Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 29


__ADS_3

Singkat cerita, sebelum Freya kembali melanjutkan pendidikan profesinya, kini Freya disibukkan dengan pembukaan restorannya yang dimana menjual menu-menu kesukaannya.


“Nak, kapan kau akan membuka restoranmu?” tanya Mama Najwa saat mereka bersantai.


“Mungkin lusa akan dibuka, pembangunannya sudah selesai, tinggal melengkapi furniture lainnya. Rencananya juga hari ini akan diantar semua furniturnya” ucap Freya.


“Papah harap semoga usahamu ini akan berkembang, Nak!” ucap Papa Khabir.


“Aamiin. Terimah kasih atas dukungan mama dan juga papa selama ini. Reya nggak akan bisa seperti ini tanpa doa dari kalian. Reya mencintai kalian Mah,Pah.” Ucap Freya menggenggam tangan kedua orang tercintanya itu.


“Iya, Nak. Kami senang jika anak kami sukses.” Ucap Mama Najwa.


“Mama sama Papa harus datang yaa..” ucap Freya.


“Tentu saja.” Ucap Papa dan Mama Freya bersamaan.


Mereka pun melanjutkan pembicaran mereka mengenai banyak hal.


Sementara disisi Alvino.


“Lio, restorannya akan buka kapan?” tanya Alvino.


“Kata Hanna restoran Nona akan dibuka lusa.” Jawab Adelio.


“Aku ingin menjadi pelanggan pertamanya, pokoknya kau harus bisa mendapatkannya untukku.” Ucap Alvino.


“Baiklah, itu akan aku lakukan untukmu!” ucap Adelio.


“Ohiya, apa dia mengalami kesulitan?” tanya Alvino.


“Semuanya berjalan lancar, jiwa bisnis Nona memang hebat. Proposalnya juga menarik, walaupun restoran yang dia buka hanya menjual apa yang dia sukai.” Ucap Adelio.


“Kau tahu darimana? Apa kau pernah membaca proposalnya?” tanya Alvino mode cemburu.


“Hey, jangan cemburu padaku bro. Saat itu aku gak sengaja membacanya.” Ucap Adelio.


“Baiklah, karena kau sudah membaca proposalnya, maka aku ingin kau harus mendapatkan proposal itu untukku.” Ucap Alvino.


“Hah? Kenapa bisa seperti itu? Ayolah itu gak sengaja. Kenapa juga harus aku yang melakukan itu, jika kau bisa dengan mudah membobol computer seseorang. Mengapa kau tidak membobol laptopnya Nona untuk mendapatkan itu?” ucap Adelio mengeluh.


“Hmm,, idemu lumayan juga. Tapi gak, aku gak akan melakukan itu, laptop sama ponselnya adalah bagian privasinya.” Ucap Alvino.


“Apa kau ingin aku yang harus melakukan itu? Huuh,, baiklah akan aku lakukan.” Ucap Adelio.


“Kau memang sahabatku.” Ucap Alvino.


Setelah itu perdebatan mereka berakhir, mereka segera melanjutkan pekerjaan.


######


Singkat cerita, kini pembukaan restoran Freya dengan nama “Freya”s Menu”. Semua orang hadir, dari karyawan, keluarga Freya baik keluarga inti maupun keluarga besarnya. Ada juga Hanna dan Adelio.

__ADS_1


“Re, selamat untuk usaha barumu!” ucap Hanna memeluk sahabatnya itu.


“Makasih, Han. Ini juga berkat motivasimu sehingga aku mendirikan restoran ini. Semoga berkembang yaa,, Han.” Ucap Freya membalas pelukan Hanna.


“Aamiin.. ohiya Re, boleh gak aku pinjam laptopmu, ada yang ingin aku lihat!” ucap Hanna.


“Boleh! Ambil saja. Tuh, ada di ruang kerjaku.” Ucap Freya. Yah,, restoran Freya dilengkapi dengan ruang pribadi untuk Freya.


Hanna pun segera ke ruangan Freya untuk menyalin proposal. Kalian tahu kan itu untuk apa? Yah,, tentu saja untuk Alvino.


“Ini kak!” ucap Hanna menyerahkan sebuah flash kepada Adelio.


“Terimah kasih, dek. Kalau gak ada kamu entah bagaimana kakak mendapatkan file ini.” Ucap Adelio.


“Lagian tuan Alvino itu aneh yaa,, kenapa juga dia gak ingin ketemu Reya jika sangat mencintai Reya, ini justru memilih mencintai dari jauh.” Ucap Hanna sambil memandang CCTV restoran Freya karena dia yakin pasti bos dari calon suaminya itu mengawasi sahabatnya.


“Kau benar! Kita hanya bisa menunggu, bagaimana kisah ini berakhir! Kakak harap apa yang kita lakukan akan membuat mereka bahagia.” Ucap Adelio melihat ke arah pandangan Hanna.


“Hanna juga melakukan ini semua untuk kabahagiaan Reya. Tapi Hanna penasaran bagaimana reaksi Reya nanti bahwa ada yang mencintainya diam-diam selama ini.” Ucap Hanna sambil memandang Freya yang sibuk bercengkrama dengan keluarga besar.


