
3 hari kemudian, kini Alvino mengantar Freya ke rumah sakit.
“Ingat sayang setelah kau pulang kerja kita harus memeriksa kandunganmu.” Ucap Alvino begitu mereka sudah tiba di rumah sakit.
“Iya, aku akan suamiku.” Ucap Freya.
Freya pun segera menyalami punggung tangan suaminya dan Alvino segera mengecup kening Freya.
“Ingat jangan kelelahan.” Ucap Alvino.
“Iya sayangku.” Jawab Freya.
“Ayah titip bunda yaa tolong jagain bunda.” Ucap Alvino mengusap perut Freya.
Freya pun hanya tersenyum melihat itu karena Alvino selalu melakukan itu sejak dia tahu bahwa Freya hamil dan dia semakin posesif kepada Freya.
***
Singkat cerita, kini Alvino dan Freya sedang menunggu antrian untuk memeriksa kandungan. Sebenarnya bisa saja Alvino tidak harus mengantri karena dia pemilik saham terbesar rumah sakit ini tapi Freya yang melarangnya karena dia ingin merasakan seperti apa ibu hamil pada umumnya yang rela mengantri dan ditemani oleh suami tercinta.
“Kamu lelah? Ayo duduk sayang.” Ucap Alvino.
“Hubby, aku baik-baik aja kok.” jawab Freya.
Tidak lama mereka mengantri akhirnya mereka juga dipanggil berhubung juga para ibu hamil yang mengantri hanya sedikit jadi mereka cepat masuk.
“Assalamu’alaikum dokter.” Salam Freya.
“Ahh,, ini kan suster Freya.” Ucap Rina.
“Iya benar dokter.” Ucap Freya.
Mereka pun mulai melakukan pemeriksaan. Mereka pun kembali melakukan USG karena Alvino yang memintanya.
“Dokter apa ini anak saya?” tanya Alvino sambil menatap layar monitor.
“Iya tuan dia masih kecil.” Ucap Rina.
Alvino pun hanya diam dan tetap terus menatap layar monitor itu sampai Freya selesai USG.
“Anak kami baik-baik aja kan dok?” tanya Alvino.
“Iya tuan. Anak kalian baik-baik aja semua pertumbuhannya normal sudah sesuai dengan usia kandungan yang sudah menginjak usia 8 minggu.” Ucap Rina.
“Ah iya, saya ingin bertanya. Istri saya sedang hamil tapi kenapa dia gak merasakan mual-mual?” tanya Alvino.
“Tidak semua ibu hamil merasakan mual-mual tuan, walau kebanyakan ibu hamil mengalaminya tapi ada juga yang tidak mengalaminya seperti suster Freya ini. Tapi kadang pasti tetap ada yang akan berubah.” Ucap Rina.
“Apa bisa suami yang mengalami seperti itu?” tanya Alvino.
“Iya kadang suami yang mengalami mual-mual, hal itu terjadi karena besarnya rasa cinta suami ke istri.” Ucap Rina tersenyum.
“Emang kakak merasakannya?” tanya Freya.
“Emm,, sepertinya iya. Kakak jadi menyukai semua makanan kesukaanmu bahkan coklat kakak jadi sangat menyukainya.” Ucap Alvino.
“Ouh, itu berarti tuan yang menggantikan suster Freya mengalami ngidam.” Ucap Rina.
“Apa suster Freya gak mengalami apapun?” lanjut Rina.
“Saya gak merasakan apapun. Ah tidak saya jadi lebih suka tidur, saya jadi sering mengantuk. Selain itu juga saya jadi sering lupa. Apa itu juga termasuk gejala kehamilan?” tanya Freya.
__ADS_1
“Iya hal itu bisa saja terjadi.” Ucap Rina.
“Apa itu gak berbahaya dokter?” tanya Alvino.
“Gak tuan. Itu gak berbahaya.” Ucap Rina.
Setelah selesai berkonsultasi mereka segera kembali ke apartemen.
“Kakak gak kembali kerja lagi?” tanya Freya.
“Gak. Kakak akan menemanimu.” Ucap Alvino.
“Hubby lalu kapan kita akan memberitahu mami dan mama?” tanya Freya.
“Bagaimana akhir pekan ini saja sayang. Kita akan mengundang mereka barbeque.” Ucap Alvino.
“Hmm,, boleh juga tapi dimana?” tanya Freya.
“Kau jangan pikirkan itu biar kakak yang akan memikirkannya. Kau hanya perlu menjaga dirimu dan anak kita.” Ucap Alvino tersenyum.
“Tapi aku juga ingin membantu.” Ucap Freya.
“Kalau begitu lebih baik kau hubungi semua keluarga, terserah padamu siapa yang ingin kau undang.” Ucap Alvino.
“Okay, itu mudah.” Ucap Freya tersenyum.
***
Malam hari setelah sholat seperti biasa mereka akan berbagi cerita.
“Hubby,,” panggil Freya.
“Iya sayang. Kamu kenapa?” tanya Alvino.
“Iya sayang. Aduh istriku ini jadi manja yaa sekarang. Tapi aku menyukainya. Aku suka kamu manja seperti ini sayang.” Ucap Alvino segera mendekati istrinya diranjang dan langsung mendekapnya.
