
Anand pun menatap bayi kecil yang ada pada Freya itu dengan senyuman seolah-olah mengisyaratkan bahwa dia menyambut adiknya itu dengan bahagia, “Apa kakak bahagia?” tanya Alvino pada sang putra.
Anand hanya menatap Alvino dengan tersenyum, Freya pun ikut tersenyum melihatnya, “Sepertinya dia bahagia.” Ucap Freya yang di balas oleh Anand dengan senyuman.
Tiba-tiba Anand menyentuh tangan kecil yang ada dalam gendongan Freya. Freya pun mendekatkan tangan putrinya itu untuk bisa di raih oleh putranya. Anand yang berhasil menggenggam tangan kecil itu tersenyum. Para keluarga yang melihat itu tersenyum terharu, “Aduh cucu kakek ini sangat pintar deh.” Ucap Papi William.
Friska dan Frisya pun hanya tersenyum yang melihat Anand tidak melepaskan genggamannya dari tangan kecil itu. Sementara bayi kecil itu pun diam saja seolah-olah mengerti bahwa sang kakak yang menggenggam tangannya. Freya yang sudah merasakan keram pun segera memindahkan putrinya ke box bayi kembali dengan di bantu oleh Mama Najwa.
Friska dan Frisya pun segera mendekati box bayi begitu Mama Najwa selesai meletakkan cucunya itu di box bayi, “Kakak, dia lebih cantik darimu.” Ucap Friska dan Frisya bersamaan.
Para orang tua yang mendengar hal itu pun hanya tertawa begitu juga dengan Freya dan Alvino, “Hahahh,, apa sekarang kau sudah punya saingan nak?” tanya Papa Khabir tertawa.
“Saingannya pun putrinya sendiri.” Timpal Papi William.
__ADS_1
Freya pun hanya tersenyum, “Biarlah Pa, Pih. Aku rela jika itu putriku.” Ucap Freya.
Anand yang masih di pangkuan Alvino meminta turun dan mendekati box bayi itu, “Apa kau ingin melihat adikmu?” tanya Mama Najwa segera menggendong Anand agar bisa melihat adiknya. Alvino dan Freya yang melihat itu hanya tersenyum.
Tiba-tiba Salwa dan Hanna masuk secara bersamaan dengan di ikuti oleh suami masing-masing dari belakang. Adelio datang dengan putranya Danish.
“Kakak ipar, selamat untukmu!” ucap Salwa segera memeluk Freya. Freya pun hanya tersenyum membalas pelukan Salwa.
“Selamat bro!” ucap Adelio. Devano pun mengucapkan selamat juga untuk Freya dan Alvino.
Hanna pun segera mendekat, “Terima kasih!” bisik Freya memeluk sahabatnya itu.
Hanna tersenyum, “Jangan berterima kasih padaku Re. Asal kau tahu saja tanganku yang gemetaran masih terasa sampai sekarang.” Ucap Hanna.
__ADS_1
“Aku tahu.” Ucap Freya yang mengerti bahwa Hanna yang paling tertekan di ruang bersalin itu.
“Ah, kakak ipar siapa nama keponakanku ini? Dia baby boy or girl kak?” tanya Salwa menatap bayi kecil yang di jaga oleh Anand yang sedang duduk di kursi dekat box bayi.
“Apa kau tidak melihat dia cantik?” Ucap Alvino.
“Hahah,, ternyata kau memang peramal kak. Wow,, dia memang sangat cantik kakak ipar dan sangat mirip dirimu. Tapi dia lebih cantik darimu kakak ipar. Keponakanku ini sangat cantik.” Puji Salwa.
Lagi-lagi mereka hanya tersenyum, “Hey, boy kenapa kau ada di sini? Apa kau takut ada yang akan menculik adik cantikmu ini?” tanya Salwa yang menatap Anand yang duduk di dekat box bayi.
Hanna, Adelio dan Devano yang melihat itu hanya tersenyum, “Sepertinya dia akan menjadi kakak yang posesif Re.” ucap Hanna.
Freya dan Alvino hanya tersenyum, “Kakak ipar siapa nama keponakan cantikku ini?” ulang Salwa.
__ADS_1
“Iya kak, siapa namanya?” ucap Friska dan Frisya ikut bertanya.