“Kakak juga penasaran! Kita hanya bisa menunggu. Tapi kita harus melakukan satu hal lagi.” Ucap Adelio.


“Ohiya, Hanna hampir melupakannya. Okay mari kita pesan makanan!” ucap Hanna.


Karena ini pembukaan restoran “Freya’s Menu” maka semua menunya digratiskan bahkan ada yang diantar ke rumah-rumah orang miskin. Jadi terjadilah perdebatan antara Freya dan juga Hanna karena Hanna memaksa untuk tetap membayar tapi Freya menggratiskannya. Setelah melalui proses panjang, akhirnya Freya mengalah setelah berbagai macam alasan yang diberikan Hanna.


“Hah, ternyata ini adalah tugas paling sulit!” ucap Hanna.


“Iya, memang sangat sulit mengelabuinya.” Ucap Adelio.


“Kau benar!” ucap Adelio.


#####


Enam bulan berlalu, kini Freya dan Hanna disibukkan dengan studi profesi mereka yang harus bolak-balik rumah sakit. Ohiya,, mereka bertugas di rumah sakit F. Rumah sakit dimana Freya pernah dirawat sekaligus rumah sakit dimana pemegang saham terbesarnya adalah Alvino.


Selama enam bulan juga Alvino selalu memesan makanan atau camilan dari restoran Freya via online. Seolah-olah makanan kesukaan Freya adalah makanan kesukaannya juga, bahkan dia yang gak menyukai coklat menjadi suka coklat.


“Tuan, ini pesanan anda!” ucap sekretaris Alvino.


“Terimah kasih!” ucap Alvino.


Alvino pun segera makan pesanannya itu. Tiba-tiba ponsel Alvino bordering.


Drt drt drt


“Halo, Assalamu’alaikum!” ucap Alvino tanpa tahu siapa yang menelpon.


“Wa’alaikumsalam! Kakak apa kau melupakan kepulangan adikmu! Kenapa kau tidak menjemputku! Aku sudah dibandara!” ucap suara wanita diseberang telepon dengan keras.


“Hah, kau sudah di bandara? Apa hari ini kau pulang?” tanya Alvino.

__ADS_1


“Kakak aku membencimu, bagaimana bisa kau melupakan adikmu ini padahal aku selalu mengingatkanmu! Apa jangan-jangan kau belum membaca pesanku?” ucap Salwa. Yahh,, wanita itu adalah Salwa.


“Hehehhh, kau benar! Baiklah kau tunggu disana kakak akan menjemputmu!” ucap Alvino langsung menutup ponselnya.


“Kakak…” ucap Salwa kesal karena sambungan teleponnya diputus begitu saja.


Alvino pun segera bersiap-siap untuk menjemput Salwa.


Tok tok tok


“Masuk!” ucap Alvino.


“Tuan, kita harus segera menemui tuan Samuel di restoran T!” ucap Adelio.


“Apa harus sekarang?” tanya Alvino.


“Iya, tuan!” jawab Adelio.


“Tapi aku harus menjemput Salwa, dia sudah dibandara.” Ucap Alvino.


“Nona Salwa sudah disini?” tanya Adelio kaget karena bosnya itu tidak mengatakan bahwa Salwa akan kembali.


“Iya, dia baru saja menelponku dan mengatakan bahwa dia sudah berada di bandara. Ah, ini juga salahku yang tidak membaca pesannya hingga tidak mengetahui kedatangannya.” Ucap Alvino.


“Karena duniamu hanya terisi oleh Nona saja.” Gumam Adelio tapi masih bisa didengar oleh Alvino.


“Kau benar!” ucap Alvino membenarkan.


“Kalau begitu, kau saja yang jemput Salwa, aku akan segera menemui tuan Samuel.” Ucap Alvino.


“Baik Tuan!” ucap Adelio.


Mereka pun segera berangkat.


Alvino tidak lupa mengirimkan pesan kepada Salwa bahwa dia tidak bisa menjemputnya dan mengatakan juga akan menggantinya di hari lain dan berjanji juga akan menenuhi semua yang diinginkan oleh adiknya itu.


Ting


“Ah, kakak kenapa kau tidak bisa menjemputku. Ah, tapi ada bagusnya juga dengan begini aku bisa dengan mudah memanfaatkannya untuk keinginanku. Jangan salahkan aku kak jika aku meminta aneh-aneh.” Ucap Salwa sambil memikirkan akan membalas dengan apa kepada kakaknya itu.


Tidak lama datanglah Adelio yang menjemput Salwa. Salwa pun segera ikut dan didalam mobil mewancarai Adelio perihal wanita yang dicintai kakaknya. Tapi karena Adelio yang menjunjung tinggi hormatnya kepada Alvino hanya diam tidak menjawab pertanyaan Salwa.


“Ah, kak Lio gak asik. Baiklah aku akan mencari tahu sendiri.” Ucap Salwa setelah lelah bertanya kepada Adelio yang tak kunjung mendapat jawaban.


“Nona akan saya antarkan kemana?” tanya Adelio.


“Ke rumah Papi sama Mami saja.” Ucap Salwa.


Adelio pun segera melajukan mobilnya menuju kediaman orang tua Salwa.


Happy Reading readers😊

__ADS_1


Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏


Maaf jika banyak typo guys😉😊


__ADS_2