Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 64


__ADS_3

Tok tok tok


“Masuk!”


“Assalamu’alaikum kakak!” ucap Salwa.


“Wa’alaikumsalam. Mau ngapain kamu kesini?” tanya Alvino.


“Tentu saja mau mengunjungimu. Apa lagi.” Ucap Salwa langsung duduk di sofa.


“Kamu kenapa selalu datang kesini jika sabtu begini?” tanya Alvino, pasalnya Salwa selalu datang ke kantornya jika hari sabtu.


“Itu, tentu sa,,” ucap Salwa terpotong


“Permisi tuan, ini berkas yang ada minta.” Ucap Devano tiba-tiba masuk.


“Eehh,, nona Salwa.” Salam Devano hormat begitu melihat Salwa.


Salwa pun hanya menganggukkan kepalanya.


“Letakkan saja disitu.” Ucap Alvino.


“Baik tuan.” Jawab Alvino.


“Ohiya, sepertinya kakakku ini sedang sibuk. Baiklah aku tidak akan mengganggu, aku akan kembali. Yang penting aku sudah melihat apa yang harus aku lihat. Daa,, kakakku sayang.” Ucap Salwa tiba-tiba berdiri menuju pintu.


“Salwa kamu mau kemana?” tanya Alvino.


“Tentu saja aku mau pulang. Oh tidak aku akan ke apartemenmu mau menemui kakak iparku yang cantik, sudah lama juga aku belum mengunjunginya. Ah aku juga harus menepati janjiku untuk mengajaknya belanja. Daa,, kakakku, aku pinjam istrimu dulu yaa.” Ucap Salwa segera pergi.


Alvino yang melihat kelakuan adik sepupunya itu merasa aneh karena Salwa selalu saja begitu jika dia datang maka akan segera kembali jika sudah melihat Devano.


“Van, apa yang kamu lihat?” tanya Alvino begitu melihat Devano manatap pintu.


“Ah gak ada apa-apa tuan.” Ucap Devano.


Alvino pun tidak bertanya lagi dan segera melanjutkan pekerjaannya. Sementara Devano entah apa yang dia pikirkan hanya dia yang tahu.


***


“Bibi, apa kakak ipar ada?” tanya Salwa begitu dia masuk apartemen Alvino.


“Ouh, ada nona. Sepertinya sedang mandi.” Ucap bi Wati.


Tiba-tiba Freya turun,


“Ehh,, kak Salwa.” Ucap Freya.


“Kakak ipar aku merindukanmu!” ucap Salwa segera memeluk kakak iparnya itu.


“Kakak ada apa kesini?” tanya Freya yang ikut duduk bersama Salwa.


“Aku ingin menepati janjiku mengajak kakak ipar belanja. Mau kan?” Tanya Salwa.


“Itu,,” ucap Freya.


“Mau ya kakak ipar, please!” mohon Salwa.


“Ah, baiklah. Tapi aku akan meminta izin dulu kepada suamiku.” Ucap Freya.


“Tentu saja.” Jawab Freya.

__ADS_1


Freya pun segera menelpon Alvino.


Tuut,, tuut,, tuut,,


“Ehh,, kak Salwa jika mau makan ada makanan di meja. Aku juga baru membuat brownies. Kakak mau coba?” tanya Freya.


“Boleh tuh.” Jawab Salwa.


Freya yang hendak memanggil bibi, “Gak usah kakak ipar, aku akan mengambilnya sendiri.” Ucap Salwa pergi menuju dapur.


“Halo, sayang. Apa Salwa beneran disana?” tanya Alvino yang sudah dari tadi mendengar percakapan istrinya.


“Eehh Hubby. Iya kak Salwa ada disini. Assalamu’alaikum suamiku.” Ucap Freya begitu tersadar bahwa dia menelpon suaminya.


“Wa’alaikumsalam Queen. Ada apa menelpon?” tanya Alvino yang sudah bisa menebak bahwa istrinya akan minta izin.


“Itu,, Reya mau,,” ucap Freya.


“Boleh. Jalan dengan Salwa kan? Kamu temani ya dia, sepertinya dia sedikit aneh akhir-akhir ini.” Ucap Alvino.


“Apa hubby juga merasakannya?” tanya Freya.


“Iya, dia berbeda.” Jawab Alvino.


“Apa hubby tau kira-kira apa penyebabnya?” tanya Freya.


“Hmm,, hubby kurang tahu.” Jawab Alvino.


“Makanya kamu cari tahu dek. Ohiya hati-hati perginya. Jangan lelah, jika lelah segera pulang.” Ucap Alvino.


“Iya, Reya akan pulang jika sudah lelah.” Ucap Freya.


“Dasar posesif!” ledek Salwa yang mendengar percakapan Freya dan Alvino.


Freya pun segera menyerahkan ponselnya kepada Salwa, “Tenang saja kak, aku pasti akan menjaga istrimu itu dengan baik. Aku pasti akan mengembalikannya dalam keadaan utuh.” Ucap Salwa begitu menerima ponsel Freya.


“Okay. Awas aja jika istri kakak sampai lecet.” Ancam Alvino.


“Huhh,, dasar posesif.” Ucap Salwa.


