Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Season 2 : Episode 94


__ADS_3

Freya yang mendengar keributan di luar dia pun segera keluar dan mendengar pertanyaan Mami Sinta kepada bi Wati, “Benar Mih, Mami akan segera memiliki cucu lagi.” Jawab Freya lemah.


Mami Sinta pun segera mendekati Freya, “Kamu gak bohong kan sayang?” tanya Mami Sinta masih tidak percaya lalu menatap ke arah perut Freya yang masih rata. Freya pun hanya mengangguk.


Mami Sinta pun segera memeluk menantunya itu dan membawa Freya untuk duduk, “Kenapa gak bilang kepada kami kalau kamu hamil? Apa ibumu sudah mengetahui ini?” tanya Mami Sinta begitu mereka duduk.


Freya pun menggeleng, “Mama belum tahu sama seperti mami. Kami sengaja belum memberitahu keluarga karena usia kandungan Reya masih muda.” Jawab Freya.


Mami Sinta pun memeluk kembali menantunya itu karena sangat bahagia akan memiliki cucu lagi, “Tapi setidaknya kami itu diberitahu kan kami itu kakek dan neneknya.” Ucap Mami Sinta.


“Maaf Mih.” Ucap Freya.


“Jangan meminta maaf sayang, kamu gak salah. Yang terpenting sekarang Mami sudah mengetahuinya. Kamu harus banyak istirahat, lihatlah kamu menjadi kurusan sayang.” Ucap Mami Sinta.


“Iya Mih berat badan Reya turun 4 kilo tapi Reya sudah menghubungi dokter Rina kok katanya semuanya baik-baik aja karena kandungan Reya kali ini memang sedikit beresiko.” Ucap Freya.


“Ingat sayang, kamu harus tetap makan. Mami gak mau kamu sakit seperti ini.” ucap Mami Sinta.


Freya pun tersenyum, “Makasih Mih.” Ucap Freya.


Akhirnya Mami Sinta pun bercerita dengan menantu rasa putri itu, bahkan Mami Sinta segera menghubungi Papi William dan orang tua Freya dan memberitahukan kehamilan Freya itu pada mereka. Akibatnya tidak lama kemudian mereka segera datang ke apartemen Freya dan Alvino.


***


Sore harinya Alvino kaget melihat ada mobil mertuanya dan orang tuanya di parkiran apartemen. Dia sudah menduga pasti mereka ada di apartemennya sekarang dan sudah dipastikan bahwa kehamilan Freya sudah diketahui oleh mereka. Alvino pun segera cepat-cepat masuk untuk memastikan pemikirannya itu benar atau tidak.


Begitu dia sampai Freya sedang makan dengan disuapi oleh Mama Najwa dan Mami Sinta sibuk dengan cucunya, “Pih tuh lihat putra nakal kita sudah tiba. Entah kenapa dia tidak segera memberitahu kepada kita bahwa menanti kita sedang hamil.” Ucap Mami Sinta segera menyerahkan Anand kepada suaminya lalu segera mendekati Alvino dan segera menjewer telinganya.


“Mih, sakit mih. Lepasin dong! Vino sudah bukan anak kecil lagi masa iya dijewer.” Ucap Alvino.


Mami Sinta pun segera melepaskan jewerannya, “Siapa suruh menyembunyikan hal penting seperti itu dari kami.” Ucap Mami Sinta kesal.


“Maaf mamiku sayang.” Ucap Alvino segera memeluk maminya itu.

__ADS_1


Alvino pun segera menyalami mertuanya dan orang tuanya lalu segera mengecup kening Freya sekilas. Setelah itu Alvino segera pergi menuju kamar untuk membersihkan dirinya. Freya juga yang sudah selesai makan segera menyusul suaminya.


***


Kini mereka makan malam di apartemen Alvino dan Freya. Setelah makan malam mereka duduk di ruang tamu apartemen itu, “Vin, Reya, Papi mau bicara sama kalian.” Ucap Papi William membuka pembicaraan.


“Ada apa pih?” tanya Alvino sementara Freya hanya menatap ayah mertuanya itu penasaran.


“Gini nak, kami ingin membawa Anand tinggal bersama kami.” Lanjut Mami Sinta.


Freya yang mendengar itu langsung bereaksi, “Maksud mami?” tanya Freya untuk memastikan apa yang dia dengar dan pahami tidak salah.


“Kami ingin merawat Anand bersama kami selama kau hamil.” Ucap Mama Alya.


“Maksud Mama Anand akan tinggal bersama kalian?” tanya Freya. Mama Najwa dan Mami Sinta pun mengangguk.


“Gak! Reya gak setuju. Reya tidak bisa tinggal berpisah dengan Anand. Dia adalah putraku Ma, Mih!” ucap Freya menatap kedua ibunya itu.


