata memang dia sudah memiliki suami. Dia pun segera keluar kamar.


Alvino yang sebenarnya sudah dari tadi sudah bangun pun membuka matanya setelah merasakan bahwa istrinya itu sudah keluar. Alvino memang sudah bangun sebelum Freya bangun, sama dengan Freya yang tidak sempat sholat tahajud begitupun juga dengan Alvino.


Dia pun segera mandi di kamar mandi yang ada di dalam kamar istrinya itu. Setelah selesai mandi dia segera keluar kamar dengan pakaian sholatnya.


Sementara Freya juga sudah mandi di kamar mama dan papanya dan segera menuju kamarnya untuk bersiap-siap sholat subuh setelah melihat suaminya sudah keluar dari kamar.


Freya bukan tidak menerima Alvino sebagai suaminya hanya saja dia masih malu harus bagaimana dia bersikap kepada suaminya itu walau mereka sebelum menikah sudah berhubungan bisa dikatakan dekat tapi tetap saja mereka masih malu satu sama lain.


#####


Kini mereka sudah bersiap-siap untuk menuju gedung resepsi pernikahan mereka. Semua keluarga besar Freya ikut, mereka naik mobil yang sudah mereka sewa sementara Alvino dan Freya mereka naik mobil Alvino yang isinya hanya 4 orang. Freya dan Alvino duduk di kursi kedua sementara yang menjadi supir yaitu Zein dan disampingnya yaitu pacarnya.


Semua tamu undangan yang akan ikut ke resepsi Freya akan di jemput dengan mobil yang telah di sewa oleh orang tua Freya dan Alvino saat resepsi akan dimulai.


Kurang lebih satu jam kini kedua mempelai sudah tiba di gedung pernikahan mereka begitu juga dengan seluruh keluarga Freya sudah tiba dan disana seluruh keluarga Alvino juga sudah menunggu mereka.


Singkat cerita kini Alvino dan Freya sudah ada dihadapan para undangan, yah resepsi pernikahan mereka sudah berlangsung sejam yang lalu. Kini para tamu undangan pergantian memberi selamat kepada kedua mempelai. Banyak para tamu undangan yang hadir baik dari para rekan bisnis Alvino dan Papi William, teman-teman Alvino dan Freya dan keluarga mereka, tidak ketinggalan juga Reza hadir. Sepertinya dia datang untuk menepati janjinya.


“Selamat yaa untuk kalian, aku doakan kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah.” Ucap Reza.


Diapun segera memeluk Alvino dan berbisik, “Mungkin kau sudah mengenalku, aku datang kesini hanya ingin menepati janjiku padanya, aku harap kau menjaganya dengan baik.” bisik Reza.


“Tentu saja kau jangan khawatirkan apapun tentang itu karena aku pasti akan menjaga istriku dengan baik.” balas Alvino.


Reza pun segera melepas pelukannya dan berpindah pandangan kepada Freya, “Selamat untukmu Re.” ucap Reza seperti sedang menahan tangis.


“Terima kasih sudah datang Za.” Balas Freya tersenyum.


Acara demi acara pun segera berlalu dan kini semua para tamu undangan sudah pulang tinggalah keluarga inti saja yang masih ada.


“Nak, kalian di sini dulu karena besok masih acara unduh mantu ke rumah mami.” ucap Mami Sinta kepada Freya dan Alvino.


“Nak apa kalian lelah?” tanya Mami Sinta sambil memandang Freya.


“Gak kok Mih.” Jawab Freya.

__ADS_1


“Ya sudah kalau begitu Mami sama Papi pamit yah ke rumah.” Ucap Mami Sinta.


“Vin, tolong jaga menantu Mami dengan baik.” sambung Mami Sinta.


“Tentu Mih.” Jawab Alvino.


Orang tua Alvino pun segera berlalu dan kini berganti dengan orang tua Freya yang akan pamit dan akan kembali lagi besok.


“Nak kami juga pamit.” Ucap Mama Najwa.


“Vin, tolong jaga putri papa ya,,” ucap Papa Khabir.


“Tentu Pah Vino pasti akan menjaga putri papa dengan baik.” balas Alvino.


Papa Khabir pun hanya tersenyum mendengar jawaban menantunya itu. Sedang Mama Najwa masih sedang bicara dengan Freya agak jauh dari Alvino dan Papa Khabir. Setelah mama Najwa selesai bicara dengan putrinya, mereka pun segera pergi.


