
Malamnya kini Freya dan Alvino sedang ada di kamar mereka. Freya sibuk dengan putri kecilnya yang sangat cantik.
“Ada apa sayang? Apa kau tidak puas memandanginya seperti itu?” tanya Alvino.
“By, dia sangat cantik yaa.” Ucap Freya yang entah ke berapa kalinya hari ini.
“Sayang kamu sudah mengatakan itu berulang kali dan kenapa kau selalu mengatakan itu. Bukankah kecantikan mereka menurun darimu karena kau sangat cantik maka kedua putri kita mewarisinya.” Ucap Alvino mengecup kepala yang istri karena gemas dengan tingkah Freya.
“Hmm,, itu karena kau juga tampan suamiku.” Puji Freya balik.
Tiba-tiba Anind masuk, “Bunda, Ayah apa bisa Anind tidur di sini bareng bunda?” pinta Anind kecil sambil membawa bantal kesayangannya.
Alvino yang melihat putrinya itu segera menggendongnya, “Tentu saja sayang, kalian bisa tidur di sini bareng bunda sama ayah.” Ucap Alvino yang mengetahui bahwa ketiga putranya menguping di balik pintu.
Anand dan si kembar pun segera masuk, “Hmm,, apa ayah sudah mengetahuinya?” tanya Anand.
Alvino pun mengangguk, “Huh, ayah gak asik.” Jawab Anand.
__ADS_1
“Kenapa gak masuk saja sayang? Kenapa pake sembunyi segala?” tanya Freya mendekati ketiga putranya yang juga membawa bantak kesayangan mereka masing-masing.
“I-itu karena kakak menyuruh Anind dulu bertanya jika di izinkan maka mereka akan masuk.” Jawab Anind yang masih dalam gendongan Alvino.
“Dek, bisakah kamu menutup rahasia sedikit.” Ucap Anand.
“Iya kak.” Timpal Azlan.
“Siapa suru kalian tidak berani.” Ledek Anind.
“Kakak, kau itu sudah besar kenapa masih mau di gendong sama ayah seperti anak kecil saja.” Ucap Azlen.
Freya dan Alvino hanya tersenyum mendengar pertengkaran anak-anaknya itu, “Ada apa sayang?” tanya Freya begitu putra dinginnya itu mendekat.
Cup
“Azlen sayang bunda.” Ucap Azlen mengecup pipi Freya.
__ADS_1
“Bunda sayang kamu juga sayang. Bunda sayang kalian.” Ucap Freya merentangkan tangannya meminta keempat anaknya itu memeluknya.
“Hmm,, apa ayah di tinggal nih?” ucap Alvino.
“Ayah ayo sini?” ajak Anind. Alvino pun segera bergabung memeluk anak dan istrinya itu.
***
“Bunda, kapan adik kecil bisa main boneka?” tanya Anind begitu mereka sedang berbaring di ranjang bertiga karena para pria tidur di bawah.
“Dia masih kecil sayang tapi nanti dia pasti akan besar dan nanti akan bermain dengan Anind. Apa Anind menyayanginya?” tanya Freya menatap putrinya itu.
Anind pun mengangguk, “Anind menyayanginya bunda walaupun Anind sempat takut menemuinya karena Anind pikir,,”
Freya pun segera memeluk putrinya itu, “Stts,, jangan berpikir begitu sayang. Bunda sakit bukan karena adik. Anind harus menyayangi adik kecil yaa gak boleh lagi takut menemuinya, bukankah Anind sangat menantikan kehadirannya. Kini Anind tidak akan kesepian lagi nanti akan ada yang menemani Anind tidur, main boneka dan masih banyak lagi.” Jelas Freya karena dia sudah mengetahui apa yang terjadi pada putrinya itu.
Anind pun mengangguk, “Iya bunda Anind akan menyayanginya. Anind akan memberikan dia boneka dank ain Anind yang sudah kecil. Anind juga akan mengajaknya belajar baca Qur’an, Anind kan sangat pintar.” Ucap Anind.
__ADS_1
“Iya putri bunda memang sangat pintar.” Ucap Freya.
Alvino yang mendengar percakapan istri dan putrinya itu hanya tersenyum. Mereka pun akhirnya tidur di kamar utama.