Di Kala Cinta Menyapa

Di Kala Cinta Menyapa
Episode 17


__ADS_3

“Iya. Apa kamu tahu?” Ucap Adelio


“Ouh,, itu..”Ucap Hanna


“Iya, kamu tahu?” Tanya Adelio penasaran.


“Tapi kenapa kakak pengen tahu?” Tanya Hanna balik.


“Yah, karena.. ah, bukan apa kalian membahasnya hari ini?” Tanya Adelio.


“Darimana kakak tahu kami mambahasnya?” Tanya Hanna balik lagi bertanya.


“Kamu sadar gak dek, bahwa kita saling menjawab pertanyaan dengan pertanyaan” ucap Adelio.


“Bagaimana juga kakak aneh. Aku akan menjawab semua pertanyaan kakak setelah kakak menjawab pertanyaanku.” Ucap Hanna.


“Baiklah kakak akan menjelaskannya. Kakak menanyakan ini karena tuan muda. Kamu tahu kan tuan muda menyukai nona Freya?”Ucap Adelio.


“Ouh,, jadi ini karena tuan muda itu. Tuan muda yang mencintai Reya pada pandangan pertama? Baiklah ada apa dengan tuan muda?” ucap Hanna.


“Dia sedang sedih. Dia mendengar semua yang kalian bicarakan hari ini.”Ucap Adelio.


“Bagaimana bisa?”Tanya Hanna.


“Yah, lewat CCTV. Kakak kan sudah mengatakan padamu bahwa tuan muda selalu mengawasi kegiatan nona Freya.”Ucap Adelio.


“Iya, aku ingat. Tapi aku pikir tuan muda itu hanya mengawasi Reya saat dia seminar saja”Ucap Hanna.


“Gak, dia selalu mengawasinya.”ucap Adelio.


“Jadi tuan muda mendengar semuanya? Dan dia sedih karena perkataan apa?”Tanya Hanna.


“Karena dia mendengar pendapat nona muda akan cinta pada pertama dan juga mendengar nona muda membahas pemuda itu” jawab Adelio.


“Ouh,, jadi karena itu kakak penasaran akan pemuda masa lalu Reya?” Tanya Hanna.


“Iya, apa kamu tahu?” Tanya Adelio.


“Iya, aku tahu. Laki-laki itu adalah teman sekelasnya Reya saat dia duduk di bangku kelas 12 SMA. Laki-laki itu pernah membuat komitmen dengan Reya. Laki-laki itu bercita-cinta menjadi seorang tentara makanya dia mengajak Reya berkomitmen untuk menunggunya selesai dari pendidikannya dan dia nanti akan datang kepada Reya. Tapi sayang setelah mereka lulus, laki-laki itu memutuskan hubungannya dengan Reya tanpa ada alasan apapun. Reya pun menyetujuinya setelah dia lelah menunggu alasan hubungan mereka diakhiri. Dan sejak itu Reya bertekad bahwa dia gak akan percaya pada komitmen dan juga dia sibuk dengan kuliahnya serta dia menyibukkan diri untuk memperdalam ilmu agamanya.” Ucap Hanna menjelaskan.


“Lalu sekarang apa pria itu sudah jadi tentara?”Tanya Adelio.


“Dari yang kudengar dari Reya, pendidikannya akan segera selesai.” Ucap Hanna.


“Apa nona Freya masih mencintai laki-laki itu?”Tanya Adelio.

__ADS_1


“Gak. Karena menurutnya semua itu adalah bagian masa lalunya. Hanya saja dia sering teringat akan kisah itu. Selain itu juga dia hanya menganggapnya kisah cinta anak SMA yang hanya masih ingin mencoba-coba”Ucap Hanna.


“Jadi berarti nona Freya sudah melupakan pria itu?”Tanya Adelio.


“Dari semua yang ku ketahui tentang Reya. Sepertinya memang dia telah melupakan pria itu hanya kisahnya saja yang teringat jika ada yang membahasnya.” Ucap Hanna.


“Tapi apakah menurutmu ada kemungkinan bahwa pria itu akan datang melamar nona Freya?” Tanya Adelio.


“Kalau itu sih, aku gak tahu tapi jika menurutku pasti tetap ada kemungkinan karena juga Reya gak memiliki kekasih.”Jawab Hanna.


“Ini berarti gawat dong buat tuan muda!”Ucap Adelio.


“Bisa jadi sih, tapi kenapa juga tuanmu itu gak ingin menemui Reya dan hanya memantaunya dari jauh. Bukankah mereka sudah pernah bertemu?”Tanya Hanna.


“Iya, mereka memang sudah pernah bertemu tapi nona Freya gak ingat tuan muda. Selain itu juga kau tahu kan alasan tuan muda melakukan ini..”Ucap Adelio.


“Yayaya.. aku tahu. Tapi setidaknya mereka ketemu walau hanya sekali.”Ucap Hanna.