Kini tinggalah mereka berdua yang ada di ruangan itu, lagi-lagi hanya kecanggungan yang ada.


“Dek, apa kau nyaman disini?” tanya Alvino memandang kepada istrinya itu.


“Nyaman kok kak.” Jawab Freya tersenyum.


Lagi-lagi hening yang terjadi


“Jalan? Kemana?” tanya Freya balik.


“Kemana aja. Mau?” Tanya Alvino.


“Hmm,, oke deh.” Jawab Freya.


#####


Kini mereka sudah berada di sebuah danau sambil menikmati angin sore.


“Kak apa boleh Reya bertanya?” tanya Freya tiba-tiba.


Alvino pun segera melihat istrinya itu, “Ingin bertanya apa dek, silahkan!” ucap Alvino.


“A-apa kakak gak menyesal menikah dengan Reya?” tanya Freya canggung.


“Menyesal? Gak mungkin kakak menyesal menikah denganmu justru kakak sangat bahagia bisa menjadi suamimu.” Ucap Alvino.

__ADS_1


“Bagaimana jika aku tidak seperti harapan kakak?” tanya Freya.


Alvino tersenyum mendengar pertanyaan istrinya itu, dia langsung mengerti apa yang ditakutkan istrinya, “Apa kamu memikirkan perkataan Mama? Kakak yakin Mama pasti mengatakan sesuatu padamu. Iya kan?” tanya Alvino.


“Gak kok, mama gak mengatakan apapun.” Ucap Freya bohong.


“Jangan bohong jika tidak pintar bohong dek, itu terlihat dimatamu. Kakak mungkin gak tahu apa yang Mama katakan tapi apapun yang Mama katakan jangan pernah pikirkan itu. Kakak pasti akan menunggu sampai kau bisa menerima kakak sebagai suamimu atau sampai kau benar-benar sudah mencintai kakak. Jadi kamu jangan mengkhawatirkan apapun. Oke?” ucap Alvino tersenyum dan menyentuh hidung Freya dengan jari telunjuknya.


“Tapi,,” ucap Freya.


“Kakak tahu apa yang kau khawatirkan. Kakak gak akan meminta hak kakak sampai kau siap.” Potong Alvino.


“Ayo lebih baik kita pulang sudah mau magrib itu.” Ajak Alvino sambil berdiri.


Freya pun segera berdiri mengikuti suaminya itu tiba-tiba Alvino segeramemegang tangannya dan mengajaknya lari. Freya yang kaget tangannya dipegang pun akhirnya ikut lari karena suaminya itu sudah lari sambil memegang tangannya. Saat sudah sampai mobil, pandangan freya tetap pada tangannya yang dipegang oleh suaminya itu.


Alvino yang menyadari pandangan Freya, “Apa gak boleh?” tanya Alvino yang tetap tidak melepaskan genggamannya.


“Bo-boleh kok. Reya hanya kaget aja.” ucap Freya tersenyum.


Alvino pun mengajak hijab istrinya itu karena saking gemasnya dengan istrinya.


“Kakak!” ucap Freya tegas.


“Hahahah, maaf dek.” Ucap Alvino sambil memperbaiki hijab istrinya itu.


Cup


Alvino mengecup kening Freya. Itu adalah kali kedua dia mengecup kening istrinya itu. Freya hanya diam saat Alvino mengecup keningnya mungkin karena malu. Alvino memang dengan mudah mengecup kening istrinya itu, pasalnya Freya hanya memiliki tinggi 163 cm sementara dia 178 cm.


Mereka pun segera kembali ke gedung tempat mereka menikah untuk menginap sebelum besok acara unduh mantu. Mereka turun dari mobil sambil Alvino menggenggam tangan Freya.


Malam ini mereka tetap tidur bersama dan hanya tidur bersama. Alvino selalu menepati janjinya karena yang terpenting baginya saat ini yaitu Freya menjadi istrinya. Dia sudah sangat bahagia karena begitu bangun yang dia lihat pertama kali adalah wajah wanita yang sangat dia cintai. Dia sangat bersyukur bisa memiliki istri seperti Freya, wanita pujaannya.


Sementara Freya dia juga sangat bersyukur mendapatkan suami yang begitu mencintainya bahkan rela menunggu sampai Freya mencintainya. Freya sebenarnya sudah mencintai suaminya itu hanya saja belum dia sadari.


*


*


*

__ADS_1


Ayo dong like, komen, vote dan beri gift agar author lebih semangat lagi nulisnya.😊


Mohon maaf jika banyak typo guys,,


__ADS_2