Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 100


__ADS_3

Waktu cepat berlalu dengan cepat, kini usia kandungan Freya sudah 36 minggu. Alvino dan Freya juga tinggal bersama Mama Najwa dan Papa Khabir karena saat Freya hamil anak pertama mereka tinggal bersama orang tua Alvino. Jadi untuk anak kedua mereka tinggal bersama orang tua Freya.


“Kakak, ini susu untukmu!” ucap Friska.


“Terima kasih dek.” Jawab Freya.


“Kakak, ini bubur untukmu!” ucap Frisya.


“Terima kasih.” Ucap Freya.


Perkataan seperti di atas itu sudah menjadi kebiasaan saat Freya mulai tinggal di rumah mama dan papanya itu. Kedua adiknya sangat menjaga kakak mereka itu. Mereka berdua sudah membagi tugas masing-masing untuk melayani sang kakak.


Anand juga saat ini tinggal bersama Freya tapi Mama Najwa dan Papa Khabir yang mengurusnya karena mereka tidak ingin Freya kelelahan.


Freya pun hanya bisa menurutinya.


***


“Kak, apa sakit melahirkan?” tanya Deyana kepada Freya. Dia datang mengunjungi Freya.


Freya pun hanya tersenyum, “Bohong jika mengatakan tidak sakit. Melahirkan itu memang sangat sakit tapi semua kesakitan itu akan terbayar begitu kita melihat anak kita lahir.” Jawab Freya.


“Yana jadi takut.” Ucap Deyana.


“Jangan takut. Ohiya kapan perkiraan tanggal kelahiran sepupuku ini?” tanya Freya sambil mengusap perut Deyana.


“Dua minggu lagi kak.” Jawab Deyana.


“Semoga lancar.” Ucap Freya.


“Aamiin.” Jawab Deyana.


Mereka pun lanjut bercerita seputar kehamilan mereka.


“Hey, apa nih yang kalian bicarakan?” tanya Zein yang baru saja tiba.


“Gak ada.” Jawab Freya.

__ADS_1


“Aku gak bertanya padamu. Aku bertanya pada istriku.” Balas Zein.


“Ah terserahlah.” Jawab Freya.


Deyana pun hanya tersenyum karena dia sudah terbiasa melihat perdebatan suaminya itu dengan keponakannya.


***


Dua hari kemudian, kini entah kenapa Deyana mulai merasakan kontraksi dan kontraksi itu semakin muncul. Dia pun memutuskan untuk menelpon Freya karena suaminya masih bekerja,“Kak sakit!” ucap Deyana lemah begitu sambungan telepon tersambung.


Freya yang mendengar, “Yana, kau kenapa? Apa kau sudah mengalami kontraksi?” tanya Freya dan Deyana hanya mengangguk padahal Freya tidak bisa melihatnya.


“Yana, jawab aku jangan mengangguk. Aku tidak melihatmu.” Ucap Freya yang tidak kunjung mendapat jawaban.


“Iya kak. Sakit!!” jawab Deyana lemah.


“Ada apa nak?” tanya nenek Ayesha.


“Mama dimana nek?” tanya Freya balik.


Mama Najwa segera keluar dari kamar begitu mendengar Freya menanyakannya, “Ada apa nak?” tanya Mama Najwa.


“Melahirkan? Siapa? Kau? Apa kau sudah mengalami kontraksi?” tanya Mama Najwa panik.


“Ouh astagfirullah Mama, Yana bukan aku.” Ucap Freya.


“Yana?” tanya Mama Najwa. Freya pun hanya mengangguk.


Akhirnya Mama Najwa segera menuju rumah Deyana dan Zein. Setelah memastikan bahwa Deyana memang akan melahirkan, Mama Najwa dan Papa Khabir segera membawanya ke rumah sakit.


Sementara Freya segera menelpon rumah sakit dan menelpon Zein. Zein pun begitu mendengar bahwa istrinya akan melahirkan segera pulang dan menyusul istrinya yang sudah di bawa oleh sang kakak.


“Nak, apa Yana akan baik-baik saja?” tanya nenek Ayesha begitu Freya sudah tenang.


Freya pun menatap neneknya itu karena dari tadi neneknya itu di abaikan karena sudah panik akan Deyana bahkan Freya pun sudah tidak menyadari bahwa dia juga sedang hamil, “Maaf nek mengabaikanmu. Yana pasti akan baik-baik saja. Nenek tenang saja, aku pasti akan memiliki adik kecil lagi.” Jawab Freya memeluk neneknya itu.