“Sepertinya perkataanmu itu bisa kita lakukan. Bagaimana jika kita pertemukan mereka? Kau yakinkan nona Freya dan aku akan meyakinkan tuan muda!” Ucap Adelio.


“Baiklah itu bukan ide buruk. Aku akan melakukan yang terbaik untuk ini. Tapi sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat karena kami masih disibukkan dengan skripsi.” Ucap Hanna.


“Nanti kita bicarakan bagaimana dan kapan waktu mereka bisa ketemu.” Ucap Adelio.


“Okay. Tapi kak Lio, kau gak boleh menceritakan ini kepada siapapun karena ini adalah rahasianya sahabatku. Kau gak boleh mengatakan apapun tentang pria itu pada siapapun.”Ucap Hanna.


Bersamaan dengan itu pula pesanan mereka tiba.


“Wah, sepertinya aku akan kekenyangan hari ini” Ucap Hanna.


“Ya sudah makanlah.”Ucap Adelio.


Mereka pun menikmati makan siang mereka dengan hikmat.


“Kak, makanan yang lainnya di bungkus yaa?” Izin Hanna.


“Kenapa? Apa kamu masih ingin makan lagi? Kita bisa pesan yang baru untuk kau bawa pulang!” ucap Adelio.


“Gak usah kak, lagian ini saja masih banyak.”Ucap Hanna.


“Baiklah, terserah kau.” Ucap Adelio.


Hanna pun segera memanggil pelayan untuk membungkus makanan yang masih tersisa. Tidak berapa pelayan itu kembali dan mengantarkan makanan yang telah dibungkus. Adelio pun segera melakukan pembayaran dan setelah itu mereka segera berlalu pergi.


“Terimah kasih kak atas traktirannya” ucap Hanna saat mereka sudah ada diparkiran.

__ADS_1


“Iya, sama-sama dek. Tapi makanan itu akan kau apakan?” Tanya Adelio.


“Itu rahasia kak. Ya sudah ya kak, Hanna berangkat duluan. Sampai ketemu lagi. Assalamu’alaikum!” pamit Hanna segera melajukan sepeda motornya.


“Wa’alaikumsalam.” Ucap Adelio.


“Kok aku penasaran mau dia apakan makanan itu. Aku akan mengikutinya daripada aku mati penasaran” gumam Adelio segera melajukan mobilnya untuk mengikuti Hanna.


Adelio mengikuti Hanna sampai Hanna berhenti di sebuah lapangan dimana tempat itu adalah perkumpulan anak jalanan. Adelio melihat bahwa Hanna terlihat sangat akrab dengan para anak jalanan itu dan juga melihat Hanna memberikan makanan yang dibawanya kepada anak-anak itu. Adelio yang melihatnya sangat terenyuh dengan kebaikan Hanna. Dia pun segera menelpon restoran untuk memesan makanan untuk diantarkan ke alamat dia berada. Dia menunggu sampai Hanna pergi. Setelah itu dia mendekati anak-anak itu dan memberikan makanan kepada anak-anak itu. Anak-anak itu awalnya menolak karena mereka tidak mengenal Adelio. Tapi setelah Adelio menjelaskannya akhirnya mereka bisa menerimanya. Adelio pun segera melajukan mobilnya kembali ke kantor.


#####


Saat ini Freya dan juga Hanna sedang berada di sebuah restoran sambil menyusun skripsi mereka.


“Re,,”Panggil Hanna.


“Hmmm.. iya kenapa?” Jawab Freya.


“Bagaimana skripsimu?” Tanya Hanna basa basi.


“Alhamdulillah, sudah bab 3, Han.” Jawab Freya sambil tetap serius mengetik.


Yah.. baik Freya maupun Hanna sudah melakukan pengajuan judul skripsi setelah mereka selesai ujian proposal sehingga begitu telah disetujui mereka langsung menyusunnya.


“Cepat banget sih Re, aku saja baru mau bab 2. ” Ucap Hanna.


“Aku ingin mendaftar wisuda gelombang 1 Han, makanya aku harus cepat menyelesaikan skiripsiku” ucap Freya.


“Tapi ini masih bulan Desember, sedangkan wisudanya akhir Februari.” Ucap Hanna.


“Iya, tapi pendaftarannya Januari Han,”Ucap Freya.


“Yaa.. sudah deh, aku akan berusaha juga agar bisa mendaftar untuk wisuda gelombang 1, kita harus wisuda bareng.” Ucap Hanna kembali serius mengetik.


“Gitu dong, ayo semangat para pejuang toga.” Ucap Freya tersenyum.


“Iya, semangat” ucap Hanna sambil minum.


“Sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk membahas pertemuan itu” ucap Hanna dalam hati.


Freya dan Hanna pun kembali serius menyusun skripsi mereka masing-masing.


Happy Reading readers😊


Jangan Lupa Like, Vote dan Komen yaa Guys..🙏🙏

__ADS_1


Maaf jika banyak typo guys😉😊


__ADS_2