“Hubby aku ingin dengar cerita pertama kali kita ketemu. Hubby kan udah janji mau cerita.” Ucap Freya.
“Ouh itu. Baiklah hubby akan cerita. Kamu mau mulai darimana?” tanya Alvino.
“Hmm,, aku ingin dengar semuanya, mulai dari pertama kita ketemu.” Ucap Freya.
Alvino pun segera menceritakan semuanya sambil mendekap Freya.
“Ouh, aku ingat. Jadi itu kakak, pemuda dengan mobil yang kehabisan bahan bakar.” Ucap Freya setelah selesai mendengar cerita Alvino.
“Sayang, apa hanya itu yang kau ingat. Apa kau beneran gak mengingat hubby?” tanya Alvino.
Freya pun hanya mengangguk, “Maaf my lord.” Ucap Freya.
“Ah sudahlah, yang penting sekarang kau istri kakak. Asal kau tahu aja kakak tidak bisa melupakanmu sejak saat itu. Kamu selalu datang dalam mimpi kakak. Senyummu selalu mengganggu kakak bekerja. Akhirnya kakak menyuruh Adelio menyelidikimu. ” ucap Alvino.
“Hanna sudah cerita tentang ini. Hubby juga kan yang nyuruh kak Lio buat jadi mahasiswa S2?” tanya Freya.
“Iya. Itu kakak lakukan agar informasi yang kakak dapatkan akurat. Kamu gak marah kan kakak melakukan itu?” tanya Alvino.
“Sebenarnya sih sedikit tidak nyaman tapi dengan hubby melakukan itu akhirnya Hanna juga menemukan cinta sejatinya.” Ucap Freya.
“Heheheh, kalian memang mengikat kami sayang.” Ucap Alvino.
“Aku mau nanya lagi, waktu aku sakit dan dipindah ke ruang VVIP dan lunasin biaya rumah sakit, apa itu kakak juga yang ngatur?” tanya Freya.
__ADS_1
“Iya, sebenarnya saat itu kakak ada di rumah sakit, kakak melihatmu dari CCTV.” Ucap Alvino.
“Apa beasiswa profesiku juga dari kakak?” tanya Freya.
“Itu. Akh iya.” Ucap Alvino.
“Jadi ternyata selama ini kakak telah membiayai hidupku. ” ucap Freya.
“Gak sayang. Itu semua pantas kau dapatkan. Semua itu kerja kerasmu.” Ucap Alvino yang mengira Freya marah.
Cup
Untuk pertama kalinya Freya mengecup bibir Alvino, “Terimah kasih atas semuanya hubby. Maafkan aku karena melupakanmu.” Ucap Freya.
Alvino terdiam karena kaget dengan kecupan Freya.
“Sayang apa itu tadi? Apa yang kau lakukan?” tanya Alvino.
“Apa yang aku lakukan? Aku mengucapkan terima kasih dan maaf.” Ucap Freya.
“Sebelum itu?” tanya Alvino.
Freya pun berpikir dan langsung mengerti, “Ouh itu,,” ucap Freya bingung.
Cup
Alvino pun segera mencium bibir Freya lama, bahkan sampai ******nya. Freya pun untuk pertama kalinya membalas ciuman suaminya.
“Hubby,,” ucap Freya setelah ciuman mereka selesai.
“Terimah kasih sayang.” Ucap Alvino sambil mengecup kening Freya.
“Hubby ayo cerita lagi.” Pinta Freya.
Alvino pun menceritakan semuanya, yang dia diam-diam mengawasi Freya lewat CCTV dan selalu mengikuti seminar Freya. Yang dia kenapa tidak pernah ketemu Freya saat Mami Sinta dirawat, dia juga mengatakan bahwa kontak yang digunakan Mami Sinta untuk menelponnya saat dirumah sakit itu adalah nomor ponselnya. Semuanya Alvino ceritakan.
“Jadi Hubby melakukan semua itu?” tanya Freya.
Alvino hanya mengangguk. Freya pun merasa sangat bahagia karena dicintai oleh Alvino sampai segitunya. Dia merasa gadis paling beruntung karena memiliki suami seperti Alvino bukan karena Alvino seorang pewaris tunggal tapi karena ketulusan cinta Alvino yang memperjuangkannya, memperjuangkan gadis yang bahkan tidak mengingatnya.
“Terimah kasih hubby!” ucap Freya sekali lagi.
“I love you quuen.” Ucap Alvino.
“I love my lord.” Balas Freya.
Alvino pun kembali mencium bibir Freya dan akhirnya terjadilah malam yang panjang bagi pasangan suami istri itu.
*
Skip.
*
*
Ayo dong like, komen, vote, beri gift, dan favoritin agar author lebih semangat lagi nulisnya.😊
Mohon maaf jika banyak typo,,🙏🏻
*
__ADS_1
*
Mungkin novel ini sebentar lagi akan tamat. Maaf yaa jika menurut para reader bahwa novel ini gak ada konflik atau bagaimana. Konflik yang author buat untuk season satu ini yaitu hanya bagaimana Alvino mendapatkan cinta Freya. Selain itu juga author gak terlalu suka dengan konflik yang keras karena kehidupan di dunia nyata sudah keras jadi jangan tambah lagi dengan urusan dunia perhaluan. Author harap para reader mengerti.😊