
Malamnya setelah makan malam Alvino dan Freya berkumpul lagi di ruang keluarga di lantai dua bersama anak-anaknya.
Seperti anak perempuan pada umumnya yang selalu dekat dengan sang ayah kini Anind juga berada dalam pangkuan ayahnya, “Ayah!! Lihat.” Ucap Anind memperlihatkan gambarnya.
Alvino pun melihatnya, “Apa putri ayah ini suka menggambar pakaian seperti ini?” tanya Alvino.
“Gak sih Anind hanya iseng aja.” Balasnya.
Alvino dan Freya pun hanya tersenyum tiba-tiba Azlen segera mendekati Alvino, “Ada apa boy?” tanya Alvino kepada putra keempatnya itu.
Anind yang mengerti bahwa sang adik ingin di peluk oleh Alvino segera turun. Alvino pun segera menggendong putranya yang sangat cuek itu ke pangkuannya.
“Hmm,, bunda ingin bicara sesuatu pada kalian.” Ucap Freya.
“Apa bunda?” tanya Anind penasaran.
“Bunda akan mengatakannya tapi kalian harus menerimanya. Setuju?” tanya Freya.
__ADS_1
Mereka pun mengangguk. Freya dan Alvino pun tersenyum, Freya segera membawa tangan sang putri ke perutnya, “Ada apa bunda? Apa perut bunda sakit?” tanya Anind.
“Gak sayang tapi di sini ada adik.” Ucap Freya lembut.
“Adik? Apa Anind akan punya adik lagi?” tanya Anind antusias.
Freya pun mengangguk, Anind pun yang melihat sang bunda mengangguk langsung berteriak girang, “Yeay, Anind akan punya adik lagi.” Ucapnya sambil melompat-lompat.
“Kakak, Anind akan punya adik lagi. Yeay!” ucap Anind menarik Anand yang duduk. Anand pun hanya tersenyum lalu menurut kepada adik kesayangannya itu.
Tiba-tiba Anind berhenti melompat, “Bunda, apa dia cewe?” tanya Anind.
Anind yang mengangguk setelah selesai mencerna ucapan bundanya, “Anind akan berdoa dan minta sama Allah semoga bunda hamil cewe.” Ucapnya lalu mengelus perut Freya dan menciuminya.
Azlan dan Azlen yang masih belum mengerti hanya bisa mengikuti tingkah Anind untuk mencium perut Freya.
Alvino hanya tersenyum melihat itu, dia sangat bahagia melihat bagaimana antusiasnya sang putri akan kehamilan Freya. Dia sebenarnya masih khawatir tapi dia hanya bisa berusaha yang terbaik untuk melindungi dan menjaga sang istri agar kandungannya tidak bermasalah.
__ADS_1
***
5 bulan berlalu dengan cepat, kini tidak terasa kandungan Freya sudah masuk bulan ke delapan. Alvino dan anak-anak sangat menjaga Freya begitu juga para maid di rumah mereka. Anind kecil yang sangat antusias akan kehamilan Freya apalagi setelah dia mengetahui Freya hamil cewe dia bertambah antusias menjaga bundanya itu. Yah, Freya dan Alvino untuk pertama kalinya meminta USG untuk mengetahui jenis kelamin sebelum lahir hanya karena agar sang putri tidak kecewa dan akan selalu menjaga calon adiknya itu.
Sang putri bahkan berebut dengan para pelayan untuk mengambil susu untuk sang bunda, seperti saat ini dia ingin membawa susu untuk sang bunda, “Nona kecil biar kakak saja.” Ucap Wina.
“Kakak biar Anind aja.” Pintanya polos.
“Tapi non itu panas.” Ucap Wina.
“Anind akan hati-hati.” Ucap Anind.
Wina dan para pelayan pun hanya bisa menghela nafasnya karena selalu saja seperti itu. Mereka hanya bisa menjaga agar Anind tidak ketumpahan susu itu.
“Baiklah tapi nona kecil harus pelan-pelan.” Ucap Wina.
Anind pun menangguk lalu berjalan pelan-pelan sambil membawa segelas susu dengan Wina di sebelahnya. Freya yang melihat sang putri membawa susu pun segera mendekatinya, “Sayang, kenapa membawa ini? I-ini panas sayang.” ucap Freya yang memang sudah hafal dengan putrinya itu.
__ADS_1
“Heheh.” Anind pun hanya cengesan membalasnya. Freya pun segera mengambil susu itu dan meminumnya.