Mama Najwa dan Mami Sinta pun sudah menduga hal ini karena mereka tahu Freya itu sangat menyayangi putranya, “Dengar dulu nak, kami hanya merawatnya selama kau hamil. Kandunganmu saat ini lemah nak gak seperti kehamilan pertamamu. Kau tenang saja kau bisa menemuinya. Kami tidak akan memisahkanmu dengan putramu. Kami hanya ingin kau fokus menjaga kandunganmu saja.” Ucap Mami Sinta.


“Sayang, jangan egois. Kami tahu kau sangat menyayanginya tapi ini semua demi kebaikan bersama. Kami tidak ingin kau semakin kelelahan karena di samping menjaga kandunganmu saat ini yang membuatmu mudah lelah, kau juga harus menjaga Anand.” Ucap Mama Najwa.


“Papa!” panggil Freya menatap Papa Khabir.


“Apa yang dikatakan kedua ibumu itu benar nak. Kau harus menjaga kandunganmu jadi jalan terbaiknya Anand akan tinggal bersama kami. Kamu tenang saja Anand tetap akan meminum ASI darimu. Kami akan menjemputnya jika kau mengkhawatirkan nutrisi putramu.” Ucap Papa Khabir bijak. Dia sangat mengerti putrinya itu karena dia tahu Freya tidak akan mengalah jika dipaksa hanya kelembutan yang bisa mengalahkannya.


“Hubby!” panggil Freya menatap suaminya. Alvino pun langsung memeluk istrinya itu, “Kami akan memikirkan ini. Tolong beri kami waktu.” ucap Alvino.


“Baiklah.” Jawab Mama Najwa dan Mami Sinta mengerti.


Alvino pun segera membawa Freya ke kamar.


***

__ADS_1


“Hubby, aku tidak ingin tinggal berpisah dengan putraku.” Ucap Freya begitu mereka tiba di kamar.


“Sudah jangan pikirkan hal itu. Lebih baik kamu cepat istirahat.” Ucap Alvino.


“Hubby, sampai kapanpun aku tidak setuju.” Ucap Freya lalu menangis sambil di tutupi dengan selimut.


Alvino pun tersenyum melihat itu karena Freya selalu saja begitu jika dia menangis pasti akan menyembunyikannya di bawah selimut, “Baiklah, coba sini mari kita bicarakan ini.” ucap Alvino membuka selimut yang menutupi istrinya itu.


“Hubby tahu kau sangat menyayangi putra kita. Hubby juga tahu kau tidak bisa tinggal terpisah dengan putra kita begitupun dengan hubby. Tapi kita juga harus memikirkan kandunganmu sayang. Hubby tidak ingin kau lelah. Melihatmu lemah seperti ini saja hubby tidak tega apalagi jika harus melihatmu sakit. Jadi Hubby mohon setujuilah ini, biarkan Mami atau Mama yang akan menjaga putra kita. Jika perlu kita akan ikut tinggal bersama putra kita. Jadi missal putra kita tinggal di rumah Mami maka kita akan pindah kesana juga begitupun jika dia tinggal di rumah Mama. Jadi kau bisa melihatnya setiap hari. Bagaimana?” tanya Alvino menatap istrinya itu.


Freya pun hanya bisa mendengarkan itu lalu segera memeluk suaminya, “Lalu bagaimana Hubby ke kantor jika kita tinggal di rumah Mami atau Mama, apalagi dari rumah Mama itu jauh dari kantor. Aku tidak ingin hubby juga kelelahan menyetir.” Ucap Freya.


Alvino pun tersenyum sambil memeluk istrinya itu, “Gak apa-apa kok sayang.” Ucap Alvino.


“Gak, tapi Reya gak setuju. Reya tidak ingin hubby juga kelelahan.” Ucap Freya.


“Lalu terus gimana dong?” tanya Alvino.


Freya pun menggeleng, “Hmm,, Reya akan menyetujui permintaan Mami dan Mama tapi dengan syarat Anand sendiri yang ingin ikut dengan mereka.” Ucap Freya.


Alvino pun semakin tersenyum mendengar syarat dari istrinya itu karena bagaimana mungkin bayi yang belum berusia 4 bulan itu sudah bisa memilih ingin tinggal bersama siapa, “Permintaan kamu aneh sayang.” Ucap Freya.


“Pokoknya harus begitu, jika Anand menolak ikut mereka maka aku akan merawatnya bersamaku.” Ucap Freya.


“Baiklah-baiklah.” Jawab Alvino.


*


*


Happy reading guys !!😊


Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.😊🙏🏻

__ADS_1


Mohon maaf jika ada typo guys !!


🙏🏻😉


__ADS_2