
Singkat cerita, kini Freya dan Hanna telah melakukan pendaftaran untuk melakukan ujian sidang skripsi setelah skripsi mereka di approve oleh dosen pembimbing mereka.
“Hmm,, Alhamdulillah ya Re, tinggal selangkah lagi kita akan segera menyelesaikan studi S1 kita.” Ucap Hanna setelah mereka selesai melakukan pendaftaran ujian sidang dan saat ini mereka sedang ada di tempat biasa mereka bersantai.
“Iya, Han. Semoga saja semuanya lancar nanti” Ucap Freya.
“Ohiya, Re. Terimah kasih yaa atas bantuanmu dalam penyusunan skripsiku. Jika kau gak ada maka aku gak akan bisa mendaftar untuk wisuda gelombang 1 nanti.” Ucap Hanna.
“Sudah, jangan berterimah kasih, bukankah kita sahabat sudah seoantasnya kita saling membantu” ucap Freya.
“Ahhh, aku sayang kamu Re” ucap Hanna.
“Aku juga sayang padamu, Han.” Ucap Freya.
“Ohiya, Re. mau gak nanti setelah kita selesai ujian sidang, kau temani aku bertemu kak Lio.” Ucap Hanna.
“Kak Lio? Baiklah, semoga saja aku bisa. Tapi aku gak janji ya Han, karena kita kan gak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.” Ucap Freya.
“Baiklah. Aku setuju.” Ucap Hanna.
“Ohiya, kapan jadwal ujian sidangnya ya Re, aku tadi gak begitu memperhatikannya.” Ucap Hanna.
“Kebiasaan! Jadwal kita kamis minggu depan.” Ucap Freya.
“Hah? Kamis? Berarti kita belajarnya gak sampai 10 hari dong?” tanya Hanna.
“Iya, sayangku.” Ucap Freya.
“Ahh,, aku harus belajar nih dengan benar-benar agar bisa lulus.” Guman Hanna.
“Iya, kita pasti bisa Han. Semangat!” ucap Freya.
“Semangat!” ucap Hanna.
Mereka pun berbincang-bincang tentang banyak hal, setelah itu mereka memutuskan untuk pulang.
#####
“Lio,..” panggil Alvino kepada Adelio yang saat itu sedang bekerja dalam ruangannya.
“Iya, tuan muda.” Ucap Adelio.
“Apakah mereka sudah selesai menyusun skripsi?” Tanya Alvino.
“Ouh,, sepertinya sudah selesai tuan, karena kemarin Hanna mengatakan bahwa hari ini mereka akan melakukan pendaftaran untuk ujian sidang.” Ucap Adelio.
“Tolong ya Lio, kamu cari tahu kapan jadwal ujian sidangnya!” Ucap Alvino.
“Baik Tuan” Ucap Adelio.
Adelio pun segera mengirim pesan kepada Hanna.
To : Hanna
“Assalamu’alaikum Dek, bagaimana apakah lancar pendaftaran ujian sidangnya?”
From : Hanna
“Waalaikumsalam Kak. Iya Alhamdulillah lancar.”
“Ohiya, kak. Ada yang ingin Hanna katakan.”
To : Hanna
“Syukurlah. Kakak juga menghubungimu untuk menanyakan kapan jadwal kalian untuk ujian sidang?”
“Apa itu dek?”
From : Hanna
“Jadwal ujian sidang kami, kamis minggu depan kak”
__ADS_1
“Itu, kak. Reya sudah setuju untuk ku ajak makan bertemu kak Lion anti setelah ujian sidang selesai. Kakak ingatkan?”
To : Hanna
“Ohiya, semoga lancar untuk ujiannya ya. Selamat belajar, tuan Putri”
“Iya, kakak ingat kok, nanti kakak akan bicarakan dengan tuan muda”
From : Hanna
“Okay. Untuk harinya kapan nanti Hanna kabari lagi. Terimah kasih atas doanya.”
“Yaa. Sudah dulu ya kak. Hanna mau belajar. Wassalamu’alaikum”
To : Hanna
“Okay, Selamat belajar. Waalaikumsalam”
Adelio pun segera menutup telepon dan memberitahukan kepada Alvino.
“Tuan muda,, jadwal ujian sidang mereka kamis minggu depan!” Ucap Adelio.
“Cepat juga kau dapat infonya! Pasti Hanna.” Tebak Alvino.
“Hehehehh, iya. Ohiya tuan muda apa tuan muda ada waktu minggu depan?” tanya Adelio
“Kamu aneh, kau yang mengatur jadwalku, lalu mengapa kau bertanya padaku.” Ucap Alvino.
“Tapi kenapa kau menanyakan jadwalku?” tanya Alvino.
“Begini tuan muda, saya gak akan membohongimu. Saya dan Hanna berencana ingin mempertemukan nona muda dan juga tuan muda. Dan tadi Hanna mengatakan nona muda sudah menyetujuinya tapi nanti setelah ujian sidang mereka selesai. Untuk waktu pastinya nnati akan Hanna kabari lagi.” Jelas Adelio.
“Menyetujuinya? Apa dia tahu, dia akan bertemu denganku?” tanya Alvino.
“Sepertinya tidak tuan. Tapi tuan setidaknya tuan harus mencoba menemuinya walau hanya sekali, urusan dia ingat atau tidak itu urusan belakangan. Mau yah,, tuan muda” bujuk Adelio.
