
Setelah kesalapahaman yang terjadi antara mereka, kini Mami Sinta segera mengajak temannya untuk makan bersama.
“Namamu siapa nak?” tanya Jasmin memandang Freya.
“Freya tante.” Jawab Freya tersenyum.
“Apa kamu memiliki adik?” tanya Jasmin lagi. Sementara Alvino hanya mendengarkan percakapan itu.
“Hmm,, punya tante. Saya memiliki dua orang adik hanya saja mereka sekarang masih sekolah SMA.” Jawab Freya.
“Ah, ini semua gara-gara kau Sin.” Ucap Jasmin memandang Mami Sinta.
“Apa salahku?” tanya Mami Sinta merasa tidak bersalah.
“Hampir saja aku menjodohkan putraku dengannya.” Ucap Jasmin yang langsung membuat Alvino tersedak.
Uhuk uhuk
Freya segera mengambilkan minuman untuk suaminya itu, “Pelan-pelan By.” Ucap Freya.
Sementara Jasmin hanya cengesan, “Maaf nak!!” ucapnya.
Sedangkan Rezky merasa bersalah sambil menatap Alvino. Alvino pun menatap balik Rezky.
***
__ADS_1
“Mami, kenapa sih membohonginya begitu? Kalau saja aku tahu Mami ingin menjodohkan istriku dengan pria lain pasti sudah tidak aku izinkan saat mami meminta izin mengajak istriku.” Ucap Alvino kesal kepada maminya.
“Maaf! Mami juga gak tahu akan bertemu dengannya di mall. Lagian itu kan mami hanya bercanda aja.” Ucap Mami Sinta.
“Tetap aja Mih aku gak suka istriku di taksir pria lain.” Ucap Alvino.
Sementara Papi William membiarkan istrinya itu sedang di marahi oleh putranya, “Makanya Mih bercandanya itu jangan berlebihan.” Ucap Papi William.
Mami Sinta pun menatap suaminya itu tajam, “Papi juga gak membela hanya jadi kompor saja.” Ucap Mami Sinta.
“Lain kali jangan lakukan lagi Mih. Vino tidak menyukainya.” Ucap Alvino.
“By jangan marah-marah begitu lagian Mami gak salah kok.” bujuk Freya.
“Tuh dengerin menantu mami aja bilangnya gitu.” Ucap Mami Sinta.
“Makanya Mih jangan aneh-aneh. Udah tahu punya anak posesif masih aja berencana ngejodohin istrinya dengan pria lain.” Ucap Papi William.
“Pih, aku gak mungkin menjodohkan menantu kesayanganku dengan pria lain. Itu hanya untuk,,” ucap Mami Sinta tidak dapat melanjutkan kata-katanya.
“Untuk apa? Becanda? Becanda itu ada tempatnya Mih.” Ucap Papi William.
“Ya udah maaf.” Ucap Mami Sinta manyun.
Papi William pun hanya tersenyum melihatnya.
__ADS_1
***
“By, Maaf!” ucap Freya begitu dia menyusul suaminya ke kamar mereka.
Alvino segera menatap sang istri dan memeluknya, “Jangan lakukan lagi, kamu kan tahu hubby sangat posesif.” Ucap Alvino.
Freya pun mengangguk, “Huh, susah yaa punya istri cantik tambah awet muda.” Ucap Alvino melepas pelukannya.
“Maaf!” ucap Freya.
“Kamu gak salah sayang. Jangan minta maaf. Hubby beruntung memilikimu sayang.” ucap Alvino mengecup kening istrinya.
“By, aku boleh gak minta sesuatu?” tanya Freya menatap suaminya.
“Minta apa?” tanya Alvino lalu segera mengecup bibir sang istri yang menggodanya.
“By?” protes Freya menutup mulutnya dengan tangan.
Alvino pun hanya tertawa melihat reaksi istrinya yang selalu sama jika dia mengecupnya tiba-tiba, “Kamu mau minta apa sayang?” tanya Alvino yang kini sudah duduk di ranjang.
“Hubby yakin akan memberikannya atau tidak?” tanya Freya.
“Emang apa yang ingin kamu minta?” tanya Alvino lalu segera menarik sang istri ke pangkuannya.
“Hmm,, Reya pengen coklat.” Ucap Freya.
__ADS_1
Alvino yang mendengarnya hanya tertawa, dia pikir istrinya itu akan meminta apa tak tahunya hanya coklat, “Hubby pikir kamu minta apa sayang.” ucap Alvino yang gemas dengan istrinya itu.
“Boleh gak?” tanya Freya.