Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 108


__ADS_3

“Dia Aninda Nur Mauliya Putry Aryawiguna.” Jawab Alvino.


“Wow, sangat cantik seperti orangnya.” Puji Hanna. Danish yang ada dalam genggaman Adelio segera mendekati Hanna yang menatap putry sahabatnya itu.


“Ada apa nak? Apa kau ingin melihatnya?” tanya Hanna menunduk kepada putranya itu.


Danish hanya mengangguk, Hanna pun segera menggendong putranya. Danish pun melihat bayi kecil itu dengan tatapan berbinar. Alvino yang menyadari tatapan putra mantan asistennya itu kepada putry nya hanya bisa tersenyum, “Sepertinya, putramu jatuh cinta pada putryku Lio.” Ucap Alvino tertawa.


Adelio hanya tersenyum menanggapinya, “Kamu benar tapi sepertinya perjalanannya tidak akan mudah.” Ucap Adelio yang menyadari tatapan tajam putra Alvino dan Freya itu yang menatap putranya.


“Hahahh,, kau benar.” balas Alvino membenarkan setelah menyadari tatapan putranya.


Seluruh keluarga pun hanya tertawa yang melihat tatapan permusuhan dari Anand untuk Danish.


“Sudahlah urusan masa depan mereka nanti biarlah itu akan jadi rahasia mereka.” Ucap Mami Sinta.


Semua pun mengangguk.

__ADS_1


***


Dua hari kemudian, kini Freya sudah di perbolehkan pulang. Mama Najwa dan Papa Khabir yang membantu Alvino dan Freya berkemas. Sementara Mami Sinta dan Papi William mengurus penyambutan cucu kedua mereka itu di rumah.


Kurang lebih satu jam, kini mereka sudah tiba di Kediaman Utama Aryawiguna. Mereka di sambut dengan meriah oleh seluruh keluarga tapi tetap tertutup dari media karena Freya dan Alvino tidak ingin wajah anak mereka terekspos.


Acara penyambutan itu sama dengan acara penyambutan Anand yang di rangkaikan dengan pengajian Khatam Qur’an untuk menyempurnakan bacaan Freya dan Alvino semasa dia hamil. Acara itu berlangsung khidmat.


Semua keluarga sangat mengagumi kecantikan anggota baru keluarga mereka itu. Dan seperti yang terjadi dua hari terakhir, Anand selalu berada di samping adiknya itu seolah-olah jika dia tinggal maka akan ada yang membawanya. Tatapan permusuhan Anand untuk Danish pun masih tetap sama.


***


“Sayang, ayo tutuplah matamu!!” pinta Alvino.


“Memangnya untuk apa My Lord?” tanya Freya.


“Ada deh. Kamu ikut saja.” Ucap Alvino.

__ADS_1


Freya mau tidak mau pun mengikuti suaminya itu. Alvino segera menggendong sang istri, “Hubby, turunkan aku.” Pinta Freya karena dia malu jika di lihat oleh mertuanya. Yah mereka tinggal di Kediaman Utama.


Alvino tidak mendengarkan permintaaan istrinya itu dan baru menurunkan istrinya ketika sampai, “Sekarang kamu sudah bisa membuka matamu.” Ucap Alvino sambil melepaskan penutup mata istrinya.


“Hubby,, I-ini apa?” tanya Freya menatap bangunan di hadapannya dengan terharu bahkan ada ucapan selamat datang istri cantikku di rumah kita.


“I-ini rumah kita.” Jawab Alvino.


“Sungguh? Apa ini nyata? Aku tidak bermimpi kan?” tanya Freya.


Alvino yang gemas akan tingkah istrinya itu segera mengecup bibir Freya sekilas, “Hubby!!” ucap Freya malu karena di sana bukan hanya ada mereka tapi ada kedua orang tua mereka.


“Bagaimana kamu menganggap ini mimpi? Apa sekarang sudah terasa nyata?” tanya Alvino.


Freya pun mengangguk, “Ya sudah ayo kita masuk.” Ajak Alvino.


Freya pun hanya mengikuti suaminya itu masuk ke dalam bangunan 4 tingkat itu. Rumah itu sangat mewah dan semuanya sudah lengkap dengan perabotannya bahkan tersedia lift di dalam rumah itu. Semuanya sesuai dengan impian Freya, dia sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2