“Baiklah, aku akan mencobanya” ucap Alvino setelah beberapa menit berpikir.
Dia pun segera mengirim pesan kepada Hanna.
“Ohiya, nanti kau cocokkan saja jadwalku dengan kapan waktunya.” Ucap Alvino.
“Siap, tuan muda!” ucap Adelio.
Alvino pun tersenyum sambil membayangkan bagaimana pertemuan mereka nanti. Adelio yang melihat tuan mudanya tersenyum juga ikut senang. Karena akhir-akhir ini tuan mudanya itu jarang tersenyum.
#####
Seminggu kemudian, kini Freya dan Hanna sedang menunggu urutan mereka untuk ujian sidang.
“Re, aku gugup” ucap Hanna.
“Kita pasti bisa Han, semangat!” ucap Freya sambil mengingat materi skripsinya.
“Iya, kita pasti bisa!” ucap Hanna juga sambil berusaha mengingat materinya.
Mereka pun sibuk mengingat materi mereka masing-masing. Tak lama kemudian mereka pun dipanggil untuk ujian sidang.
Singkat cerita, kini mereka sudah selesai melakukan ujian sidang dan saat ini mereka sedang berada di kantin.
“Alhamdulillah, Re. selesai juga.” Ucap Hanna sambil minum pesanannya.
“Iya, Alhamdulillah Han. Kita tinggal melakukan pendaftaran untuk wisuda.” Ucap Freya sambil menyesap minumannya juga.
“Re, kau ingatkan janjimu?” tanya Hanna.
“Janji?” tanya Freya.
“Kebiasaan deh. Janji kau akan menemaniku bertemu kak Lio.” Ucap Hanna.
“Ouhh,, itu. Iya ingat kok.” ucap Freya.
__ADS_1
“Kalau begitu kapan kau punya waktu?” tanya Hanna.
“Senin kita harus mendaftar untuk wisuda. Yah.. mungkin besok bisa, ah, gak besok aku belum bisa aku harus melengkapi berkas untuk pendaftaranku. Ah, sabtu aku bisa.” Ucap Freya.
“Baiklah, sabtu yah. Awas kalau kau melupakannya.” Ucap Hanna.
“Gak akan. Aku akan datang.” Ucap Freya.
“Okay!” ucap Hanna.
“Kenapa sih, akhir-akhir ini sering hujan?” sambung Hanna.
“Kamu gak boleh gitu, hujan itu rahmat” ucap Freya.
“Iya, aku tahu Re. Tapi aku gak suka hujan. Aku gak kayak kamu pecinta hujan. Entah kau punya kenangan apa tentang hujan sehingga kau bisa sangat menyukainya seperti itu” Ucap Hanna.
“Gak, aku gak punya kenangan apapun yang berhubungan dengan hujan, hanya saja aku merasa tenang saat melihat hujan, aku pun bisa memperoleh inspirasi hanya dengan merasakan setiap tetesannya. Seolah-olah setiap tetesannya membawa sebuah kata yang penuh makna” ucap Freya sambil memandang keluar menatap hujan.
Saat Freya sibuk memandang hujan, Hanna pun segera mengirim pesan kepada Adelio mengenai rencana pertemuan yang telah mereka atur.
Sedangkan Freya yang sibuk memandang hujan, tiba-tiba dari pintu masuk terlihat seorang pemuda masuk.
“Freya! Kau disini?” tanya pemuda itu.
“Adnan!” sapa Freya kepada teman satu angkatannya di SMA.
Hanna yang melihat Freya berbicara dengan seorang pemuda pun, segera menyenggol tangan Freya seolah-olah bertanya siapa dia.
“Ohiya, Han kenalkan ini Adnan teman kelasku saat SMA, dia juga kuliah disini. Dan Adnan, kenalkan ini Hanna sahabatku.” Ucap Freya memperkenalkan mereka.
“Salam kenal, Adnan” ucap Adnan.
“Salam kenal juga, Hanna” ucap Hanna.
“Ohiya, Nan, bagaimana kuliahmu?” tanya Freya setelah Adnan dia persilahkan duduk.
“Alhamdulilah, Re. aku masih menyusun skripsi baru masuk bab 2, sepertinya aku nanti akan mendaftar wisuda gelombang 2.” Ucap Adnan.
“Gak apa-apa dong. Semua itu butuh proses.” ucap Freya.
“Ohiya, kalau kalian bagaimana?” tanya Adnan.
“Alhamdulillah, kami baru saja selesai ujian sidang.” Ucap Freya.
“Wow. Selamat yaa..” ucap Adnan.
“Iya, makasih” ucap Freya.
“Maaf Adnan, apa kamu gak mau pesan minum atau apa begitu?” tanya Hanna.
“Ohiya, kau mau pesan apa?” sambung Freya.
“Ahh, itu gak usah. Aku kesini memang hanya untuk mencarimu Re,” ucap Adnan.
“Mencariku? Untuk apa?” tanya Freya.
“Untuk memberikan ini padamu!” Ucap Adnan sambil mengeluarkan sebuah undangan dari dalam tasnya.
“Undangan? Kamu akan menikah?” tanya Freya menerima undangan itu tapi belum melihat undangan dari siapa itu.
“Itu bukan undanganku. Dia berharap kau datang!” ucap Adnan
“Ini..” ucap Freya sambil melihat undangan di tangannya.
“Iya..” potong Adnan.
Happy Reading readers😊
Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏
Maaf jika banyak typo guys😉😊
__ADS_1