Salwa pun segera menyerahkan kembali ponsel Freya. Freya pun kembali berbicara dengan Alvino sementara Salwa hanya tersenyum melihat Freya.


“Sepertinya asik yaa memiliki suami.” Ucap Salwa begitu Freya menutup sambungan teleponnya.


Freya tersenyum mendengar ucapan Salwa, “Makanya kak cari suami.” Goda Freya.


“Hmm,, pengen sih kakak ipar tapi yaa begitulah..” ucap Salwa.


“Ah sudahlah, ayo kakak ipar kita pergi.” ajak Salwa.


Freya pun mengangguk dan segera mengambil tasnya di kamar sambil memikirkan bahwa sepertinya Salwa sedang patah hati karena gerak-geriknya memperlihat seperti itu walaupun dia berusaha untuk terlihat baik-baik saja.


***


“Kakak, kita kesana dulu.” Ajak Salwa begitu mereka masuk mall.


“Ini?” tanya Freya begitu mereka tiba di tempat yang menyediakan aneka macam jualan tentang boyband and girlband korea.


“Iya, kita puas-puasin lihat oppa-oppa Korea kakak ipar. Bukankah kakak juga menyukai BTS?” ucap Salwa.


“Ah itu, iya memang menyukainya tapi tidak terlalu..” ucap Freya.

__ADS_1


“Okay. Jika begitu ayo kita beli. Salwa juga menyukai BTS.” Ucap Salwa.


Salwa pun membelikan banyak pernak-pernik BTS untuk Freya karena dia sudah banyak memilikinya.


“Kak, ini sangat banyak.” Ucap Freya begitu mereka selesai membayar, lebih tepatnya Salwa yang membayarnya.


“Tenang saja kak, kita tia akan membawanya. Mereka yang akan mengantarkannya. Aku sudah meninggalkan alamat apartemen kakak kepada mereka.” Ucap Salwa.


“Jadi ini untukku?” tanya Freya kaget.


“Tentu saja! Aku sudah memiliki banyak kakak ipar.” Jawab Salwa.


Freya pun hanya bisa pasrah.


Setelah itu tiba-tiba Freya tertarik begitu melihat toko pakaian pria.


“Kakak ipar mau ngapain disini? Kakak ipar mau membeli setelan jas?” tanya Salwa dan Freya hanya mengangguk.


Freya pun sibuk memilih hingga pilihannya jatuh pada jas berwarna navy dengan dalaman kemeja berwarna wardah dan das berwarna abu motif garis-garis. Salwa pun ikut melihat-lihat, sebenarnya ada satu jas yang menarik perhatiannya tapi dia bingung mau membelinya tapi untuk siapa.


Freya yang sudah selesai membayar melihat ke arah pandangan Salwa, “Jika kakak suka, belilah!” ucap Freya.


“Ah kakak ipar aneh lalu siapa yang akan memakainya?” tanya Salwa.


“Tentu saja orang yang kakak bayangkan yang cocok dengan setelan jas itu.” Ucap Freya.


“Hahahah,, kakak ipar seperti pembaca isi hati aja.” Jawab Salwa tertawa.


“Yakin gak mau membelinya? Nanti nyesel loh.” Ucap Freya.


“Ah baiklah aku akan membelinya.” Ucap Salwa segera membayar setelan itu.


Freya pun tersenyum karena semakin yakin siapa sebenarnya yang di sukai oleh Salwa karena ukuran itu bukan ukuran papinya Salwa tapi ukuran seseorang.


Setelah mereka membeli jas, Salwa melihat toko tas, “Kakak ipar gak mau membeli tas? Kita kembaran.” Ucap Salwa.


“Hmm,, tapi Reya masih punya banyak tas.” Jawab Freya.


“Ah kakak ipar. Ayolah kita kembaran. Tenang saja uang kakak tidak akan habis walau kakak ipar membeli mall ini.” Ucap Salwa.


“Bukan seperti itu kak. Tapi Reya memang masih punya banyak tas.” Ucap Freya.


“Ayolah kakak ipar. Aku akan membelikannya untukmu. Tapi temani aku.” Pinta Salwa.


Freya pun akhirnya masuk, “Hmm,, gak usah kak Salwa. Aku akan membelinya sendiri.” Ucap Freya begitu mereka masuk toko tas itu. Pasalnya Freya sangat jarang menggunakan kartu kredit yang diberikan Alvino, bahkan membeli jas itu memakai uangnya sendiri karena dia ingin memberikan hadiah untuk suaminya. Bukan dia takut memakai kartu kredit itu hanya saja dia merasa semua kebutuhannya Alvino sudah penuhi.


Bagaimana tidak semua pakaian dan tas, Alvino baru membelikannya beberapa saat dia mulai masuk praktik bekerja. Selain itu, Alvino juga baru membelikannya sebuah mobil sehari setelah mereka pulang dari bulan madu untuk digunakan Freya saat dia akan pergi ke rumah sakit tapi yang terjadi justru Alvino yang sering mengantar dan menjemputnya setiap hari.


*


*


Kira-kira apa yang terjadi pada Salwa?


*


*


*


Ayo dong like, komen, vote, beri gift, dan favoritin agar author lebih semangat lagi nulisnya.😊🙏🏻

__ADS_1


Mohon maaf jika banyak typo guys,,🙏🏻


__ADS_2