***

__ADS_1


Sedang di rumah sakit begitu mobil Mama Najwa dan Papa Khabir tiba sudah ada dokter Rina dan Hanna yang menyambutnya. Deyana pun segera di bawah ke ruang bersalin karena pembukaannya sudah hampir lengkap. Tidak lama Zein segera tiba dan segera masuk ke ruang bersalin bersama Mama Najwa untuk menemani Deyana melahirkan. Deyana memang anak yatim piatu untuk itulah Mama Najwa yang menemani adik iparnya itu melahirkan.


Satu jam berlalu, kini terdengarnya suara tangisan bayi di dalam ruangan bersalin itu. Proses kelahiran Deyana pun berjalan lancar. Setelah semuanya selesai Deyana segera di pindahkan ke ruang perawatan VVIP.


Hal itu atas permintaan Alvino sebagai pemilik rumah sakit. Alvino begitu mendengar bahwa Deyana akan melahirkan segera pulang. Freya dan Alvino pun segera menuju rumah sakit, Anand di titipkan kepada Friska dan Frisya.


Saat mereka tiba, Deyana sudah melahirkan dan kini sudah berada di ruang perawatan.


“Selamat paman kecil akhirnya kau jadi ayah.” Ucap Freya begitu masuk.


Zein yang melihat keponakannya masuk segera mendekati Freya dan memeluknya karena dia tahu jika tanpa keponakannya itu pasti akan terjadi sesuatu kepada istrinya, “Terima kasih” Ucap Zein. Alvino yang melihat itu sebenarnya cemburu tapi akhirnya dia sadar bahwa itu hanyalah paman kecil istrinya.


“Paman kecil kau gak perlu berterima kasih, ini aku lakukan juga untuk adik kecilku bukan untukmu” Ucap Freya.


“Kau?” ucap Zein kesal karena keponakannya itu merusak suasana. Tapi Freya tanpa merasa bersalah meninggalkan Zein dan segera mendekati adik kecilnya.


“Wow, kau sangat tampan adik kecil.” Puji Freya.


“Emang kau yakin dia baby boy sampai menyebutnya tampan?” tanya Zein.


“Hmm,, aku yakin adik kecilku ini pasti baby boy. Iya kan?” tanya Freya melihat Deyana. Deyana pun hanya mengangguk.


Tiba-tiba ada yang masuk, “Kakak siapa yang kau panggil adik kecil? Apa aku sudah bukan adik kecilmu lagi?” tanya Mark langsung masuk dan mendekati Freya.


“Hey, apa kau ma uterus di panggil adik kecil padahal kau sudah besar?” tanya Freya menatap Mark.


Mark pun mengabaikan Freya dan menatap adiknya itu, “Hah, untuk kau tampan. Jika tidak maka aku tidak akan mau tersingkirkan menjadi adik kecil kak Reya. Tapi karena kau tampan aku rela berbagi kak Reya denganmu. Sekarang sebutan adik kecil aku berikan padamu. Selamat datang adik kecil.” Ucap Mark tersenyum.


“Hey, kamu sadar gak mengatakan berbagi kak Reya. Dia itu istriku, aku tidak rela membaginya dengan kalian.” Ucap Alvino tiba-tiba.


“Ouh astagfirullah, adik kecil lihatlah kakak ipar kita dia ingin berbagi dengan kita. Tapi kita harus sabar menghadapinya karena dia itu sangat menyayangi kakak kita. Jika tidak maka ku pecat saja dia jadi kakak ipar. Dia memang kakak ipar posesif.” Ucap Mark yang bicara pada adik kecilnya.


Semua orang yang ada di ruangan itu pun tertawa melihat pertengkaran kecil itu.


Sementara Freya segera mendekati Deyana, “Selamat untukmu akhirnya kau jadi ibu. Ohiya siapa nama adik kecilku itu?” tanya Freya.


“Iya, paman kecil siapa nama saingan kecilku ini?” tanya Mark.

__ADS_1


Deyana pun hanya tersenyum, “Dia Fauzan Marcelino Rugsalim.” Jawab Zein.


“Kok Rugsalim? Kenapa tidak Malhotra paman kecil?” tanya Mark.


__ADS_2