Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 119


__ADS_3

“Kamu hamil lagi?” tanya Alvino kaget.


Alvino pun segera bangkit dari pangkuan sang istri dan menatapnya Freya dalam, “Apa kamu hamil?” ulang Alvino.


Freya menggeleng, “Gak kok hubby aku gak hamil, aku hanya bertanya bagaimana jika aku hamil lagi?” ucap Freya menyuruh sang suami berbaring di pangkuannya kembali.


“Aku gak setuju kamu hamil lagi.” Ucap Alvino.


“Kenapa?” tanya Freya lembut.


“Aku gak mau melihatmu kesakitan bahkan harus rela kehilangan nyawamu seperti kau melahirkan putri kita. Pokoknya aku gak mau kamu hamil lagi. Aku trauma sayang, aku tidak ingin melihatmu seperti itu lagi untung saja saat kau melahirkan si kembar kau baik-baik saja. Asal kamu tahu saja aku sangat takut menemanimu melahirkan si kembar tapi untunglah apa yang aku takutkan tidak terjadi. Pokoknya kamu tidak boleh hamil lagi.” Ucap Alvino panjang lebar.


Freya pun tersenyum lalu mengecup kening sang suami sekilas, “Aku pasti akan baik-baik aja. Apa kamu tidak sedih melihat putri kita merasa sendirian?” tanya Freya.


“Dia gak sendirian sayang, ada Anand dan si kembar yang menemaninya.” Ucap Alvino.


“Hubby, tapi dia ingin teman perempuan.” Ucap Freya.


“Gak, jika putri kita ingin teman perempuan maka aku akan menyuruh putri Salwa, Hanna dan Deyana kesini untuk menemaninya. Pokoknya kamu gak boleh hami lagi.” Ucap Alvino finish lalu segera bangun dari pangkuan sang istri dan berbaring di ranjang meninggalkan Freya.

__ADS_1


Freya pun hanya bisa menghela nafasnya melihat sang suami. Dia tahu apa yang dilakukan oleh suaminya adalah yang terbaik untuknya hanya saja dia juga ingin memiliki putri lagi untuk menemani putri cantiknya.


***


Keesokkan paginya, Alvino yang masih kesal dengan sang istri pun dia mendiamkan Freya, “Ayah!! Aku sayang ayah.” Ucap Anind berlari ke gendongan Alvino.


Alvino yang melihat putri kecilnya berlari ke arahnya pun segera merentangkan kedua tangannya untuk menyambut sang putri ke pelukannya, “Aduh princessnya ayah udah cantik aja.” Puji Alvino.


“Iya dong. Anind itu memang udah cantik dari lahir ayah, ayah sih gak sadar aja.” Jawab Anind.


“Hmm,, masa sih? Kok ayah gak tahu?” tanya Alvino menggoda sang putri.


Alvino pun tersenyum, “Aduh sifaf pedemu itu menurun dari siapa nak?” tanya Alvino.


“Tentu saja dari ayah.” Jawab Anind enteng. Alvino pun tertawa menanggapi putrinya itu.


Freya yang baru saja turun bersama si kembar pun tersenyum melihat interaksi suami dan putrinya itu, “Ee,, bunda. Hay juga twins A.” sapa Anind turun dari gendongan ayahnya dan mendekati sang bunda yang memegangi kedua adik kembarnya.


“Kalian lucu deh!!” puji Anind kepada kedua adiknya itu.

__ADS_1


Alvino dan Freya hanya tersenyum melihat hal itu.


“Ee,, princess dimana kakak?” tanya Freya kepada putrinya karena tidak melihat putra sulungnya itu di meja makan.


“Tuh!!” tunjuk Anind yang melihat sang kakak turun dari tangga.


“Selamat pagi ayah, bunda dan juga kalian si kembar!!” sapa Anand.


“Selamat pagi juga sayang.” jawab Alvino dan Freya bersamaan.


“Kakak, kok aku gak di sapa?” protes Anind.


“Ouh astaga. Baiklah, pagi adik cantikku.” Sapa Anand.


“Pagi juga kakak gantengku.” Balas Anind.


Freya pun hanya tersenyum melihat sifat manja putrinya itu kepada sang kakak yang selalu memanjakannya.


Akhirnya mereka sarapan bersama walaupun Alvino mendiamkan istrinya dia tetap menerima saat Freya mengambilkan makanan untuknya. Mereka pun melalui sarapan itu dengan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2